Tag: Nonfiksi

  • Seri Tempo: Chairil Anwar, Bagimu Negeri Menyediakan Api

    Seri Tempo: Chairil Anwar, Bagimu Negeri Menyediakan Api

    Chairil Anwar bukanlah sastrawan yang hanya merenung di balik meja lalu menulis puisi. Sajak “Diponegoro” yang petilannya menerIakan kata-kata Maju Serbu Serang Terjang, misalnya, ia tuliskan untuk menggelorakan kembali semangat juang. Melalui sajak ini, ia mengungkap sosok Diponegoro yang kuat dan liat menghadapi Belanda. Chairil tegas melawan kolonialisme. Sebuah kutipan populer yang menandakan semangat itu terambil dari puisi itu: sekali berarti, sudah itu mati. Sesudah kemerdekaan, sikap juang Chairil semakin kuat terlukis dalam puisi-puisinya. Salah satunya adalah sajak “Krawang Bekasi” yang ditulis berdasarkan pengalamannya saat agresi militer Belanda I pada 21 Juli 1947. Tapak berkesenian Chairil mencuatkan namanya sebagai pelopor angkatan 45 yang mendobrak angkatan sebelumnya. Terkenal dengan potret diri yang ikonik dalam pose mengisap sebatang rokok, Chairil menghasilkan sajak-sajak yang memperkaya khazanah sastra Indonesia.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Editor: Galang
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Sejarah, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: 3 Oktober 2016
    Harga: Rp75.000
    Tebal: 164 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024241889
    ID KPG: 591601263
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Muhammad Yamin, Penggagas Indonesia Dihujat & Dipuji

    Seri Tempo: Muhammad Yamin, Penggagas Indonesia Dihujat & Dipuji

    Menggagas banyak mitos tentang Indonesia, ia pencinta Republik yang keras kepala. Bung Hatta menuding ia licik. Sederet kontroversi serta tuduhan menyelimuti Muhammad Yamin: menyembunyikan naskah otentik perumusan dasar negara, mengaku berpidato dan menyerahkan rancangan hukum dasar yang mirip UUD 1945, juga menciptakan figur Gajah Mada tanpa mengindahkan verifikasi arkeologis. Di ranah politik Yamin tak hanya berpindah-pindah partai. Ia juga sigap melompat keluar dari jalur nonkooperatif ketika sejumlah tokoh pergerakan sealiran ditangkap Belanda. Dia salah satu pelaku kudeta pertama dalam sejarah Indonesia merdeka pada 3 Juli 1946. Sejarah memang memiliki kegilaannya sendiri. Yang terpenting dipelajari dari Yamin barangkali bahwa revolusi Indonesia harus dipandang secara lebih rileks. Tak perlu ada glorifikasi karena mozaik itu disusun oleh manusia biasa. Muhammad Yamin salah satunya. Kisah Muhammad Yamin adalah satu dari delapan cerita tentang para bapak bangsa: Sukarno, Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Tjokroaminoto, Douwes Dekker, dan Agus Salim. Diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo, serial buku ini mereportase ulang kehidupan para pendiri republik. Mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, ketakutan, hingga kisah cinta dan cerita kamar tidur mereka.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Editor: Galang
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Sejarah, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: 16 Maret 2015
    Harga: Rp 60.000
    Tebal: 192 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024242169
    ID KPG: 591601276
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Hamengku Buwono IX, Pengorbanan Pembela Republik

    Seri Tempo: Hamengku Buwono IX, Pengorbanan Pembela Republik

    Hamengku Buwono IX merupakan figur fenomenal. Selama ini ia lebih dikenal sebagai tokoh kultural. Perannya di bidang politik dan ekonomi kerap tenggelam. Padahal, sepak terjangnya sebagai penyokong kaum republiken tak pernah henti. Hanya dalam tiga hari, Sultan menyatakan Yogyakarta bergabung ke dalam Republik Indonesia. Ketika Belanda mengklaim bahwa Republik Indonesia telah mati, Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu berhasil mematahkan tuntutan tersebut. “Langkahi mayat saya dahulu,” kata Sultan Hamengku Buwono IX kepada Jenderal Meijer yang hendak mengacak-acak keraton. Itu terjadi pada Serangan Umum 1 Maret 1949. Ia tak segan berbeda jalan dengan sahabatnya, Sultan Hamid II yang membangun konfrontasi terhadap Republik Indonesia. Hamengku Buwono IX juga berperan besar dalam pembangunan ekonomi Inodnesia. Pada awal pemerintahan Orde Baru, ia membangun fondasi ekonomi pemerintahan. Sebagai Menteri Negara Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, ia memimpin delegasi berkeliling ke mancanegara, mengundang pengusaha global untuk menanam modal di Indonesia. Raja Jawa yang bernama kecil Gusti Raden Mas Dorodjatun ini memiliki karakter yang merupakan paduan nilai Timur dan Barat. Gandrung pada seni tari, gemar, melukis, dan berkuda, ia menunjukkan sikap egaliter sejak kanak-kanak dan tak pernah merasa mal;u tanpa pelayanan abdi yang berlebihan. Kisah Hamengku Buwono IX adalah satu dari delapan cerita lain tentang Bapak Bangsa: Sukarno, Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Tjokroaminoto, Douwes Dekker, Agus Salim, dan Muhammad Yamin. Diangkat dari edisi khusus majalah Berita mingguan Tempo, serial buku ini mereportase ulang kehidupan para pendiri republik. mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, ketakutan, hingga kisah cinta dan cerita kamar tidur mereka.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Editor: Galang
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Sejarah, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: 19 Oktober 2015
    Harga: Rp 60.000
    Tebal: 192 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799109637
    ID KPG: 591501076
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Agus Salim, Diplomat Jenaka Penopang Republik

    Seri Tempo: Agus Salim, Diplomat Jenaka Penopang Republik

    Ketika masih muda, saat pikiran kritisnya masih berdistraksi, ia bertanya kepada seorang ulama “apakah Adam dan Hawa memiliki pusar?” Ulama itu menjawab “ada, karena mereka juga manusia.” “Kalau punya pusar, sebagaimana halnya kita, itu tandanya mereka dilahirkan oleh seorang ibu.” Kemudian ulama itu tidak dapat menimpalinya kembali. Agus Salim merupakan seorang diplomat, ia seorang yang sangat cerdik dan pendebat ulung. Seorang alim yang kritis dan ulama yang moderat. Ialah yang menemukan Islam untuk Indonesia, Islam yang tidak terikat oleh adat dan kebiasaan, tapi dapat menggerakkan bangsa untuk menentukan nasib sendiri. Pada kesempatan lainnya, di atas kapal Renville, ia membuat utusan dari Belanda yang menuduh Indonesia menyalahi kesepakatan Linggarjati bungkam. “Apakah aksi militer yang Tuan lancarkan terhadap kami sesuai dengan Perjanjian Linggarjati? Kalau Tuan-tuan melancarkan sekali lagi aksi militer terhadap kami, kami akan mencapai pengakuan de jure dari seluruh dunia.”

    Penulis: Redaksi Tempo
    Editor: Galang
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Sejarah, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: 2 November 2015
    Harga: Rp 60.000
    Tebal: 192 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799109682
    ID KPG: 591501081
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Douwes Dekker, Sang Inspirator Revolusi

    Seri Tempo: Douwes Dekker, Sang Inspirator Revolusi

    Ketahuilah bahwa semangat menggapai kemerdekaan tidak hanya dimiliki oleh pribumi, beberapa nama Belanda, Douwes Dekker salah satunya, juga turut membantu melepaskan Indonesia dari masa penjajahan. Douwes Dekker yang dikenal dengan nama Multatuli, adalah seorang berdarah campuran Belanda, Perancis, Jerman dan Jawa. Pemerintah kolonial Belanda mencapnya sebagai salah satu ancaman. Meskipun sampai dibuang ke Belanda, bahkan ke Suriname, namun rasa cinta tanah air Douwes Dekker tidak pernah luntur habis dimakan lelah. Diasingkan berulang kali akibat ideologipun, ia tetap bersemangat kembali bangkit bersama Hindia Belanda dalam meneruskan perjuangan menyingkirkan penjajahan. Buku ini memanglah membahas tentang sejarah, namun dikemas secara menarik dengan gaya investigatif sehingga memunculkan petualangan sendiri melalui larik-larik tulisan dari berbagai sudut pandang. Inilah.. sebuah kisah perjuangan si pemberani berdarah Belanda yang di kemudian hari juga dikenal sebagai Danudirja Setiabudi.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Editor: Galang
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Sejarah, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: 2 November 2015
    Harga: Rp60.000
    Tebal: 180 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 978979910699
    ID KPG: 591501082
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spritualisme Kritis 1

    Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spritualisme Kritis 1

    Ingin menulis tapi tak bisa? Merasa punya ide tapi tidak bisa menuangkan? Atau, merasa tak ada ide kreatif sama sekali? Buku ini memberi banyak tips sederhana dan praktis yang orisinil. Bercerita itu pada dasarnya sesederhana Ci-Luk-Ba! Untuk membuat bank ide, gunakan 4 Pola Pikir. Juga ada tips untuk membangun gaya

    Bahasa: yang indah dan otentik. Prinsip-prinsip yang diberikan di sini tak hanya berguna untuk
    Penulis: an, tetapi juga untuk kreativitas di bidang lain. Ayu Utami adalah
    Penulis: yang tak hanya produktif dan konsisten, tapi juga mendapatkan penghargaan nasional dan internasional, antara lain Prince Clause Award (2000) untuk bidang kebudayaan. Ia memperkenalkan “spiritualisme kritis” pertama dalam novel Bilangan Fu (2008) dan mengembangkan konsep itu untuk kelas menulis dan berpikir kreatif. Selain di dalam negeri, ia pernah mengajar
    Penulis: an kreatif di India dan Austria. Bukunya diterbitkan dalam banyak
    Bahasa: asing; yang terbaru Hongaria dan Makedonia.
    Penulis: Ayu Utami
    Penataletak: Deborah Amadis Mawa & Wendie Artswenda
    Gambar
    Sampul: Ayu Utami, diolah oleh Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sastra
    Terbit: 29 Juni 2015 (Cetakan pertama), 25 Januari 2023 (Cetakan keempat)
    Harga: Rp120.000
    Tebal: 210 halaman
    Ukuran: 130 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024242817
    ISBN: Digital: 9786024242824
    ID KPG: 592302103
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Ensiklopedia Saintis Junior: Antariksa

    Ensiklopedia Saintis Junior: Antariksa

    Antariksa selalu menjadi wilayah yang misterius. Hanya sedikit orang beruntung yang pernah mengunjunginya. Berkat kecanggihan teknologi, mulai dari pesawat ulang alik, robot, dan berbagai satelit, perlahan rahasia antariksa mulai terkuak. Buku ini adalah catatan terkini mengenai hasil temuan antariksa. Lewat foto dan gambar yang memukau, kita bisa menyaksikan keindahan fenomena antariksa seolah berada di depan mata. Kamu bisa memahami bagaimana terbentuknya bintang, munculnya aurora, benturan meteorit, hingga Ledakan Besar pembentuk alam semesta. Penasaran tentang alien? Atau bermimpi pindah ke Mars? Jawaban pastinya bisa kamu dapatkan di buku ini!

    Penulis: Giles Sparrow
    Editor: April
    Kategori: Nonfiksi, Seri Ensiklopedia Saintis Junior, Buku Anak, Ensiklopedia
    Terbit: 23 Desember 2019
    Harga: Rp158.000
    Tebal: 128 halaman
    Ukuran: 190 mm x 240 mm
    Sampul: Hardcover
    ISBN: 9786024812850
    ID KPG: 591901728
    Bahasa: Indonesia
    Usia: SU
    Penerbit: Kiddo

  • Ensiklopedia Saintis Junior: Hewan

    Ensiklopedia Saintis Junior: Hewan

    Bersiaplah memulai perjalanan luar biasa di dunia hewan. Jumpai unta yang meludahkan isi perutnya kepada musuh, elang-elang yang dilatih untuk membantu berburu orang Kazakh di Mongolia, dan sungut gada betina yang memikat mangsa dengan antena menyala. Semuanya bisa kamu temukan di buku ini! Hewan memiliki keunikan yang luar biasa. Walau tak memiliki otak serumit manusia, hewan dianugerahi tubuh, senjata, dan naluri untuk bertahan hidup. Tahukah kamu jika semut berternak kutu daun untuk mengambil embun madunya? Atau bahwa bintang laut mendorong perutnya keluar untuk memakan kerang? Masih banyak lagi fakta-fakta unik hewan di buku ini. Dengan foto-foto yang menakjubkan, buku ini akan mengajakmu seolah bercengkerama langsung dengan hewan-hewan hebat di seluruh dunia.

    Penulis: Michael Leach & Meriel Lland
    Penerjemah: Ine Nuraini
    Editor: April
    Kategori: Nonfiksi, Seri Ensiklopedia Saintis Junior, Buku Anak, Ensiklopedia
    Terbit: 23 Desember 2019
    Harga: Rp158.000
    Tebal: 128 halaman
    Ukuran: 190 mm x 240 mm
    Sampul: Hardcover
    ISBN: 9786024812843
    ID KPG: 591901727
    Bahasa: Indonesia
    Usia: SU
    Penerbit: Kiddo

  • Madiun dalam Kemelut Sejarah

    Madiun dalam Kemelut Sejarah

    Sinopsis

    LEWAT buku ini sejarawan Ong Hok Ham menyadarkan kita bahwa Madiun memiliki sejarah yang panjang. Maka betapa salah jika ingatan atas wilayah ini hanya terpatri pada sejarah prahara PKI 1948.

    Pada era Perang Giyanti (1746-1755), misalnya, Madiun memberikan dukungan yang amat penting bagi Sultan Mangkubumi (bertakhta 1749-1792). Dukungan ini berasal dari sosok Kiai Tumenggung Wirosentiko (sekitar 1720-1784), gegedug (jawara)

    Sukowati, yang menjadi panglima setia Mangkubumi selama perang. Pasca-berdirinya Yogyakarta, sang jawara Sukowati diangkat sebagai Bupati Wedana Madiun dengan gelar Raden Ronggo Prawirodirjo I (menjabat 1760-1784) dan diberi janji bahwa Sultan akan menyayangi keturunannya selamanya.

    Bahkan pada masa Mataram akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17, Madiun telah menjadi pusat pemerintahan alternatif. Bupati dari Mancanegara Timur ini—istilah bagi daerah di luar Yogyakarta dan Surakarta—bisa bertindak sebagai raja kecil di wilayahnya. Sulitnya medan yang ditempuh antara Yogyakarta dan Madiun memberi semacam perasaan bebas merdeka pada para bupati kawasan timur.

    Buku ini juga menguraikan peran para bupati Mancanegara Timur—terutama di Madiun—dalam relasinya dengan penguasa kolonial Belanda terkait gerakan sosial dan keagamaan yang bersifat politis. Tak diragukan lagi, buku ini memberi sumbangan penting bagi historiografi di Indonesia.

    Deskripsi Buku

    Penulis: Ong Hok Ham
    Penerjemah: Oni Suryaman
    Editor: Candra Gautama & Peter Carey
    Perancang Sampul: Boy Bayu Anggara
    Penataletak: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: 6 Agustus 2025 (Cetakan ketiga), 26 November 2018 (Cetakan pertama), Desember 2019 (Cetakan kedua)
    Harga: Rp120.000
    Tebal: 437 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024810610
    ISBN Digital: 9786024810627
    ID KPG: 592502477
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

    Dapatkan buku cetak di:

    Gramedia.com
    Gramedia Store
    KPG Official Shop di Shopee Mall
    Gramedia Official Shop di Shopee Mall
    Gramedia Official Store di Tokopedia

    E-Book

    Gramedia Digital

    Buku Terkait

  • Wahyu yang Hilang, Negeri yang Guncang

    Wahyu yang Hilang, Negeri yang Guncang

    Buku ini berisi 70 kolom Ong Hok Ham di majalah Tempo dari 1976-2002, yang merupakan refleksi seorang sejarawan atas pelbagai persoalan yang dihadapi Indonesia: dari mitos kekuasaan sampai peran preman (jago). Ditulis dengan

    Bahasa: yang sederhana, karya ini seolah menegaskan bahwa bangsa ini, terutama penguasanya, tak pernah berhenti menakik peradaban usang, peradaban yang tidak membawa kita ke arah yang lebih baik. Anda, yang menaruh perhatian pada sejarah dan masa depan Indonesia, patut membaca buku ini.
    Penulis: Ong Hok Ham
    Editor: Candra
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Sejarah
    Terbit: 17 Desember 2018
    Harga: Rp 95.000
    Tebal: 456 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024810634
    ID KPG: 591801581
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG