Tag: PenerbitKPG

  • Potret Pendoedoek di Djawa Tempo Doeloe

    Potret Pendoedoek di Djawa Tempo Doeloe

    Pernahkah Anda bingung saat harus berpose? Tidak masalah! Seorang fotografer profesional pasti tahu beberapa trik yang dapat membuat Anda tampil elok. Zaman dulu, pose orang yang difoto selalu diarahkan oleh fotografer. Hal yang penting, pose tersebut harus cukup serius dan merekam karakter dan ekspresi. Latar belakang dan elemen yang ikut difoto berfungsi untuk menambah suasana, sesuai konsep kreatif yang telah dibentuk oleh fotografer. Buku ini memuat sekitar 170 kartu pos kuno dari koleksi

    Penulis: yang bergambar potret orang, diiringi narasi penjelasan. Mereka berasal dari berbagai etnis dan kelas sosial. Koleksi gambar dikelompokkan berdasarkan beberapa tema yang menerangi berbagai aspek dari penduduk di Pulau Jawa pada masa sekitar 1900-1940. Model yang difoto pada umumnya dipotret sebagai orang tampan dan cantik yang patut dihormati. Kebanyakan orang yang diabadikan dalam buku ini tidak diketahui namanya. Mereka adalah kumpulan tokoh anonim dari suatu zaman yang telah lalu, yang sekarang tidak sengaja disatukan menjadi satu dokumen sejarah. Ada satu persamaan: semuanya diam terhadap kita. Jika mereka bisa bicara, pesan apakah yang akan mereka sampaikan? Apakah mereka merasa senang atau tidak nyaman? Zaman telah berubah, namun suasana hati orang dulu dan kini tetap sama. Lewat pesan yang dilestarikan dalam warisan visual yang mereka tinggalkan melalui buku ini, kita berusaha untuk lebih mengakrabi dan mengenali generasi seabad silam.
    Penulis: Olivier Johannes Raap
    Editor: Christina M. Udiani
    Penataletak & Perancang
    Sampul: Pinahayu Parvati
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: 16 Juni 2021
    Harga: Rp 200.000
    Tebal: 212 halaman
    Ukuran: 190 mm x 240 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024814366
    ID KPG: 592101894
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Shorter Stories

    Shorter Stories

    When days are too short and short stories are too long, shorter stories are just enough. …………….. “Like a sharpshooter, Firnita always manages to fire the right words.” —Adam A. Abednego, Co-founder of Menjadi Manusia “Without too much sugar-coating, Firnita's writing hits close to home.” —Ayu Meutia, author of Tigress “Shorter Stories offers glimpses of larger stories, welcoming its readers to reflect on their own lives and find their own version to follow.” —Rain Chudori, author of Monsoon Tiger and Imaginary City

    Penulis: Firnita
    Editor: Anida Nurrahmi
    Ilustrator: Grace Gabriella
    Penataletak & Perancang
    Sampul: Teguh Tri Erdyan
    Kategori: Fiksi, Short Stories
    Terbit: 16 Juni 2021
    Harga: Rp 85.000
    Tebal: 158 halaman
    Ukuran: 110 mm x 160 mm
    Sampul: Hardcover
    ISBN: 9786024815769
    ID KPG: 592101911
    Usia: 15+
    Bahasa: Inggris
    Penerbit: POP

  • Dapur Cokelat Bercerita

    Dapur Cokelat Bercerita

    Ermey Trisniarty, penggemar cokelat yang berhasil mendirikan toko cokelat yang menjadi trendsetter di negeri ini. Perjalanan dimulai dari modal minim dan dua pegawai. Ermey telah teruji lolos dalam peralihan bisnis konvensional ke era digital, pembajakan pegawai andal, peniruan produk, dan badai pandemi Covid-19. Bisnisnya menggurita menjadi 42 gerai di berbagai daerah di Indonesia dan menyerap ribuan tenaga kerja. Ermey berhasil menghidupkan mimpinya. Inilah cerita panjang tentang 20 tahun perjalanan Dapur Cokelat. Lengkap tanpa rahasia, termasuk 9 resep signature.

    Penulis: Asteria Elanda
    Editor: Pradikha Bestari
    Penataletak & Perancang
    Sampul: Deborah Amadis Mawa
    Kategori: Nonfiksi, Biografi, Self-improvement, Kuliner
    Terbit: 9 Juni 2021
    Harga: Rp 100.000
    Tebal: 176 halaman
    Ukuran: 170 mm x 240 mm
    Sampul: Hardcover
    ISBN: 9786024815929
    ID KPG: 592101914
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Antropologi Kuliner Nusantara

    Seri Tempo: Antropologi Kuliner Nusantara

    Banyak kisah di balik kekayaan kuliner Nusantara. Dominannya rasa, bumbu, dan bahan makanan tertentu di suat u daerah bisa dikaitkan dengan banyak hal: dari budaya, agama, politik, perdagangan, hingga riwayat penaklukan di masa silam. Tempo menelusuri “peradaban rasa” itu dari tumpukan manuskrip kuno hingga ke jantung belantara di pulau-pulau yang jauh. Semua tersuguh untuk Anda.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Ilustrasi/Foto
    Sampul: Ijar Karim & Kendra Paramita
    Penata Letak
    Sampul: Teguh Tri Erdyan
    Penata Letak Isi: Boy Bayu Anggara
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah, Kuliner
    Terbit: Juli 2015
    Harga: Rp. 49.500
    Tebal: 148 halaman
    Ukuran: 170 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799108913
    ID KPG: 591501005
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Jalan Pos Daendels

    Seri Tempo: Jalan Pos Daendels

    Membentang dari Anyer, Jawa Barat sampai Panarukan, Jawa Timur, Jalan Raya Pos dibangun hanya dalam setahun, 1808-1809. Kala itu, Herman William Daendels menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Marsekal Herman Willem Daendels datang ke Batavia pada 1808. Dia berwatak keras, tak hormat kepada raja-raja Yogyakarta dan Surakarta, apalagi bupati-bupati dan residen-residen. Lewat perintah dan tangan besi Daendels, pembangunan jalan itu dilaksanakan sebagai jalur mobilisasi pasukan dari Buitenzorg (Bogor) ke sepanjang Nusa Jawa. Di balik kemegahan Jalan Pos sepanjang 1.000 kilometer itu, tersimpan cerita-cerita muram, kisah kekerasan dan kebrutalan. Buku ini mengisahkan liputan Tempo menyusuri ruas-ruas Jalan Raya Pos. Ada kawasan tempat perkuburan pekerja rodi di zaman Daendels, yang juga makam jenazah korban penembakan misterius Orde Baru. Terdapat pula kelenteng-kelenteng yang setiap Cap Go Meh menggelar arak-arakan melewati Jalan Pos Daendels. Tak hanya itu, tersaji kisah pencarian awal stasium pos Daendels di Serang, Banten, serta lokalisasi di sepanjang Pantai Utara Jawa.

    Penulis: Redaksi TEMPO
    Editor: Galang Aji Putro
    Perancang
    Sampul: Landi A. Handwiko
    Tataletak Isi: Dadang Kusmana
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: 2 Oktober 2017
    Harga: Rp60.000
    Tebal: 136 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024246839
    ID KPG: 591701408
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Sjam, Lelaki dengan Lima Alias

    Seri Tempo: Sjam, Lelaki dengan Lima Alias

    Dua tahun setelah aksi berdarah Gerakan 30 September, Sjam Kamaruzaman baru muncul di depan publik. Ketika itu, Juli 1967, ia menjadi saksi dalam pengadilan Sudisman, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Indonesia. Sebelumnya ia hanya bayang dalam halimun: keberadaannya setengah dipercaya, setengah tidak. Biro Chusus, badan rahasia PKI yang dipimpinnya, semula diduga hanya khayalan tentara untuk memudahkan Soeharto memusnahkan partai komunis itu. Namun Sjam membenarkan semua tudingan. Ia mengaku memimpin Biro Chusus dan merencanakan aksi rahasia G30S. Sebagai orang yang bertugas memengaruhi anggota tentara agar mendukung PKI, ia punya akses ke kalangan militer. Seorang putranya mengenang bagaimana di penjara Sjam menempati sel yang besar serta diizinkan memiliki uang satu tas penuh untuk memenuhi segala kebutuhan. Siapakah Sjam, lelaki dengan lima nama alias itu? Adakah ia agen ganda atau sekadar pengikut Ketua PKI D.N. Aidit yang setia? Kisah tentang Sjam Kamaruzaman adalah satu cerita tentang orang kiri Indonesia yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2007-2010. Menyingkap yang belum terungkap, buku ini mengetengahkan pemikiran, ketakutan, kekecewaan, pengkhianatan, juga kisah cinta, dan perselingkuhan sejumlah tokoh komunis Indonesia.

    Penulis: Redaksi TEMPO
    Editor: Arif Zulkifli, Bagja Hidayat, Redaksi KPG
    Perancang
    Sampul: Muhammad Rumi
    Penataletak
    Sampul: Wendie Artswenda
    Penataletak isi: Dadang Kusuma
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: 6 Februari 2013
    Harga: Rp50.000
    Tebal: 116 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 13: 9789799102812
    ID KPG: 92904100375
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG E-book
    Gramedia Digital Buku Terkait

  • Seri  Tempo: Njoto, Peniup Saksofon di Tengah Prahara

    Seri Tempo: Njoto, Peniup Saksofon di Tengah Prahara

    Ia berbeda dari orang komunis pada umumnya. Ia necis serta piawai bermain biola dan saksofon. Ia menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu “pro-rakyat”. Ia menghapus The Old Man and the Sea, film yang diangkat dari novel Ernest Hemingway dari daftar film Barat yang diharamkan Partai Komunis Indonesia. Ia menghayati Marxisme dan Leninisme, tapi tak menganggap yang “kapitalis” harus selalu dimusuhi. Njoto adalah sisi lain dari sejarah Gerakan 30 September 1965. Kecuali buku-buku Orde Baru yang menyebut semua anggota PKI terlibat G30S, kebanyakan sejarawan tak menemukan keterlibatan Njoto dalam aksi revolusioner itu. Menjelang prahara 1965 ia tak lagi berada di lingkaran dalam Ketua PKI D.N. Aidit: ia disingkirkan akibat terlalu dekat dengan Sukarno. Keretakan Njoto dengan Aidit dipercaya juga disebabkan oleh perselingkuhan Njoto dengan Rita, seorang perempuan Rusia yang disebut-sebut intel KGB. Kisah tentang Njoto adalah satu cerita tentang “orang kiri Indonesia” yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2007-2010. Menyingkap yang belum terungkap, buku ini mengetengahkan pemikiran, ketakutan, kekecewaan, pengkhianatan, juga kisah cinta dan perselingkuhan sejumlah tokoh komunis Indonesia.

    Penulis: Redaksi TEMPO
    Perancang
    Sampul: Kendra H. Paramita
    Penataletak
    Sampul: & isi: Wendie Artswenda
    Editor: Arif Zulkifli, Bagja Hidayat, Redaksi KPG
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: Oktober 2010
    Harga: Rp50.000
    Tebal: 130 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 13: 9789799102805
    ID KPG: 92904100374
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG E-book
    Gramedia Digital Buku Terkait

  • Seri Tempo: Aidit, Dua Wajah Dipa Nusantara

    Seri Tempo: Aidit, Dua Wajah Dipa Nusantara

    Bertahun-tahun orang mengenalnya sebagai “si jahat”. Lelaki gugup berwajah dingin dengan bibir yang selalu berlumur asap rokok. Dialah Dipa Nusantara Aidit yang dikenal melalui film Pengkhianatan G-30-S/PKI. Di layar perak kita ngeri membayangkan sosoknya: lelaki penuh muslihat, dengan bibir bergetar memerintahkan pembunuhan massal 1965. Siapakah Aidit? Memimpin PKI pada

    Usia: 31, ia hanya perlu setahun untuk melambungkan partai itu dalam
    Kategori: empat partai besar di Indonesia pada Pemilu 1955. PKI mengklaim memiliki 3,5 juta pendukung dan menjadi partai komunis terbesar di dunia setelah partai Komunis di Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. Aidit memimpikan Indonesia tanpa kelas, tapi ia terempas dalam prahara 1965. Setelah itu, seperti juga Peristiwa G30S, ia jadi mitos. Ia dibenci namun diam-diam dipelajari kembali. Kisah tentang D.N. Aidit adalah satu cerita tentang “orang kiri Indonesia” yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2007-2010. Menyingkap yang belum terungkap, buku ini mengetengahkan pemikiran, ketakutan, kekecewaan, pengkhianatan, juga kisah cinta, dan perselingkuhan sejumlah tokoh komunis Indonesia.
    Penulis: Redaksi TEMPO
    Perancang
    Sampul: Muhammad Rumi Adiyan
    Penataletak
    Sampul: Wendie Artswenda
    Penataletak isi: Dadang Kusuma
    Editor: Arif Zulkifli, Bagja Hidayat, Redaksi KPG
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: Oktober 2010
    Harga: Rp50.000
    Tebal: 164 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 13: 9789799102799
    ID KPG: 92904100373
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG E-book
    Gramedia Digital Buku Terkait

  • Seri Tempo: Musso, Si Merah di Simpang Republik

    Seri Tempo: Musso, Si Merah di Simpang Republik

    Banyak orang mengenalnya sebagai tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam pemberontakan 1926 dan 1948. Yang pertama aksi PKI menentang pemerintah kolonial Belanda.Yang terakhir gerakan PKI di Madiun, Jawa Timur, melawan pemerintah pusat. Dialah Musso, anak Kediri yang ketika kecil dikenal rajin mengaji. Mendapat pendidikan politik ketika indekos di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, sepak terjangnya di masa-masa awal kemerdekaan tidak bisa diremehkan. Peran politik Musso bisa disejajarkan dengan peran Sukarno, Hatta, Sjahrir, dan Tan Malaka. Ia bermimpi tentang negeri yang adil, setara, dan merdeka seratus persen. Namun, ia memilih jalan radikal—bersimpang jalan dengan kalangan non-komunis, bahkan juga kalangan kiri yang tak segaris—hingga akhirnya lumat dalam gerakan yang masih berupa benih. Kisah tentang Musso adalah satu cerita tentang “orang kiri Indonesia” yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2007-2010. Menyingkap yang belum terungkap, buku ini mengetengahkan pemikiran, ketakutan, kekecewaan, pengkhianatan, juga kisah cinta dan perselingkuhan sejumlah tokoh komunis Indonesia.

    Penulis: Redaksi TEMPO
    Perancang
    Sampul: Kendra H. Paramita
    Penataletak
    Sampul: Wendie Artswenda
    Penateletak isi: Dadang Kusuma
    Editor: Wahyu Dhyatmika, Redaksi KPG
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: Januari 2011
    Harga: Rp50.000
    Tebal: 168 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 13: 9789799103062
    ID KPG: 901110400
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG E-book
    Gramedia Digital Buku Terkait

  • How to Keep Your Cool

    How to Keep Your Cool

    “Kemarahanmu adalah sejenis kegilaan, karena kau menetapkan

    Harga: tinggi untuk hal-hal tak berharga.” Kata-kata ini ditulis Seneca pada pertengahan abad pertama Masehi. Di mata Seneca, menyeruaknya amarah membahayakan kondisi moral Anda lebih dari semua emosi lainnya karena amarah adalah gairah paling kuat, paling destruktif, dan paling tak tertahankan. Dengan mengubah perspektif kita atau memperluas cakupan mental kita, Seneca menantang akal sehat kita mengenai apa yang pantas membuat kita marah, kalau ada. Kebanggaan, martabat,
    Harga: diri berlebihan—sumber amarah ketika kita merasa tersakiti—akhirnya tampak hampa ketika kita memandang dalam konteks lebih besar dan melihat kehidupan kita dengan sikap berjarak. Kesehatan spiritual menuntut agar kita melepas amarah, atau kalau tidak, amarah tak akan pernah melepaskan kita.
    Penulis: Seneca (Dipilih, diterjemahkan dari
    Bahasa: Latin ke dalam
    Bahasa: Inggris, serta diberi kata pengantar oleh James Romm)
    Editor: Christina M. Udiani
    Penerjemah: Ingrid Nimpoeno & Y. D. Anugrahbayu
    Penataletak & Perancang
    Sampul: Teguh Tri Erdyan
    Kategori: Nonfiksi, Filsafat
    Terbit: 16 Juni 2021
    Harga: Rp 90.000
    Tebal: 164 halaman
    Ukuran: 110 mm x 165 mm
    Sampul: Hardcover
    ISBN: 9786024815882
    ID KPG: 592101913
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG