Language:

Salman Aristo

SALMAN ARISTO mengawali karier kepenulisan di majalah MTV Trax sebagai jurnalis musik dan film, lalu menjadi penulis skenario degil generasi pembuat film Indonesia pasca Reformasi 1998. Ia menulis untuk sutradara seperti Hanung Bramantyo, Riri Riza, Ifa Isfansyah dalam film-film laris seperti Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Sang Penari, hingga Bumi Manusia–adaptasi dari mahakarya Pramodya Ananta Toer.

Salman juga menjadi sutradara Jakarta Hati dan Jakarta Maghrib, dua omnibus film pendek yang menggali dunia urban sekaligus jelajah tuturan visual dalam bentuk film omnibus. Tapi, mungkin karena pengaruh dari Chairil Anwar, Asrul Sani, Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, dan Goenawan Mohamad yang kuat, Salman juga aktif menulis prosa dan puisi. Kumpulan puisinya, Puisi Pendek Biar Rindu Panjang diterbitkan bersama Storial.co pada 2020. Buku puisi terbarunya, Film Bisa Dieja, berisi bab “”Delapan Depa Dari Layar” dan “Premis Hujan” diterbitkan Edraflo pada 2024.