Tag: Nonfiksi

  • Bukannya Aku Nggak Mau Menikah

    Bukannya Aku Nggak Mau Menikah

    Pernah mendengar nasihat serupa karena kamu perempuan di atas dua puluh lima tahun dengan kehidupan yang baik-baik saja menurut standar kamu… tapi belum menikah? Sepertinya buku yang sedang kamu pegang ini adalah pilihan yang tepat buatmu. Bukannya Aku Nggak Mau Menikah adalah kumpulan kisah keseharian

    Penulis: nya, Lee Joo Yoon. Mulai dari desakan orangtua agar dia segera menikah, teori cocoklogi tentang kenapa para kerabat jauh hobi bertanya “kapan nikah”, sampai penjelasan agak ilmiah tentang kenapa temperamen seseorang sering dikaitkan dengan status belum menikah, semua ditulis Joo Yoon dengan gaya ugal-ugalan. Kata-katanya yang lugas dan apa adanya mungkin terdengar blak-blakan dan terasa seperti tamparan keras atau sindiran sinis, tapi bisa jadi malah membuat kita serasa bercermin atau bahkan bak mendapat puk-puk hangat di pundak. Lee Joo yoon adalah
    Penulis: sekaligus ilustrator buku anak dan dewasa. Cita-citanya dulu ingin berkuliah jurusan Sastra, tapi dia gagal lulus ujian masuk. Joo yoon kemudian mempelajari naskah drama, esai, skrip fi lm serta membaca segala jenis buku panduan menulis dan kemudian menulis dengan caranya sendiri, tapi sampai saat ini kemampuannya belum pernah diganjar penghargaan tulismenulis sama sekali. namun demikian, mimpi terbesar dalam hidupnya adalah membuat tulisan yang mudah dibaca dan semoga buku ini adalah salah satu jalan menuju kesana.
    Penulis: Lee Joo Yoon
    Editor: Anida Nurrahmi
    Penerjemah: Riana Halim
    Penataletak
    Sampul: & Isi: Teguh Tri Erdyan
    Kategori: Nonfiksi, Self-Improvement
    Terbit: 17 November 2021
    Harga: Rp 90.000
    Tebal: 272 halaman
    Ukuran: 130 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816797
    ID KPG: 592101960
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: POP

  • Kartun Aljabar

    Kartun Aljabar

    BUKU ALJABAR BERGAMBAR YANG ENAK DIBACA DAN LENGKAP. Mari belajar aljabar bersama Larry Gonick! Dari operasi dasar (tambah/kurang/kali/bagi), konsep persamaan dan peubah, sampai grafik dan kuadrat, semua dijelaskan dengan kartun menarik dan humor segar, juga banyak contoh dan latihan soal. Kombinasi sempurna hiburan dan pendidikan—cocok untuk siswa, mahasiswa, guru, dosen, orangtua, dan profesional. LARRY GONICK telah membuat komik sejarah, sains, dan subjek lain selama empat puluh tahun lebih. Dia pernah menjadi pengajar kalkulus di Harvard (tempat dia mendapat gelar BA dan MA matematika) serta Knight Science Journalism Fellow di MIT. Dia staf kartunis di majalah Muse.

    Penulis: Larry Gonick
    Penerjemah: Mharta Adji Wardana
    Editor: Andya Primanda
    Penataletak: Tim GMY
    Ilustrator
    Sampul: Larry Gonick (diolah kembali oleh Teguh Tri Erdyan)
    Kategori: Nonfiksi, Sains, Matematika
    Terbit: 3 November 2021
    Harga: Rp 90.000
    Tebal: 236 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816780
    ID KPG: 592101957
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 13+
    Penerbit: KPG

  • Podium Sahibulhikayat

    Podium Sahibulhikayat

    BUKU ini berisi puluhan cerita faktual tentang kehidupan seni dan seniman di tengah gelombang sejarah, tentang gemuruh marching band, riuhnya seni perang, kipas indah pencipta seteru, persekutuan Petruk dengan Istana Baru, juga hubungan virus korona dengan seni, serta wisma cilik pemimpin negeri dan kecantikan mistis Dewi Sri. Heit…, ada pula tentang hikayat komik Tionghoa, “keindahan” bencana, logo politik sedunia, asal mula “lebaran kuda”, serta keajaiban nasib para sopir yang jadi ikon seni rupa. Dari podium sahibulhikayat, Agus Dermawan T—pengamat seni penerima berbagai penghargaan—menghibur kita lewat tulisan dan gambar penuh makna. “Pengetahuannya yang luas dan paripurna tentang seni rupa memungkinkan Agus Dermawan T menyusun buku seperti ini. Tulisannya mencerahkan.” —Prof. Dr Ninok Leksono, MA (Redaktur Senior Kompas, seniman, Rektor Universitas Multi Media Nusantara) “Tulisan Agus Dermawan T bukan semata urusan seni dan budaya. Sesekali perspektif berpikirnya melampaui kajian akademi.” —Dr Mikke Susanto, MA (Kurator, pengajar,

    Penulis: buku, dokumentator)
    Penulis: Agus Dermawan T
    Perancang
    Sampul: Rian Sebastian
    Penataletak: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Seni
    Terbit: 3 November 2021
    Harga: Rp 95.000
    Tebal: 336 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816605
    ISBN: Digital: 9786024816612
    ID KPG: 592101954
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Jejak Listrik di Tanah Raja

    Jejak Listrik di Tanah Raja

    SEJARAH KELISTRIKAN di Indonesia masih kurang diminati kalangan sejarawan. Kajian tentang listrik masih didominasi pendekatan teknis, dengan narasi rumus-rumus dan perhitungan yang mengerutkan dahi. Padahal kehadiran listrik telah mempercepat kemajuan ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya, termasuk emansipasi politik dan ideologi. Sejarawan Rudolf Mrazek lewat bukunya, Engineers of Happy Land, sempat menyinggung kehadiran listrik di Hindia Belanda dan menghubungkannya dengan fajar nasionalisme bumiputra pada awal abad ke-20, yang disebutnya sebagai “cahaya-cahaya baru dan lampu-lampu yang muncul setiap hari”. Buku ini menyajikan sejarah kelistrikan di Vorstelanden atau wilayah kekuasaan kerajaan di Surakarta. Banyak hal menarik diungkap, mulai dari kehadiran pabrik listrik yang dimotori penguasa kerajaan Kasunanan dan Mangkunegaran, munculnya budaya perkotaan akibat listrik, sampai pendirian pembangkit listrik oleh Mangkunegara VII, yang mencerminkan kemandirian bangsa, jauh sebelum Indonesia merdeka.

    Penulis: Eko Sulistyo
    Editor: Candra Gautama & Ariobimo Nusantara
    Perancang
    Sampul: Wendie Artswenda
    Penataletak: Wendie Artswenda & Setyo Bekti Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: 10 November 2021
    Harga: Rp 110.000
    Tebal: 296 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816766
    ISBN: Digital: 9786024816759
    ID KPG: 592101959
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Bersiap Melompat Jauh: Tantangan SDM Indonesia Kompeten

    Bersiap Melompat Jauh: Tantangan SDM Indonesia Kompeten

    Bersiap Melompat Jauh: Tantangan SDM Indonesia Kompeten merupakan rangkuman pembicaraan para pakar Human Resources Indonesia dalam seri Megadigitalk yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK). Melalui infografik dan penyampaian butir-butir pemikiran secara to the point, buku ini memaparkan duduk perkara persoalan SDM di tengah zaman yang terus berubah. Empat pertanyaan yang coba digulirkan dalam buku ini: pertama, sumber daya manusia macam apa yang kita butuhkan di masa depan? Kedua, bagaimana kita bisa mempersiapkannya? Ketiga, bagaimana seharusnya perusahaan menjalankan rodanya di tengah perubahan yang serba cepat? Termasuk peran baru departemen SDM. Keempat, pemimpin perusahaan macam apa yang dibutuhkan di masa depan? Jawaban yang ditawarkan dalam buku ini—disertai contoh best practices yang telah dijalankan oleh sejumlah perusahaan—tentu bukanlah solusi tertutup, melainkan pemantik diskusi agar pihak-pihak yang berkepentingan bisa saling berkolaborasi. Tidak hanya sangat relevan bagi mereka yang berkecimpung di bidang SDM, buku ini patut diketahui oleh praktisi pendidikan, pengambil kebijakan, serta calon tenaga kerja masa depan. Pengarah: Yunus Triyonggo Narasumber: Top HR Leader GNIK Penyusun: Candra Gautama & Ining Isaiyas Perangkum Materi: Ariobimo Nusantara, Ari Wulandari, Reynilda Hendryatie Ika Permana, dan Intan Kemala Dewi Perancang: Wendie Artswenda

    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 3 November 2021
    Harga: Rp 85.000
    Tebal: 244 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816704
    ISBN: Digital: 9786024816711
    ID KPG: 592101956
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Kisah Brang Wetan

    Kisah Brang Wetan

    KISAH BRANG WÉTAN: Berdasarkan Babad Alit dan Babadé Nagara Patjitan bukan hanya menyajikan sejarah Ponorogo dan Pacitan, melainkan juga seluruh Madiun Raya—bahkan sampai ke Surakarta, Trenggalek, Kediri, hingga Pajajaran di Jawa bagian barat. Kedua babad, Babad Alit (NN, 1911) dan Babadé Nagara Patjitan (Gandaatmadja, 1924), belum banyak dikenal. Dalam berbagai tulisan yang mengulas sejarah wilayah Brang Wétan (kini Jawa Timur), kedua babad ini belum dijadikan sumber rujukan. Tampaknya, sebelum sempat dibaca banyak orang, kedua babad telah berpindah ke luar negeri dan menjadi bagian dari Perpustakaan Universitas Leiden di Belanda. Kini, keduanya telah “pulang kampung”, diterjemahkan ke dalam

    Bahasa: Indonesia dan diterbitkan menjadi satu buku. Terjemahan ini juga disertai lampiran berupa catatan harian kapal Belanda, Pollux, yang sempat membuang sauh di Pacitan pada masa Perang Jawa. Dengan demikian, pembaca dapat dengan mudah menguji keandalan teksteks babad tradisional dengan sumber Eropa seperti ini. Perkembangan penelitian sejarah kiwari telah menunjukkan bahwa historiografi tradisional seperti babad juga mengandung informasi penting, sehingga sejarah setempat dapat ditulis dengan lengkap. Karena itu, kehadiran buku ini diharapkan membuka kesempatan bagi sejarawan dan masyarakat merangkai kembali sejarah Madiun Raya yang lebih lengkap. Penerjemah: Karsono Hardjoseputro
    Editor: Tamu: Peter Carey & Christopher Reinhart
    Alih Aksara: Nunus Supardi Akhlis, Syamsal Qomar
    Perancang
    Sampul: Wendie Artswenda
    Penataletak: Setyo Bekti Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: 27 Oktober 2021
    Harga: Rp 100.000
    Tebal: 300 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816421
    ISBN: Digital: 9786024816438
    ID KPG: 592101944
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Demokrasi di Indonesia: Dari Stagnasi ke Regresi?

    Demokrasi di Indonesia: Dari Stagnasi ke Regresi?

    “Seberapa jauh demokrasi Indonesia mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), 2014–sekarang, setelah stagnan selama dua periode (2004–2014) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? —R. William Liddle, Asian-Pacific Economic Literature, 2021. Inilah pertanyaan utama dari buku ini. Menjawabnya mengharuskan kita untuk mendengar berbagai asumsi, beberapa atau semuanya mungkin saja salah. Indonesia telah lama dipuji karena kemampuan transisi demokrasinya di tengah kemunduran demokrasi dunia. Tetapi ketika negara ini memasuki dekade ketiga demokrasi, pujian itu mulai tak relevan lagi. Stagnasi yang terjadi pada periode kedua SBY telah memberi jalan bagi pola regresi demokrasi yang lebih luas di bawah penggantinya, Jokowi. Buku ini adalah studi komprehensif pertama tentang kemunduran demokrasi kontemporer Indonesia. Para kontributornya mengidentifikasi, menjelaskan, dan memperdebatkan tanda-tanda kemunduran, termasuk tindakan keras pemerintah yang sewenang-wenang terhadap kebebasan berbicara dan berkumpul, bangkitnya main hakim sendiri, sekaligus menciptakan suasana politik yang semakin terpolarisasi, populis, hingga terkikisnya checks and balances pada kekuasaan eksekutif. Mereka mempertanyakan, “Mengapa Indonesia yang selama ini dianggap sebagai mercusuar demokrasi yang baik, kini malah ikut menuju pola demokrasi dunia yang mundur?”

    Editor: Tamu: Thomas Power dan Eve Warburton (Public Virtue & Kurawal Foundation)
    Penerjemah & Penyelaras Aksara: Usman Hamid, Darmawan Triwibowo, dan Anita Wahid
    Perancang
    Sampul: Rachel Samantha
    Kategori: Nonfiksi, Politik
    Terbit: Desember 2021
    Harga: Rp
    Tebal: 586 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816469
    ISBN: Digital: 9786024816476
    ID KPG: 592101945
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG E-book
    Gramedia Digital Buku Terkait

  • Wartawan Jadi Pendeta: Sebuah Otobiografi

    Wartawan Jadi Pendeta: Sebuah Otobiografi

    Putu Setia tidak pernah menduga dirinya akan menjadi seorang pendeta. Dari keluarga miskin di Bali, Putu Setia melakoni kehidupan yang keras. Ia pernah menyaksikan kelamnya tragedi pasca G30S (pembantaian PKI) dan Peristiwa Buleleng (peng-Golkar-an Bali), berhenti sekolah karena persoalan biaya, merasakan sulitnya menjadi anak panggung, hingga akhirnya menemukan gairah dalam dunia jurnalistik yang ia tekuni selama lebih dari tiga dekade. Dunia yang mengasah idealisme dan memapankan kehidupannya. Namun, bagi Putu Setia, hidup bukan hanya tentang materi, melainkan proses dalam mensyukuri segala hal yang telah semesta beri, bagaimanapun caranya. Menjadi pendeta dan mengabdikan dirinya pada umat merupakan cara yang dipilih oleh Putu Setia untuk mensyukuri kehidupan, selain membayar utang budi terhadap leluluhur. Nama Putu Setia pun berganti menjadi Ida Pandita Mpu Jaya Prema Anada dan akrab disapa “Mpu Jaya Prema”. Buku ini menuturkan kisah Mpu Jaya Prema dalam menjalani transformasi spiritual untuk menjadi seorang pendeta. Tak hanya itu, Mpu Jaya Prema juga mengajak kita untuk menelusuri seluk beluk kehidupan sosial dan adat istiadat Bali, memahami makna yang terdapat dalam setiap tradisi. Dituturkan dengan rinci dan jernih, buku ini membuat kita seolah-olah hadir daam setiap pengalaman yang ia kisahkan.

    Penulis: Putu Setia
    Editor: Laras Sukmaningtyas
    Perancang
    Sampul: Aldy Akbar
    Penataletak: Nyoman Wirya Suniatmaja dan Aldy Akbar
    Kategori: Nonfiksi, Otobiografi
    Terbit: Mei 2013
    Harga: Rp
    Tebal: 412 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799105837
    ISBN: Digital:
    ID KPG: 901130677
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Reinventing Comics (Mencipta Ulang Komik)

    Reinventing Comics (Mencipta Ulang Komik)

    Setelah menggemparkan jagat komik dalam karya terdahulu, Understanding Comics, kini Scott McCloud menjabarkan dua belas revolusi yang terjadi di dunia komik, baik dalam produksi maupun menghadapi era Internet dan komputer. McCloud mengungkap berbagai kelebihan komik Amerika, Eropa, dan Jepang, berikut perkembangan mutakhir teknologi dan budaya untuk memetakan jalan yang bisa ditempuh komik untuk menuju wujud anyar. Bagian Pertama Mencipta Ulang Komik mencakup: Komik sebagai bentuk seni dan sastra Perjuangan hak-hak komikus Revolusi bisnis komik Keterwakilan gender dan etnis dalam komik Dalam Bagian Kedua, McCloud mengantarkan gambaran revolusi komik digital yang mencakup: Seluk-beluk produksi digital Merebaknya sistem pengantaran online Tantangan pamungkas kanvas digital tanpa batas

    Penulis: Scott McCloud
    Penerjemah: Damaring Tyas Wulandari Palar
    Editor: Andya Primanda
    Penataletak & Pengolah
    Sampul: Setyo Bekti Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Komik
    Terbit: 6 Juli 2022 (Cetakan ke-2), 2008 (Cetakan pertama)
    Harga: Rp120.000
    Tebal: 252 halaman
    Ukuran: 170 mm x 240 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024818197
    ID KPG: 592202032
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • 5 Crystal Boys: Brings The Boys Out

    5 Crystal Boys: Brings The Boys Out

    Kevin Julio, Ahyar, Boy William, Stefan William, dan Christ Laurent. Siapa sih yang enggak tahu kelima cowok ini? Cakep iya, prestasinya segudang, posenya kalau berfoto keren. Pokoknya lengkap deh. Dan kini mereka berlima tampil dalam photo book ini serta berbagi cerita-cerita lucu, impian, dan tak lupa pose-pose kerennya. Jadi, buat para penggemar 5 Crystal Boys, buku ini untuk kalian.

    Penulis: Malibu Studio
    Kategori: Nonfiksi, Hobi, Entertainment, Autobiografi
    Terbit: 28 April 2014
    Harga: Rp 67.000
    Tebal: halaman
    Ukuran: 200 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799107114
    ISBN: Digital:
    ID KPG: 901140806
    Bahasa: Indonesia
    Bonus: Poster dan Voucher
    Usia: 13+
    Penerbit: Ice Cube