Tag: PenerbitKPG

  • Kartun Aljabar

    Kartun Aljabar

    BUKU ALJABAR BERGAMBAR YANG ENAK DIBACA DAN LENGKAP. Mari belajar aljabar bersama Larry Gonick! Dari operasi dasar (tambah/kurang/kali/bagi), konsep persamaan dan peubah, sampai grafik dan kuadrat, semua dijelaskan dengan kartun menarik dan humor segar, juga banyak contoh dan latihan soal. Kombinasi sempurna hiburan dan pendidikan—cocok untuk siswa, mahasiswa, guru, dosen, orangtua, dan profesional. LARRY GONICK telah membuat komik sejarah, sains, dan subjek lain selama empat puluh tahun lebih. Dia pernah menjadi pengajar kalkulus di Harvard (tempat dia mendapat gelar BA dan MA matematika) serta Knight Science Journalism Fellow di MIT. Dia staf kartunis di majalah Muse.

    Penulis: Larry Gonick
    Penerjemah: Mharta Adji Wardana
    Editor: Andya Primanda
    Penataletak: Tim GMY
    Ilustrator
    Sampul: Larry Gonick (diolah kembali oleh Teguh Tri Erdyan)
    Kategori: Nonfiksi, Sains, Matematika
    Terbit: 3 November 2021
    Harga: Rp 90.000
    Tebal: 236 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816780
    ID KPG: 592101957
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 13+
    Penerbit: KPG

  • Chloe Gong

    Chloe Gong

    Chloe Gong adalah mahasiswi University of Pennsylvania, jurusan Sastra Inggris dan Hubungan Internasional. Ketika libur semester, dia entah pulang kampung ke Selandia Baru atau mengunjungi sekian banyak kerabatnya di Shanghai. Chloe diketahui dapat muncul secara misterius ketika “Romeo dan Juliet merupakan salah satu drama terbaik Shakespeare dan tidak layak dinistakan di ranah budaya populer seperti sekarang” diucapkan tiga kali di depan cermin. Temukan dia di @thechloegong di Twitter atau kunjungi situsnya di thechloegong.com. Buku pertamanya, These Violent Delights telah diterjemahkan dan diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia bersama Penerbit POP.

  • Podium Sahibulhikayat

    Podium Sahibulhikayat

    BUKU ini berisi puluhan cerita faktual tentang kehidupan seni dan seniman di tengah gelombang sejarah, tentang gemuruh marching band, riuhnya seni perang, kipas indah pencipta seteru, persekutuan Petruk dengan Istana Baru, juga hubungan virus korona dengan seni, serta wisma cilik pemimpin negeri dan kecantikan mistis Dewi Sri. Heit…, ada pula tentang hikayat komik Tionghoa, “keindahan” bencana, logo politik sedunia, asal mula “lebaran kuda”, serta keajaiban nasib para sopir yang jadi ikon seni rupa. Dari podium sahibulhikayat, Agus Dermawan T—pengamat seni penerima berbagai penghargaan—menghibur kita lewat tulisan dan gambar penuh makna. “Pengetahuannya yang luas dan paripurna tentang seni rupa memungkinkan Agus Dermawan T menyusun buku seperti ini. Tulisannya mencerahkan.” —Prof. Dr Ninok Leksono, MA (Redaktur Senior Kompas, seniman, Rektor Universitas Multi Media Nusantara) “Tulisan Agus Dermawan T bukan semata urusan seni dan budaya. Sesekali perspektif berpikirnya melampaui kajian akademi.” —Dr Mikke Susanto, MA (Kurator, pengajar,

    Penulis: buku, dokumentator)
    Penulis: Agus Dermawan T
    Perancang
    Sampul: Rian Sebastian
    Penataletak: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Seni
    Terbit: 3 November 2021
    Harga: Rp 95.000
    Tebal: 336 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816605
    ISBN: Digital: 9786024816612
    ID KPG: 592101954
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Triyanto Triwikromo

    Triyanto Triwikromo

    Triyanto Triwikromo menerima anugerah Tokoh Seni Pilihan Tempo 2015, Penghargaan Sastra 2009 dari Pusat Bahasa, serta Penghargaan Kesetiaan Berkarya dari Kompas pada 2017. Karya-karyanya yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, antara lain A Conspiracy of God-killers (2015), The Serpent in the Holy Grail (2015), dan Upside-down Heaven (2015). Buku ceritanya, Surga Sungsang, diterjemahkan dalam bahasa Prancis (Au paradis on marche sur la tete). Selain itu, dia menulis kumpulan cerita mini Bersepeda ke Neraka (KPG, 2016), Selir Musim Panas (KPG, 2016), kumpulan cerita Sesat Pikir Para Binatang (Grasindo, 2016), Celeng Satu Celeng Semua (GPU, 2013), Ular di Mangkuk Nabi (GPU, 2009), Malam Sepasang Lampion (PBK, 2004), Sayap Anjing (2003), Anak-anak Mengasah Pisau (2003), dan Rezim Seks (2002). Novel terbarunya diterbitkan bersama KPG, Pertempuran Lain Dropadi (2022). Ia juga menulis antologi puisi dan esai, serta menyunting buku kumpulan cerpen, seperti Dewi Duri dan Cahaya Kunang-kunang (KPG, 2020). Ia residensi sastra ke Sydney, Australia (2008), Berlin, Jerman (2017). Pada 2022 dia mendapat hibah penelitian internasional untuk menulis novel Dalam Hujan Hijau Friedenau di Berlin.

  • Jejak Listrik di Tanah Raja

    Jejak Listrik di Tanah Raja

    SEJARAH KELISTRIKAN di Indonesia masih kurang diminati kalangan sejarawan. Kajian tentang listrik masih didominasi pendekatan teknis, dengan narasi rumus-rumus dan perhitungan yang mengerutkan dahi. Padahal kehadiran listrik telah mempercepat kemajuan ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya, termasuk emansipasi politik dan ideologi. Sejarawan Rudolf Mrazek lewat bukunya, Engineers of Happy Land, sempat menyinggung kehadiran listrik di Hindia Belanda dan menghubungkannya dengan fajar nasionalisme bumiputra pada awal abad ke-20, yang disebutnya sebagai “cahaya-cahaya baru dan lampu-lampu yang muncul setiap hari”. Buku ini menyajikan sejarah kelistrikan di Vorstelanden atau wilayah kekuasaan kerajaan di Surakarta. Banyak hal menarik diungkap, mulai dari kehadiran pabrik listrik yang dimotori penguasa kerajaan Kasunanan dan Mangkunegaran, munculnya budaya perkotaan akibat listrik, sampai pendirian pembangkit listrik oleh Mangkunegara VII, yang mencerminkan kemandirian bangsa, jauh sebelum Indonesia merdeka.

    Penulis: Eko Sulistyo
    Editor: Candra Gautama & Ariobimo Nusantara
    Perancang
    Sampul: Wendie Artswenda
    Penataletak: Wendie Artswenda & Setyo Bekti Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: 10 November 2021
    Harga: Rp 110.000
    Tebal: 296 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816766
    ISBN: Digital: 9786024816759
    ID KPG: 592101959
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Bersiap Melompat Jauh: Tantangan SDM Indonesia Kompeten

    Bersiap Melompat Jauh: Tantangan SDM Indonesia Kompeten

    Bersiap Melompat Jauh: Tantangan SDM Indonesia Kompeten merupakan rangkuman pembicaraan para pakar Human Resources Indonesia dalam seri Megadigitalk yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK). Melalui infografik dan penyampaian butir-butir pemikiran secara to the point, buku ini memaparkan duduk perkara persoalan SDM di tengah zaman yang terus berubah. Empat pertanyaan yang coba digulirkan dalam buku ini: pertama, sumber daya manusia macam apa yang kita butuhkan di masa depan? Kedua, bagaimana kita bisa mempersiapkannya? Ketiga, bagaimana seharusnya perusahaan menjalankan rodanya di tengah perubahan yang serba cepat? Termasuk peran baru departemen SDM. Keempat, pemimpin perusahaan macam apa yang dibutuhkan di masa depan? Jawaban yang ditawarkan dalam buku ini—disertai contoh best practices yang telah dijalankan oleh sejumlah perusahaan—tentu bukanlah solusi tertutup, melainkan pemantik diskusi agar pihak-pihak yang berkepentingan bisa saling berkolaborasi. Tidak hanya sangat relevan bagi mereka yang berkecimpung di bidang SDM, buku ini patut diketahui oleh praktisi pendidikan, pengambil kebijakan, serta calon tenaga kerja masa depan. Pengarah: Yunus Triyonggo Narasumber: Top HR Leader GNIK Penyusun: Candra Gautama & Ining Isaiyas Perangkum Materi: Ariobimo Nusantara, Ari Wulandari, Reynilda Hendryatie Ika Permana, dan Intan Kemala Dewi Perancang: Wendie Artswenda

    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 3 November 2021
    Harga: Rp 85.000
    Tebal: 244 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816704
    ISBN: Digital: 9786024816711
    ID KPG: 592101956
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Song Seong-rye (송성례)

    Song Seong-rye (송성례)

    Sunny Song atau Song Seong-rye suka roti dan dessert, tapi karena alergi gluten yang diidapnya sejak lahir, ia tidak bisa makan “roti tepung terigu” yang dijual di pasaran. Ia membuat sendiri roti yang bisa dimakannya, memulai latihan membuat roti bebas gluten di ruko kecil berukuran 26 meter persegi, dan berkat promosi dari mulut ke mulut, ia pun membuka toko Sunny Bread di Hannam-dong. Berkat seorang pencuri yang tidak mencuri uang dan hanya makan roti dengan lahap di tokonya selama 4 jam, toko kecil itu pun berhasil masuk liputan berita. Buku lain yang pernah ditulisnya adalah Sunny Bread Gluten-free Homebaking. Buku tersebut telah diterbitkan dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bersama Penerbit POP dengan judul Finding My Bread.

  • Agnes Bemoe

    Agnes Bemoe

    Agnes Bemoe adalah penulis cerita anak kelahiran Surabaya dan sekarang tinggal di Pekanbaru, Riau. Ia menjadi penulis sejak 2010. Sampai sekarang sudah menerbitkan sekitar 25 buku cerita anak, dengan tema beragam mulai dari budaya dan tradisi Indonesia sampai pengembangan diri untuk anak. Salah satu bukunya telah diterbitkan bersama Penerbit Kiddo dalam seri misteri favorit dengan judul Misteri Mamoli Kuno.

  • Kisah Brang Wetan

    Kisah Brang Wetan

    KISAH BRANG WÉTAN: Berdasarkan Babad Alit dan Babadé Nagara Patjitan bukan hanya menyajikan sejarah Ponorogo dan Pacitan, melainkan juga seluruh Madiun Raya—bahkan sampai ke Surakarta, Trenggalek, Kediri, hingga Pajajaran di Jawa bagian barat. Kedua babad, Babad Alit (NN, 1911) dan Babadé Nagara Patjitan (Gandaatmadja, 1924), belum banyak dikenal. Dalam berbagai tulisan yang mengulas sejarah wilayah Brang Wétan (kini Jawa Timur), kedua babad ini belum dijadikan sumber rujukan. Tampaknya, sebelum sempat dibaca banyak orang, kedua babad telah berpindah ke luar negeri dan menjadi bagian dari Perpustakaan Universitas Leiden di Belanda. Kini, keduanya telah “pulang kampung”, diterjemahkan ke dalam

    Bahasa: Indonesia dan diterbitkan menjadi satu buku. Terjemahan ini juga disertai lampiran berupa catatan harian kapal Belanda, Pollux, yang sempat membuang sauh di Pacitan pada masa Perang Jawa. Dengan demikian, pembaca dapat dengan mudah menguji keandalan teksteks babad tradisional dengan sumber Eropa seperti ini. Perkembangan penelitian sejarah kiwari telah menunjukkan bahwa historiografi tradisional seperti babad juga mengandung informasi penting, sehingga sejarah setempat dapat ditulis dengan lengkap. Karena itu, kehadiran buku ini diharapkan membuka kesempatan bagi sejarawan dan masyarakat merangkai kembali sejarah Madiun Raya yang lebih lengkap. Penerjemah: Karsono Hardjoseputro
    Editor: Tamu: Peter Carey & Christopher Reinhart
    Alih Aksara: Nunus Supardi Akhlis, Syamsal Qomar
    Perancang
    Sampul: Wendie Artswenda
    Penataletak: Setyo Bekti Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: 27 Oktober 2021
    Harga: Rp 100.000
    Tebal: 300 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816421
    ISBN: Digital: 9786024816438
    ID KPG: 592101944
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Demokrasi di Indonesia: Dari Stagnasi ke Regresi?

    Demokrasi di Indonesia: Dari Stagnasi ke Regresi?

    “Seberapa jauh demokrasi Indonesia mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), 2014–sekarang, setelah stagnan selama dua periode (2004–2014) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? —R. William Liddle, Asian-Pacific Economic Literature, 2021. Inilah pertanyaan utama dari buku ini. Menjawabnya mengharuskan kita untuk mendengar berbagai asumsi, beberapa atau semuanya mungkin saja salah. Indonesia telah lama dipuji karena kemampuan transisi demokrasinya di tengah kemunduran demokrasi dunia. Tetapi ketika negara ini memasuki dekade ketiga demokrasi, pujian itu mulai tak relevan lagi. Stagnasi yang terjadi pada periode kedua SBY telah memberi jalan bagi pola regresi demokrasi yang lebih luas di bawah penggantinya, Jokowi. Buku ini adalah studi komprehensif pertama tentang kemunduran demokrasi kontemporer Indonesia. Para kontributornya mengidentifikasi, menjelaskan, dan memperdebatkan tanda-tanda kemunduran, termasuk tindakan keras pemerintah yang sewenang-wenang terhadap kebebasan berbicara dan berkumpul, bangkitnya main hakim sendiri, sekaligus menciptakan suasana politik yang semakin terpolarisasi, populis, hingga terkikisnya checks and balances pada kekuasaan eksekutif. Mereka mempertanyakan, “Mengapa Indonesia yang selama ini dianggap sebagai mercusuar demokrasi yang baik, kini malah ikut menuju pola demokrasi dunia yang mundur?”

    Editor: Tamu: Thomas Power dan Eve Warburton (Public Virtue & Kurawal Foundation)
    Penerjemah & Penyelaras Aksara: Usman Hamid, Darmawan Triwibowo, dan Anita Wahid
    Perancang
    Sampul: Rachel Samantha
    Kategori: Nonfiksi, Politik
    Terbit: Desember 2021
    Harga: Rp
    Tebal: 586 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816469
    ISBN: Digital: 9786024816476
    ID KPG: 592101945
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG E-book
    Gramedia Digital Buku Terkait