Tag: Biografi

  • Untaian Garnet dalam Hidupku

    Untaian Garnet dalam Hidupku

    Hari ini, Kamis, besok Jumat 13 April 2012. Untuk pertama kali saya akan mendapat cuti rawat. Rumah kami di Duren Sawit telah dipersiapkan untuk ‘merawat’ saya di rumah…. Untuk mengisi hari di Duren Sawit saya coba memikirkan buku ini. Agar tak terlupakan nantinya. Saya pikir tak ada salahnya saya tulis dahulu pokok-pokok tulisan satu persatu. Seperti kisah persahabatan Ari dan Roso, saya pikir kisah menarik untuk saya ceritakan. Lalu kisah pertemanan Wandha. Dan tak kalah menariknya, kisah perkembangan Rayi. Kisah mempunyai menantu saya pikir perlu juga diungkap, karena ini adalah pengalaman pertama saya sebagai orangtua. Kalau soal pekerjaan, saya akan coba mengungkap mengenai pekerjaan saya di Kanwil, manajemen Kemenkes, sekretaris-sekretaris saya yang hebat. Tema tulisan itu nantinya bakalan mem beri warna lain dari sejumlah kenangan yang saya ungkapkan sepanjang tulisan ini…. Dengan semangat tinggi saya akan terus berusaha untuk menyelesaikannya. Kelak buku ini memberi arti dalam kehidupan saya. Itu mimpi kecil saya. Mimpi besarnya, buku ini bisa menjadi kenangan, semangat, dan inspirasi bagi banyak orang. Baik yang saya kenal maupun yang tidak saya kenal. Penyusun: Endang R. Sedyaningsih Mamahit

    Editor: Isye Soentoro & Christina M. Udiani
    Perekam & Pembuat Transkrip: Siti Isfandari
    Ilustrasi
    Sampul: & isi: Arinanda Wailan Mamahit
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: B. Esti W. U.
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: Mei 2012
    Harga: Rp
    Tebal: 224 halaman
    Ukuran: 120 mm x 180 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799104526
    ISBN: Digital: 9786024246631
    ID KPG: 901120546
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 13+
    Penerbit: KPG E-Book
    Gramedia digital Buku Terkait

  • Wartawan Jadi Pendeta: Sebuah Otobiografi

    Wartawan Jadi Pendeta: Sebuah Otobiografi

    Putu Setia tidak pernah menduga dirinya akan menjadi seorang pendeta. Dari keluarga miskin di Bali, Putu Setia melakoni kehidupan yang keras. Ia pernah menyaksikan kelamnya tragedi pasca G30S (pembantaian PKI) dan Peristiwa Buleleng (peng-Golkar-an Bali), berhenti sekolah karena persoalan biaya, merasakan sulitnya menjadi anak panggung, hingga akhirnya menemukan gairah dalam dunia jurnalistik yang ia tekuni selama lebih dari tiga dekade. Dunia yang mengasah idealisme dan memapankan kehidupannya. Namun, bagi Putu Setia, hidup bukan hanya tentang materi, melainkan proses dalam mensyukuri segala hal yang telah semesta beri, bagaimanapun caranya. Menjadi pendeta dan mengabdikan dirinya pada umat merupakan cara yang dipilih oleh Putu Setia untuk mensyukuri kehidupan, selain membayar utang budi terhadap leluluhur. Nama Putu Setia pun berganti menjadi Ida Pandita Mpu Jaya Prema Anada dan akrab disapa “Mpu Jaya Prema”. Buku ini menuturkan kisah Mpu Jaya Prema dalam menjalani transformasi spiritual untuk menjadi seorang pendeta. Tak hanya itu, Mpu Jaya Prema juga mengajak kita untuk menelusuri seluk beluk kehidupan sosial dan adat istiadat Bali, memahami makna yang terdapat dalam setiap tradisi. Dituturkan dengan rinci dan jernih, buku ini membuat kita seolah-olah hadir daam setiap pengalaman yang ia kisahkan.

    Penulis: Putu Setia
    Editor: Laras Sukmaningtyas
    Perancang
    Sampul: Aldy Akbar
    Penataletak: Nyoman Wirya Suniatmaja dan Aldy Akbar
    Kategori: Nonfiksi, Otobiografi
    Terbit: Mei 2013
    Harga: Rp
    Tebal: 412 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799105837
    ISBN: Digital:
    ID KPG: 901130677
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • The Untold Story of J-Rocks: Untuk Bintangku

    The Untold Story of J-Rocks: Untuk Bintangku

    “J-Rocks, di antara sedikit band yang dengan sangat sadar memadukan kekuatan musik dan tampilan visual, yang akhirnya menjadi ciri utama band ini . Kreativitas dan energi yang selalu meluap dalam tiap penampilannya menjadi kekuatan utama mereka. Yang mengharukan buat saya adalah kekompakan dan perhatian mereka terhadap fans mereka, J-Rockstars!” —Ari Lasso, Musisi “J-Rocks adalah satu-satunya band Indonesia yang punya visual fashion paling keren ketika perform di panggung. Kalau dari segi musik, jangan ditanya, kombinasi sama referensi mereka itu komplit!” —Bongky, Musisi “Ada band keren tapi gak solid, atau sebaliknya. J-Rocks, punya semuanya.” —Anji, Musisi

    Penulis: J-Rocks
    Editor: Meliza Sopandi
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: Okke Andriansyah
    Fotografer
    Sampul: Budi Ismail
    Kategori: Nonfiksi, Hobi, Entertainment, Autobiografi
    Terbit: Oktober 2013
    Harga: Rp
    Tebal: 120 halaman
    Ukuran: 200 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799106414
    ISBN: Digital:
    ID KPG: 901130736
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: POP

  • Soegija, 100% Indonesia

    Soegija, 100% Indonesia

    GRATIS! Kelas Menulis Fiksi Sejarah Semarang, 1945 … tampaknya, dendam antara pasukan Jepang dan pemuda Indonesia meningkat. Perwira Jepang itu hendak menjebak dan membantai anak-anak muda sebelum menyerahkan diri pada Sekutu. Saat itulah, Soegija, sebagai uskup Semarang, mengusahakan gencatan senjata dan berhasil. Itu adalah sebagain dari kisah kepahlawanan Albertus Soegijapranata, SJ. Sebagai rohaniawan, ia menekankan negosiasi dan diplomasi. Sedangkan bagi umat Katolik Indonesia, Soegija adalah tokoh yang sangat istimewa. Ia adalah uskup pribumi pertama di Nusantara. Ia merumuskan formula “100% Katolik, 100% Indonesia”. Di bawah kepemimpinannnya, umat Katolik menjadi pendukung dan pejuang republik.

    Penulis: Ayu Utami
    Editor: Christina M. Udiani
    Pengolah
    Sampul: Iksaka Banu
    Penataletak: Fernandus Antonius
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: Mei 2012
    Harga: Rp60.000
    Tebal: 157 halaman
    Ukuran: 170 mm x 190 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799104540
    ID KPG: 901120548
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Dapur Cokelat Bercerita

    Dapur Cokelat Bercerita

    Ermey Trisniarty, penggemar cokelat yang berhasil mendirikan toko cokelat yang menjadi trendsetter di negeri ini. Perjalanan dimulai dari modal minim dan dua pegawai. Ermey telah teruji lolos dalam peralihan bisnis konvensional ke era digital, pembajakan pegawai andal, peniruan produk, dan badai pandemi Covid-19. Bisnisnya menggurita menjadi 42 gerai di berbagai daerah di Indonesia dan menyerap ribuan tenaga kerja. Ermey berhasil menghidupkan mimpinya. Inilah cerita panjang tentang 20 tahun perjalanan Dapur Cokelat. Lengkap tanpa rahasia, termasuk 9 resep signature.

    Penulis: Asteria Elanda
    Editor: Pradikha Bestari
    Penataletak & Perancang
    Sampul: Deborah Amadis Mawa
    Kategori: Nonfiksi, Biografi, Self-improvement, Kuliner
    Terbit: 9 Juni 2021
    Harga: Rp 100.000
    Tebal: 176 halaman
    Ukuran: 170 mm x 240 mm
    Sampul: Hardcover
    ISBN: 9786024815929
    ID KPG: 592101914
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • H. M. Lukminto, Bakti untuk Indonesia

    H. M. Lukminto, Bakti untuk Indonesia

    “Salah satu dari para pelaku ekonomi yang mempunyai komitmen untuk kemajuan Solo Raya adalah Pak Luk, yang juga dikenal sebagai raja tekstil, pemilik perusahaan tekstil terbesar PT Sritex. Harapan saya, Pak Luk dapat terus menjadi inspirasi bagi orang lain, karena inilah contoh pengusaha lokal Solo yang sukses di kancah bisnis internasional.” (Presiden Republik Indonesia, mantan Walikota Solo, Ir. Joko Widodo) “Saya menyambut baik

    Terbit: nya buku biografi H. M. Lukminto, buku biografi yang berisi pengalaman-pengalaman berharga Saudara H. M. Lukminto dalam memimpin PT Sritex dengan semangat “kerja keras, disiplin, dan jujur” sehingga berhasil mencapai keadaannya seperti sekarang ini, yang cukup nyata kontribusinya dalam mengembangkan perekonomian nasional. Saya berharap buku ini dapat menjadi referensi berharga, khususnya bagi peminat dan praktisi dunia usaha serta menjadi pendorong bagi para pengusaha dan generasi muda pada umumnya untuk terus bangkit dan maju dalam dunia usaha dan juga mau menulis pengalaman-pengalaman mereka.” (Presiden Republik Indonesia V, Dr. H. Susilo Bambang Yudhyono) “Keberhasilan Sritex bisa menjadi model perusahaan tekstil terpadu yang sangat mungkin dikembangkan ke seluruh Indonesia. Keberadaan industri seperti ini bisa menarik banyak tenaga kerja, bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia.” (Presiden Republik Indonesia III, Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie) “Sritex telah dapat membuat pakaian militer yang diakui oleh dunia internasional. Bukannya saya kalau menyebut Sritex itu lalu seperti menganakemaskan. Mereka memang membuat sesuatu yang dapat kita banggakan.” (Presiden Republik Indonesia IV, Megawati Soekarnoputri)
    Penulis: DR. Nasir Tamara
    Penataletak dan perancang
    Sampul: Upit Dyoni
    Editor: Ikhsanuddin Tamara, Dyah Merta, Christina M. Udiani
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: Maret 2013 (
    Terbit: oleh
    Penerbit: Delta), Januari 2015 (cetakan kedua),
    Harga: Rp 123.000
    Tebal: 560 halaman
    Ukuran: 150 mm × 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786026208293
    ISBN: Digital: —-
    ID KPG: 591601159
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Iwan S. Lukminto: Inovasi Tanpa Henti untuk Indonesiaku

    Iwan S. Lukminto: Inovasi Tanpa Henti untuk Indonesiaku

    Sritex adalah institusi yang telah mampu membangun tidak hanya industri tetapi juga sumber daya manusia yang merupakan sumber daya tidak terhabiskan. Kultur Sritex telah berbentuk berupa kebersamaan dan kekeluargaan mengikuti falsafah pendirinya, H.M. Lukminto. Sungguh merupakan fenomena korporasi yang menarik. Perlu ditulis secara akademis untuk pembelajaran bangsa! —Tanri Abeng, pakar manajemen, Menteri Negara Pemberdayaan BUMN, 1998-1999) Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto, nahkoda penerus Sritex, telah menunjukkan prestasi yang membanggakan sebagai entrepreneur generasi muda Indonesia. —M. Hidayat, pengusaha mantan Ketua Umum Kadin dan Menteri Perindustrian RI Terima kasih kepada Iwan S. Lukminto, Presiden Direktur PT Sritex atas upaya yang luar biasa dalam mendukung kesiapan prajurit TNI AD dalam hal desain pakaian seragam loreng NKRI berikut perlengkapan pendukung prajurit TNI AD. Atas nama semua prajurit TNI-AD di seluruh wilayah Republik Indonesia, saya sungguh berterima kasih dan menghargai dedikasi saudara dalam melakukan pekerjaan yang baik sekali. —KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo Saya bangga dengan PT Sri Rejeki Isman Tbk. Perusahaan ini mampu menunjukkan prestasinya yang luar biasa dan mengharumkan nama Indonesia di bidangnya, saya harapkan ke depan bisa menjadi industri tekstil yang terintegrasi dan terkemuka di dunia. Sritex yang terbaik dan menjadi kebanggan Indonesia. —Irman Gusman, Ketua DPD RI Saya melihat Iwan Lukminto sebagai generasi kedua yang ingin meneruskan perjuangan ayahnya, terutama dalam era globalisasi, yang ditandai dengan teknologi internet serba cepat, ditambah momentum emas lain yang dinikmati Indonesia saat ini, yang “wonderful and remarkable!”. —Hermawan Kertajaya, pakar pemasaran

    Penulis: DR. Nasir Tamara
    Penataletak: Upit Dyoni, Aldy Akbar
    Perancang
    Sampul: Hasti Ismalia
    Periset: Gemarani
    Editor: Ikhsanuddin Tamara, Christina M. Udiani
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: Mei 2015
    Harga: Rp 96.000
    Tebal: 390 halaman
    Ukuran: 150 mm × 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786026208156
    ISBN: Digital: —-
    ID KPG: 591601158
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Raden Saleh: Kehidupan dan Karyanya

    Raden Saleh: Kehidupan dan Karyanya

    Sinopsis

    SEPAK TERJANG seorang seniman harus dipahami dalam konteks zaman dan lingkungan intelektualitasnya. Buku ini berupaya mendedahkan kehidupan Raden Saleh dengan cara pandang demikian. Misalnya saja, ada dunia Jawa yang melahirkan Raden Saleh, situasi berbeda yang ditemuinya selama berada di Eropa, atau realitas sosial dan kultural negara kolonia yang semakin kokoh, yang memaksa Sang Pelukis menyesuaikan diri sepulangnya dari Eropa. 

    Raden Saleh sangat pandai menyesuaikan diri, dan dia senantiasa berhasil memanfaatkan peluang yang terbuka baginya di negeri terjajah, baik karena kecerdikannya maupun karena nasib baik. Namun, pada akhirnya dia gagal lantaran terbentur pada masalah mendasar masyarakat kolonial Jawa: rasisme inheren. Kendati demikian, dia dalam kerangka tragis itu, dia menjalani kehidupan yang spektakuler: sebagai pelukis, sebagai ilmuwan, sebagai pembaru pendidikan seni, sebagai kolektor dan penjaga, dan masih banyak lagi. 

    Karya ini bukanlah buku teks yang sukar dipahami, melainkan lebih sebagai upaya menceritakan kisah kehidupan dan lukisan Raden Saleh dengan gaya esai yang ringan. Kita bisa saja melompat dari satu bab ke bab lain tanpa sepenuhnya kehilangan benang merah. Kita akan menjumpai kisah yang belum pernah diceritakan. Semua ilustrasi dan gambar dipilih dengan cara serupa. Tidak ada maksud untuk mencapai suatu daftar karya komplet ataupun kesempurnaan dalam wujud lain. Namun, pada akhirnya, kita bakal mendapatkan sebuah buku yang menghadirkan roh dan kehidupan serta karya Raden Saleh secara lebih baik dibanding buku-buku lain sebelumnya. 

    Spesifikasi Produk

    Penulis: Werner Kraus
    Editor: Werner Kraus, Irina Vogelsong
    Penerjemah: Werner Kraus (Melayu-Jerman, Belanda-Jerman) dan Hendarto Setiadi (Jerman-Indonesia, Inggris-Indonesia), Suchjar Effendi (Jerman-Indonesia)
    Perancang Sampul: Wendie Artswenda
    Penataletak Isi: Wendie Artswenda & Subiyanto
    Fotografer: FB Sudjuanda & Koes Karnadi
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: 8 Oktober 2018 (Cetakan pertama), 8 Oktober 2025 (Cetakan kedua)
    Harga: Rp250.000
    Tebal: 452 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024248406
    ISBN Digital: 9786024248413
    ID KPG: 592502486
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

    Dapatkan buku cetak di:

    Gramedia.com
    Gramedia Store
    KPG Official Shop di Shopee Mall
    Gramedia Official Shop di Shopee Mall
    Gramedia Official Store di Tokopedia

    E-Book

    Gramedia Digital

    Buku Terkait

  • Dokter di Jalan Kemanusiaan

    Dokter di Jalan Kemanusiaan

    Rumah Sakit Apung? Dokter Terbang? Kebanyakan orang mengernyitkan dahi begitu mendengar ide Lie Dharmawan. Ia bahkan dijuluki “dokter gila”. Kendati tak mudah, iman dan nasionalisme membimbing Lie untuk mewujudkannya. Bersama doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli), yang juga digagasnya, Lie melayani sebanyak mungkin masyarakat miskin yang selama ini kesulitan mendapatkan akses dan layanan medis, hingga pelosok-pelosok terpencil. “Kalau kamu menjadi seorang dokter, jangan mengambil duit yang banyak, jangan mengambil duit orang miskin. Mereka akan membayar tapi di rumah menangis karena tidak ada uang untuk membeli beras.” Begitulah pesan mamanya, yang melekat kuat dan menjadi pijakannya dalam menjalankan aktivitas-aktivitas kemanusiaan. Dari menggratiskan pasien miskin hingga mengobati demonstran yang terluka pada 1998. Lie sudah mantap melangkah di jalan kemanusiaan.

    Penulis: Sylvie Tanaga & Basilius Triharyanto
    Penyunting: Candra Gautama, Budi Setiyono
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: 16 April 2018
    Harga: Rp90.000
    Tebal: 246 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024248376
    ID KPG: 591801504
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Kartosoewirjo, Mimpi Negara Islam

    Seri Tempo: Kartosoewirjo, Mimpi Negara Islam

    Berasal dari keluarga abangan, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo menjadi pemimpin pemberontakan Darul Islam. Berbekal pengetahuan agama Islam yang digalinya secara otodidak, Kartosoewirjo memberontak demi cita-cita negara Islam. Toh, pemberontakannya telah ikut mewarnai sejarah pembentukan Republik yang masih berusia muda. Hampir lima puluh tahun setelah kematiannya, pemikiran dan cita-cita mendirikan negara Islam masih bergelora di kalangan sebagian umat Islam negeri ini dan masih terus mengilhami berbagai kelompok di negeri ini yang ingin menegakkan sebuah negara Islam—baik dengan jalan damai maupun kekerasan. Pengusung cita-cita negara Islam itu boleh saja terpecah-belah karena alasan ideologi atau kepentingan pribadi pemimpinnya. Ada yang memilih mengembangkan pendidikan, berjuang dengan program advokasi, ada pula yang tetap menghalalkan jalan kekerasan. Kelompok lain diyakini menjadi cikal bakal Jamaah Islamiyah. Namun semuanya tetap mengaku penerus cita-cita Kartosoewirjo. Kisah tentang Kartosoewirjo adalah satu cerita tentang “Tokoh Islam di Awal Kemerdekaan”, yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2003-2010. Serial ini menampilkan wajah Islam Indonesia yang beragam: dari dulu hingga kini selalu ada orang yang mengedepankan jalan moderat dan demokratis, tapi ada pula—karena kekecewaan—menyokong radikalisme dan kekerasan.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Politik
    Terbit: 21 Oktober 2016
    Harga: Rp60.000 (Seri Buku Saku: Rp45.000)
    Tebal: 158 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024242121
    ID KPG: 591601277
    Usia: 13+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG