Sinopsis
“Dan apabila pada akhirnya kau menyadari bahwa apa pun–apa pun–yang kau lakukan, kau akan tetap berakhir jadi kau yang sekarang, apakah kau akan terus menjadi kau? Atau seseorang lain, yang selalu kau sembunyikan di laci di lemari tua di sudut gudang, di belakang papan setrika yang patah tetapi masih disimpan?” kata tokoh “aku” di salah satu cerpen di buku ini. Itulah sebagian pertanyaan yang terus dijawab dan dibantah di buku ini. Dari sudut pandang serangkaian sepupu Batak Toba queer, sebagian bahkan tidak pernah saling kenal, cerita-cerita di buku ini meggaungkan keterhubungannya, dan mengisahkan beberapa bagian kehidupan Batak Toba kontemporer yang kerap luput dari pandangan khalayak.
—
Yang paling memikat dari buku ini adalah tindak bahasa performatif dalam memintal narasi. Secara horisontal dimensi waktu—masa lalu, masa kini, dan masa depan—mengalir bergantian. Secara vertikal tiga waktu itu dimainkan dalam perspektif dunia atas yang rasional, dunia tengah yang sedang berproses, dan dunia subliminal yang penuh dorongan. Pada saat yang sama narator terbelah antara aku yang individual dan kita yang kolektif. Dengan lincah kata ganti dan sapaan dimainkan, rentetan gaya hidup, budaya populer, karya sastra saling mengaca menjadi simulakra. Nama-Nama Lain untuk Masa Lalu memperkaya kesusasteraan Indonesia dan dunia dengan wawasan budaya dan penyajian yang khas dan inspiratif.
MELANI BUDIANTA, Pengamat sastra
Dengan teknik bercerita yang memainkan kompleksitas waktu, fragmentasi diri, hibriditas budaya, dan fantasi tentang interaksi manusia-mesin, Norman memperlihatkan—dengan cara-cara yang blak-blakan, sering mengharukan, dan kadang nyaris-jenaka—bagaimana globalisasi neoliberal, revolusi teknologi, dan transisi Indonesia dari otoritarianisme ke demokrasi-semu ternyata tidak hanya menghambat tapi juga memungkinkan (dalam batas-batas tertentu) perjuangan orang-orang queer-Batak-Indonesia-Kristen dalam bertahan hidup, mengekspresikan diri, dan bergerilya menyiasati stigma, prasangka, dan diskriminasi; serta bertualang, mengembangkan diri, berburu ekstase, membangun koneksi antarpribadi, dan membuat hidup lebih bermakna.
SONY KARSONO, Sejarawan intelektual
Deskripsi Produk
Penulis: Norman Erikson Pasaribu
Editor: Christina M. Udiani
Perancang Sampul & Penataletak: Leopold Adi Surya
Kategori: Fiksi, Kumpulan Cerpen
Terbit: 18 Maret 2025
Harga: Rp95.000
Tebal: 243 Halaman
Ukuran: 135 mm x 210 mm
Sampul: Softcover
ISBN: 9786231345462
ID KPG: 592602545
Usia: 21+
Bahasa: Indonesia
Penerbit: KPG
Dapatkan buku cetak di:
Gramedia.com
Gramedia Store
KPG Official Shop di Shopee Mall
Gramedia Official Shop di Shopee Mall
Gramedia Official Store di Tokopedia
Buku Terkait
