Seri Tempo: Soedirman, Seorang Panglima, Seorang Martir
“Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit.” Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima Besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyakarta. Dengan separuh paru-paru, … Continue reading Seri Tempo: Soedirman, Seorang Panglima, Seorang Martir
Copy and paste this URL into your WordPress site to embed
Copy and paste this code into your site to embed