Tag: Nonfiksi

  • Bumi yang Tak Dapat Dihuni

    Bumi yang Tak Dapat Dihuni

    ”Jika Anda hanya membaca satu buku nonfiksi tahun ini, seharusnya yang ini… buku ini memaksa Anda menghadapi hal paling penting dibanding lainnya.” —David Sexton, Evening Standard. Parah. Lebih parah daripada yang Anda kira. Tak benar kalau dibilang perubahan iklim terjadi dengan lambat, apalagi kalau dibilang tak terjadi. Dan jika kekhawatiran Anda mengenai perubahan iklim sebatas efeknya menaikkan permukaan laut, itu belum apa-apa, baru secuil dari segala kemungkinan musibah yang disebabkannya, yang bisa terjadi bahkan dalam masa hidup seorang remaja sekarang. Selama beberapa puluh tahun belakangan, istilah “Antroposen” telah memasuki imajinasi populer—nama untuk era geologis yang kita alami, didefinisikan dengan campur tangan manusia terhadap planet ini. Namun meski Anda mungkin sadar bahwa kita telah merusak alam, dan jelas kita sudah melakukannya, siapa tahu kita justru baru memprovokasi alam, ketika dalam ketidaktahuan (awalnya) lalu ketidakpedulian (sekarang) kita membuat sistem iklim yang akan memerangi kita selama berabad-abad, barangkali sampai kita musnah. Sistem itu akan mengubah kita, merombak semua aspek cara hidup kita—planet ini bukan lagi menopang impian kemakmuran, melainkan mimpi buruk yang nyata. “Buku yang mencekam, menakutkan, dan menohok ini barangkali adalah penjelasan terluas sejauh ini mengenai bagaimana perubahan iklim akan mengubah segala segi kehidupan kita, mulai dari di mana kita hidup, apa yang kita makan, sampai cerita yang kita sampaikan. Bacaan wajib untuk dunia kita yang makin asing dan tak terduga.” —Amitav Ghosh,

    Penulis: Flood of Fire.
    Penulis: David Wallace-Wells
    Editor: GPU
    Kategori: Nonfiksi, Sains
    Terbit: 23 September 2019
    Harga: Rp99.000
    Tebal: 340 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786020632346
    ID GPU:
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: GPU

  • Genom: Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab

    Genom: Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab

    Genom manusia, seperangkat lengkap gen yang terdapat dalam dua puluh tiga pasang kromosom, tidak lain adalah autobiografi spesies kita. Dengan telah diumumkannya “draf kasar” genom manusia, berarti kita, generasi yang beruntung ini, menjadi makhluk hidup pertama yang mampu membaca buku pintarnya sendiri, sekaligus memperoleh wawasan paling mendalam tentang makna hidup, arti menjadi manusia, kesadaran, atau fenomena jatuh sakit. Dengan mengambil satu gen yang baru ditemukan dari tiap pasang kromosom kemudian menyuruhnya bercerita, Matt Ridley mengajak kita menapak tilas sejarah spesies kita sendiri berikut nenek-nenek moyangnya, sejak fajar kehidupan hingga peluang datangnya zaman kedokteran masa depan. Ia menemukan gen-gen yang mungkin memengaruhi kecerdasan kita, gen-gen yang memungkinkan kita bertata

    Bahasa: , gen-gen yang memandu perkembangan tubuh dan otak kita, gen-gen yang memungkinkan kita mengingat, gen-gen yang menunjukkan keistimewaan unsur bawaan dan pengaruh pengasuhan, gen-gen yang membebani kita dengan kecenderungan egois, gen-gen yang saling berperang, juga gen-gen yang merekam sejarah perpindahan penduduk. Ia menggali berbagai upaya penerapan genetika: untuk memahami penyakit Huntington hingga mengobati kanker. Ia mengupas munculnya kecemasan dan kengerian terhadap eugenika, serta implikasi filosofi dari memahami paradoks kehendak bebas.
    Penulis: Matt Ridley
    Editor: GPU
    Kategori: Nonfiksi, Sains
    Terbit: 19 Juni 2017
    Harga: Rp98.000
    Tebal: 466 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786020339764
    ID GPU: 617220006
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: GPU

  • Kartini Blue Bird: The Spirit of Emak-Emak

    Kartini Blue Bird: The Spirit of Emak-Emak

    Proses perubahan selalu membutuhkan waktu.Kerja pemberdayaan bukanlah kerja instan, dan hasilnya bukan simsalabim.Buku ini membagikan cerita mengenai langkah-langkah kecil Kartini Blue Bird untuk pemberdayaan perempuan.Bukan semata-mata menempatkan perempuan di ranah publik, tetapi dengan membangun kewirausahaan “dari dalam rumah”.

    Penulis: Maria Hartiningsih
    Editor: Christina M. Udiani
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 14 Mei 2018
    Harga: Rp 65.000
    Tebal: 148 halaman
    Ukuran: 140 mm x 224 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024289577
    ID KPG: –
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Intelektual Jalan Ketiga

    Intelektual Jalan Ketiga

    Intelektual Jalan Ketiga merupakan bunga rampai pemikiran Prof. Dr Cornelis Lay (CL) yang ditulis oleh para kolega dan sahabat dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke enam puluh. Disamping membuat kesaksian atas CL sebagai human-sebagai murid, guru, teman, dan rekan kerja-buku ini memotret CL sebagai pemikir yang bergulat dengan isu-isu penting terkait demokrasi, desentralisasi, nasionalisme, dan reformasi keamanan dalam konteks Indonesia pasca-Orde Baru. Di situlah sumbangan penting buku ini, membabarkan diskursus yang menjelaskan dan menggali proses reformasi politik Indonesia setelah Soeharto lengser.

    Penulis: Praktikno, dkk
    Editor: Galang
    Kategori: Nonfiksi, Sosial, Kebudayaan
    Terbit: 9 September 2019
    Harga: Rp 95.000
    Tebal: 448 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024812249
    ID KPG: 591901688
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Jalan Pulang

    Jalan Pulang

    Awal dan akhir suatu perjalanan mustahil diungkapkan, tetapi begitu melangkah, tak ada kekuatan dari luar yang dapat menghentikan. Setiap langkah adalah doa. Di dalamnya ada yang berlalu dan yang baru, namun yang lalu adalah baru dan yang baru segera lalu, dengan Waktu sebagai Sang Penentu. Di dalam waktu, semua datang untuk pergi dan yang pergi akan hadir lagi dalam bungkus lain. Semuanya menyertai perjalanan sampai di penghujung, entah di mana, karena bukan itu tujuanku. Proses berjalan; adalah yang lebih penting. Meski demikian, kujumpai stasi demi stasi untuk mengambil napas; pemberhentian untuk melihat kembali tapak demi tapak yang menyilam dan menatapnya dalam-dalam. Kemudian, kulanjutkan perjalanan. Camino Santiago—Lourdes—Plum Village—Oran dan Mostaganem adalah serangkaian perjalanan antara 2013-2014 menuju titik kulminasi tentang hakikat pencarian dan kerinduan menemukan Jalan Pulang. Aku menjalani Jalan; lalu Jalan itu berjalan di dalam diriku, sepanjang waktuku.

    Penulis: Maria Hartiningsih
    Editor: Christina M. Udiani
    Penataletak: Leopold Adi Surya & Teguh Tri Erdyan
    Perancang
    Sampul: Ellen Halim (CU 2023)
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: Januari 2017, 18 Januari 2023 (cet. ke-2)
    Harga: Rp125.000
    Tebal: 520 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024242220
    ID KPG: 592302105
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Bonus: Pembatas buku
    Penerbit: KPG

  • Inovasi Birokrasi: Membuat Kerja Lebih Bermakna

    Inovasi Birokrasi: Membuat Kerja Lebih Bermakna

    SIAPA BILANG birokrat tidak kerja keras? Siapa Bilang birokrat tidak rajin? Banyak birokrat harus berangkat dari rumahnya pukul 5 pagi, kemudian pulang setelah pukul 10 malam. Siapa Bbilang birokrat kita tidak produktif? Birokrat kita itu banyak yang produktif. Banyak sekali regulasi yang dihasilkan, hingga menumpuk jadi ratusan halaman laporan Justru itu masalahnya. Birokrat terus-menerus terjebak dalam kedisiplinan semua sistem birokrasi. Kedisiplinan itu tampak dalam jam kehadiran, serta dalam mengikuti prosedur dan membuat prosedur baru yang makin ketat. Kedisiplinan dalam membuat laporan bahkan hanya dilakukan untuk “memuaskan” prosedur. Birokrat sering “dianiaya” oleh birokrasi yang dibuatnya sendiri. Birokrasi justru membuat kerja keras dan pengorbanan birokrat sering menjadi sia-sia. Karena itu, perlu upaya serius untuk mereformasi birokrasi. Tidak ada jalan lain bagi kita kecuali melakukan inovasi. Buku ini berupaya menyajikan rujukan teoritis, tips-tips berinovasi, dan contoh nyata upaya berinovasi di lingkungan birokrasi. Melalui inovasi, birokrat dapat bekerja dengan lebih mudah. Inovasi juga memudahkan masyarakat dalam menikmati hasil hebatnya.

    Penulis: Kemensetneg
    Editor: Yoseph
    Editor: Gogor Eko Nurharyoko, Ayodha Pramudita, RH. Bambang B. Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Sosial, Politik
    Terbit: 30 Maret 2020
    Harga: Rp 65.000
    Tebal: 246 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024813635
    ID KPG: 592001783
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Surga Kemelut Pelukis Hendra

    Surga Kemelut Pelukis Hendra

    Hendra Gunawan (1918 -1983) adalah maestro seni lukis Indonesia. Ketika ia wafat, doa seluruh agama mengantarnya. Tahun 2018 Hendra “berusia” 100 tahun, dan lukisannya yang dihargai amat tinggi jadi sasaran pemalsuan. Namun sebelum namanya dijunjung tinggi, ningrat Sunda kaya ini ternyata memanggul nasib begitu ganjil. Ia minggat dari rumah untuk membela ibundanya, bersahabat dengan seorang kere, dan ikut jadi “gelandangan”. Ia turut berlaga dalam perang revolusi, bergabung dengan Chaerul Shaleh, Adam Malik, dan sebagainya. Ia terus melukis meski perut keroncongan, sampai semaput di pinggir jalan. Pada pameran tahun 1946, para tunawisma dijajar sebagai “pagar ayu” untuk menyambut Bung Karno. Sebagai pendiri Sanggar Pelukis Rakyat, Hendra terseret politik. Pasca Gerakan 30 September 1965 ia ditangkap dan meringkuk dalam penjara selama 13 tahun tanpa pernah sedetik pun diadili. Agus Dermawan T, pengamat seni peraih berbagai penghargaan literasi, menulisakannya dengan sangat menarik dalam buku ini, dihiasi foto dan lukisan yang memikat. Terutama karya Hendra

    Penulis: Agus Dermawan T.
    Editor: Candr Gautama
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Kebudayaan, Biografi, Seni Rupa
    Terbit: 9 Juli 2018
    Harga: Rp 95.000
    Tebal: 308 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024248833
    ID KPG: 591801527
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Melacak Lukisan Palsu

    Melacak Lukisan Palsu

    PEMALSUAN lukisan bukan sekadar dongeng. Kasus-kasus yang diceritakan dalam buku ini mengungkap liku-liku perdagangan lukisan palsu dan jejaringnya yang sistematis. Mulai dari pelukis hingga ke tangan para kolektor papan atas, bahkan ke balai-balai lelang. Para pemalsu lukisan itu begitu lihai meniru lukisan-lukisan para maestro seperti Hendra Gunawan dan S. Sudjojono, sampai-sampai berhasil mengecoh para profesional dengan lukisan “bodong” mereka. Maka buku ini diterbitkan agar para kolektor dan pencinta seni rupa dapat berhati-hati memilih dan membeli lukisan. Melacak Lukisan Palsu berusaha memberikan pemahaman mengenai karya dan riwayat kekaryaan para maestro seni rupa Indonesia dengan memperbandingkan yang asli dan palsu. Melalui buku ini pembaca diajak untuk melatih mata, akal, dan rasa dalam menyikapi kasus-kasus lukisan palsu dan mengapresiasi karya-karya seni, terutama karya para maestro Tanah Air.

    Penulis: Syakieb Sungkar, dkk
    Editor: Candra
    Kategori: Nonfiksi, Kebudayaan, Seni rupa
    Terbit: 29 Oktober 2018
    Harga: Rp 100.000
    Tebal: 296 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024810535
    ID KPG: 591801566
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Monolog Aldy

    Monolog Aldy

    Aldy atau Raynaldy Halim, kelahiran 1997, menderita autisme sejak berusia 16 bulan. Berbagai cara penyembuhan telah diupayakan oleh ayah dan ibunya, dengan melibatkan banyak dokter, psikiater, psikolog, agamawan, ahli pengobatan tradisional sampai ahli kebatinan dari berbagai kota dan negara. Aldy akhirnya membaik lewat terapi seni lukis, dan kini ia menjadi pelukis. Keindahan nuansa karyanya hadir fenomenal, sehingga mengundang perhatian panitia pameran internasional. Buku ini menceritakan penderitaannya, perjuangannya, prestasinya, dan kebahagiaannya.

    Penulis: Agus Dermawan T.
    Editor: Candr Gautama
    Kategori: Nonfiksi, Biografi, Kebudayaan, Seni Rupa
    Terbit: 26 Desember 2018
    Harga: Rp 100.000
    Tebal: 248 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: softcover
    ISBN: 9786024810801
    ID KPG: 591801590
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Dari Lorong-lorong Istana Presiden

    Dari Lorong-lorong Istana Presiden

    Dari Lorong-lorong Istana Presiden berisi 45 artikel yang membicarakan Istana Presiden dari sudut pandang sosial, kebudayaan, dan seni. Dari sejarah pendiriannya 300 tahun silam, isi dapurnya, sampai segala yang berkelindan di taman luasnya. Dari ulah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, gaya Bung Karno, sepeda Jokowi, sampai tikus, pigura, telur, lukisan, catut, perempuan, museum, naskah pidato, dan batu akik. Buku ini ditulis oleh Agus Dermawan T., kolumnis independen yang masuk-keluar Istana Presiden sejak 1981. Penyampaiannya yang merdeka, kritis, hormat, gembira, dan indah, mengingatkan apa yang ditulis oleh budayawan Dr Jean Couteau: Agus adalah “seniman” di antara

    Penulis: seni dan “analis” tajam di antara para seniman.
    Penulis: Agus Dermawan T.
    Editor: Galang Aji Putro
    Kategori: Nonfiksi, Seni Rupa
    Terbit: 11 Maret 2019
    Harga: Rp180.000
    Tebal: 384 halaman
    Ukuran: 180 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024811082
    ID KPG: 591901628
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG