Tag: PenerbitKPG

  • Kerja Selain Kantoran

    Kerja Selain Kantoran

    Saenggang menjalani hidup menurut standar: belajar giat di sekolah, masuk universitas top, lulus dengan selamat, bergabung dengan perusahaan besar, lalu berharap bisa hidup bahagia selamanya. Tapi ternyata budaya perusahaan yang tidak masuk akal, bos resek, dan pekerjaan yang tidak sesuai minat membuatnya tidak betah menjadi pegawai kantoran. Pikirannya pun berputar: Apa yang mesti dia lakukan supaya bisa keluar dari situasi menyesakkan itu? Pindah kantor? Melanjutkan pendidikan pascasarjana seperti teman-temannya? Atau cari pekerjaan lain yang sesuai minat? Tapi ternyata ada masalah yang lebih besar. Karena selama ini hanya mengikuti jalan yang telah ditentukan, Saenggang tidak tahu apa minatnya atau apa yang ingin dia lakukan. Dikisahkan dengan kocak lewat gambar lucu, perjalanan Saenggang mencari minat dan pekerjaan yang disukai menjadi amat menarik untuk disimak. Buku ini dapat membantu kita lebih memahami diri serta menjalani hidup lebih bahagia.

    Penulis: Saenggang
    Penerjemah: Riana Halim
    Editor: Katrine Gabby Kusuma
    Penataletak
    Sampul: & Isi: Teguh Tri Erdyan
    Kategori: Nonfiksi, Self-Improvement
    Terbit: November 2021
    Harga: Rp 145.000
    Tebal: 320 halaman
    Ukuran: 130 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024816674
    ID KPG: 592101953
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: POP

  • Andrea Acri

    Andrea Acri

    Andrea Acri menyandang gelar Laurea atau sarjana Bahasa dan Budaya Oriental (Sanskerta) dari Universitas Roma 'Sapienza', dan gelar MA Bahasa dan Sastra Asia Tenggara (Jawa Kuno) dari Universitas Leiden (Belanda). Sebelum menerima gelar PhD dari universitas yang sama pada awal 2011, peneliti asal Italia ini dianugerahi J. Gonda Fellowship in Indology dari Institut Internasional untuk Studi Asia (IIAS, Leiden). Pria kelahiran 17 Mei 1981 itu juga pernah memperoleh Australia Endeavour Award untuk Penelitian Pascadoktoral dan Beasiswa Kunjungan dari Sekolah Kebudayaan, Sejarah dan Bahasa di Fakultas Asia dan Pasifik, Universitas Nasional Australia (Canberra). Jika melihat penelitian-penelitian yang Dr Acri hasilkan, dapat diketahui bahwa ia memiliki ketertarikan besar pada Saivism atau kepercayaan terhadap Dewa Siwa dalam agama Hindu, khususnya dari asal mulanya di India dan kepulauan Indonesia, seperti Jawa dan Bali. Di sisi lain, ia juga menaruh minat pada filsafat Hindu dan India, bahasa dan sastra, terutama Sanskerta dan Jawa Kuno, dan berbagai aspek sejarah intelektual yang berhubungan dengan India. Hasil penelitiannya yang telah dibukukan, antara lain “Dharma Pātañjala, Kitab Saiva dari Jawa Zaman Kuno: Kajian dan Perbandingan dengan Sumber Jawa Kuno dan Sanskerta Terkait” (Gonda Indological Studies XVI, Egbert Forsten Publishing House, 2011); dan “From Laá¹…kā Eastwards: The Rāmāyaṇa in the Literature and Visual Arts of Indonesia”, yang ditulis bersama Helen Creese and Arlo Griffiths (KITLV Press, 2011). Kabar baiknya, Dharma Pātañjala (2018) dan Dari Siwaisme Jawa ke Agama Hindu Bali (2021) telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Penerbit KPG, bekerja sama dengan École française d’Extrême-Orient (EFEO), lembaga penelitian Prancis untuk studi kebudayaan di Asia. Sumber: http://www.ochs.org.uk/people/dr-andrea-acri.

  • Kiamat Sudah Lewat

    Kiamat Sudah Lewat

    Inilah 20 kisah anak-anak yang selamat dari bencana tsunami di Aceh. Ada cerita Anggi, cerita Nur Bazelly, cerita Neneh, dan banyak lagi. Semua ceritanya menarik dan mengharukan.

    Usia: mereka ada yang baru delapan tahun. Yang paling besar 15 tahun. Tapi mereka sudah harus hidup di pengungsian. Rumah mereka hanyut terbawa gelombang tsunami. Ada yang menjadi yatim piatu, ada pula yang ditinggal ibu, adik, atau kakak tersayang. Walaupun demikian mereka semua tetap bersyukur karena masih selamat. Mereka juga sudah tidak terlalu berduka lagi. Mereka tidak putusasa. Mereka tetap ingin mengejar cita-citanya. Aldila mau jadi pengusaha sukses. Yanda ingin jadi penerbang atau Brimob seperti omnya. Neneh ingin sekolah di Qatar.
    Penulis: Mercy Corps Indonesia
    Editor: Debbie Sumual-Patlis – Mercy Corps Indonesia & Candra Gautama
    Desain Grafis: Dina Chandra & Rully Susanto
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: Mei 2006
    Harga: Rp
    Tebal: 212 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9799100445
    ISBN: Digital:
    ID KPG: 141200694S
    Usia: 13+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG E-Book:
    Gramedia Digital Buku Terkait:

  • Liu Cixin

    Liu Cixin

    Liu Cixin (刘慈欣) lahir di Yangquan, Provinsi Shanxi, Tiongkok, pada 23 Juni 1963, tiga tahun sebelum Revolusi Kebudayaan digalakkan. Orangtuanya bekerja di tambang batu bara, yang kemudian menjadi medan tempur perang saudara antarfaksi selama revolusi. Melihat Shanxi tak lagi kondusif, Cixin kecil diungsikan ke Luoshan, Provinsi Henan, yang berjarak seribu kilometer dari tanah kelahirannya. Sementara ayah dan ibunya yang sudah terpengaruh gerakan sosiopolitik pimpinan Mao Zedong, tetap bertahan di Shanxi. ⁣⁣Namun berkat kepindahan ke desa leluhur itulah, Cixin menyaksikan fenomena langit yang mengesankan dan kelak menginspirasinya untuk menulis mahakarya: trilogi Remembrance of Earth's Past.⁣⁣ ⁣⁣ Seri pertamanya, The Three-body Problem kini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Trisurya. Dibukukan di China pada 2008, Trisurya sebenarnya sudah terpublikasikan sejak 2006. Namun baru mendapat popularitas internasional setelah diterjemahkan ke bahasa Inggris delapan tahun kemudian. Berkat Trisurya pula, lulusan North China Univeristy of Water Conservancy and Electric Power itu meraih empat dari sembilan kali masuk nominasi di penghargaan bergengsi, antara lain Yinhe atau Galaxy Award China (2006), Hugo Award 2015 untuk kategori novel terbaik, Kurd-Laßwitz-Preis 2017 sebagai karya fiksi sains berbahasa asing terbaik, dan Premio Ignotus untuk nominasi serupa pada tahun yang sama. ⁣Cixin adalah orang Asia pertama yang mencetak namanya di Hugo Award. ⁣⁣ ⁣ Baru-baru ini, Liu Cixin menerima gelar doktor honoris causa dari Brandeis University, Boston, Amerika Serikat. Gelar kehormatan itu diberikan atas dedikasi Cixin menulis sedikitnya tujuh novel dan lebih dari 30 cerpen bertema fiksi sains. Karyanya dinilai sangat menginspirasi, bahkan telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa sehingga perlu mendapat apresiasi. ⁣⁣ ⁣⁣

  • Eka Budianta

    Eka Budianta

    Eka Budianta, penulis dan penyunting, alumni International Writing Program, University of Iowa, 1987. Menulis beberapa biografi tokoh, antara lain H. Boediardjo, Emil Salim, Pramoedya Ananta Toer, Iskandar Alisjahbana, dan Toeti Heraty Roosseno. Eka mendapat penghargaan puisi terbaik 2012 dan rekor MURI 2021. Bersama Penerbit KPG Eka telah menerbitkan buku Untuk Bung Karno dan Taman Siswa: Biografi Irna HN Hadi Soewito.

  • Pedoman Pelafalan Seriosa Indonesia

    Pedoman Pelafalan Seriosa Indonesia

    Buku ini merupakan ikhtiar baru dalam musik dan

    Bahasa: Indonesia. Berisi pedoman pelafalan kata-kata dalam
    Bahasa: Indonesia, terutama yang kerap dinyanyikan dan dianggap bermasalah dalam penyanyian seriosa Indonesia, Pedoman Pelafalan Seriosa Indonesia menggabungkan kepentingan teoretis fonetik
    Bahasa: Indonesia dan kepentingan praktis penyanyi seriosa; antara kesalahpahaman yang sudah umum dan mentradisi serta kepentingan menemukan penyanyian seriosa yang bukan hanya indah dan enak di telinga, tetapi juga baik dari segi
    Bahasa: Indonesia. Sebagai sebuah pedoman, buku ini memberikan tuntunan praktis—tanpa harus kehilangan landasan teoretis—pelafalan vokal, konsonan, dan kata-kata dalam
    Bahasa: Indonesia. Di samping memuat paparan ringkas tentang sejarah musik seriosa Indonesia, buku ini juga dilengkapi dengan CD berisi petikan lagu-lagu seriosa yang menjadi contoh pembahasan. Membaca buku ini, kita akan paham seraya ingin mencoba melafalkan secara baik kata-kata
    Bahasa: Indonesia dalam lirik seriosa Indonesia. Sebuah buku yang layak dikoleksi, tidak hanya oleh para penyanyi seriosa, tetapi juga penyanyi dari pelbagai aliran. Tak terkecuali para guru dan pelajar seni vokal atau masyarakat awam yang mencintai dunia seni suara.
    Penulis: Aning Katamsi & Zen Hae
    Konseptor: Budi Utomo Prabowo
    Penyunting: Zen Hae
    Narasumber: Aning Katamsi, Binu D. Sukarman, Joseph Kristanto Pantioso, Maria Oentoe Tinangon, Nano Riantiarno, Remy Sylado, Yanwardi Natadipura
    Perancang
    Sampul: Rio Tupai
    Penataletak: Dadang Kusmana
    Kategori: Nonfiksi, Musik
    Terbit: November 2011
    Harga: Rp
    Tebal: 101 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799104014
    ISBN: Digital:
    ID KPG: 901110495
    Usia: 13+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG E-Book:
    Gramedia digital Buku Terkait:

  • Metode Ovulasi Billings

    Metode Ovulasi Billings

    Mencegah kehamilan, atau sebaliknya, memperoleh keturunan merupakan persoalan sebagian besar pasangan suami-istri. Berbagai obat dan alat sudah banyak digunakan. Kendati berdayaguna, obat atau alat berdampak buruk pada kesehatan perempuan. Buku ini menguraikan dengan jernih dasar-dasar ilmiah Metode Ovulasi Billings (MOB) dan cara-cara menerapkannya. MOB ditemukan oleh Dr John Billings dari Australia pada 1966, dan sudah diujicobakan di berbagai negara, termasuk Indonesia sejak 1976. Tingkat keefektifannya mencapai 97 persen. MOB tidak memerlukan obat, apalagi alat. Yang diperlukan hanyalah mengenali lendir kesuburan, dan itu bisa dilakukan oleh semua perempuan. Berbeda dari metode alami lain, termasuk Metode Kalender, MOB efektif digunakan untuk perempuan dalam segala masa reproduksi: remaja, sedang menyusui maupun menjelang menopause. Perempuan dengan haid tak teratur juga disarankan untuk menggunakan metode ini.

    Penulis: Dr Evelyn Billings
    Penerjemah: Lina Yusuf, Margaret F. Hayes, FCJ, RN, & Christina M. Udiani
    Penyunting: Yul Hamiyati
    Perancang
    Sampul: Rully Susanto
    Penataletak: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sains
    Terbit: Mei 2006 (Cetakan ke-1), April 2007 (Cet-2), Desember 2008 (Cet-3)
    Harga: Rp
    Tebal: 256 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9799100453
    ISBN: Digital:
    ID KPG: 142200636S
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG Buku Terkait:

  • Aslan Abidin

    Aslan Abidin

    Menulis sajak dan mengajar menjadi keseharian Aslan Abidin, penyair asal Sulawesi Selatan yang karyanya wajib dibaca. Puisi-puisi Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini sering dimuat berbagai media massa, seperti Kompas, Horison, Basis, Jurnal Puisi, Republika, Media Indonesia, dan Indopost. Bahkan, banyak dari sajaknya sudah dibukukan. Selain itu, dia juga pernah menjadi wartawan di Harian Pare Pos, Tribun Timur, dan Pedoman Rakyat di Makassar. Pada 1994, ia mendirikan Masyarakat Sastra Tamalanrea (MST) untuk membangkitkan kembali iklim bersastra di Makassar. Beberapa buku Aslan telah diterbitkan oleh Penerbit KPG diantaranya ada Bahaya Laten Malam Pengantin (2008), yang diterbitkan ulang dengan judul Orkestra Pemakaman (2018), dan Bagian Paling Perih dari Mencintai (2020).

  • 200 Tahun Tambora

    200 Tahun Tambora

    Senin, 10 April 1815. Magrib baru saja berlalu ketika Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa meletus. Suaranya terdengar hingga Bengkulu, Makassar, dan Ternate. Memuntahkan 160 kilometer kubik material abu, gas, dan batuan serta membentuk tiga kolom asap setinggi 43 kilometer–menembus lapisan stratosfer. Energi letusan ini setara dengan ledakan 171.500 unit bom atom dan merupakan yang terdahsyat dalam sejarah gunung api modern. Ketika amuk mereda, tinggi gunung berapi yang semula 4.300 meter itu–tertinggi di Hindia Belanda (Indonesia)–tinggal tersisa 2.851 meter. Apa saja dampak letusan Tambora? Bagaimana peristiwa ini berkait-kelindan dengan berbagai peristiwa lain dalam konteks sejarah dunia? Akankah letusan serupa terjadi lagi? Menapak tilas ke puncak Tambora, menelusur berbagai catatan dan buku-buku sejarah, serta mewawancarai sederet ahli dan narasumber, buku kecil yang diangkat dari liputan khusus Majalah Tempo ini merekonstruksi dan merangkum yang perlu kita catat dan pelajari dari peristiwa Tambora.

    Penulis: TEMPO
    Penyunting: Seno Joko Suyono, Dody Hidayat, Yosep Suprayogi, Purwanto Setiadi, dan
    Penerbit: KPG
    Perancang
    Sampul: Teguh Tri Erdyan
    Penataletak: Dadang Kusmana
    Foto
    Sampul: M. Iqbal Ichsan
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: Mei 2015
    Harga: Rp
    Tebal: 95 halaman
    Ukuran: 130 mm x 180 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799108661
    ISBN: Digital:
    ID KPG: 591500980
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG Buku Terkait:

  • Scott McCloud

    Scott McCloud

    Scott McCloud tiga kali memperoleh Harvey Award dan satu kali memperoleh Eisner Award. Komiknya telah diterjemahkan ke dalam 14 bahasa. Dia memberi kuliah media digital di Media Lab Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Smithsonian Institution. James Gurney (Dinotopia) menyebutnya “McLuhan-nya komik dan buku Memahami Komik adalah “karya klasik yang wajib dibaca” para perancang web (Seybold Seminars Online). Buku kedua, Mencipta Ulang Komik, adalah buku babon yang juga wajib dimiliki oleh semua orang yang terlibat revolusi digital abad ke-21. Keduanya menjadi landasan bagi buku ketiga McCloud, Making Comics. Otak Scott McCloud digolongkan sebagai senjata dan dikenai pembatasan ekspor ketat. Dia tinggal di California bersama istri dan kedua anaknya, juga di Web sebagai scottmccloud.com.