Tag: PenerbitKPG

  • Alam Terkembang Hilang Berganti

    Alam Terkembang Hilang Berganti

    “Tulisan-tulisan dalam buku ini menunjukkan betapa Chabib sudah begitu mendalami dunia seni rupa. Betapa tidak, hampir semua unsur medan sosial seni rupa Indonesia, tentu saja dengan “studi-studi kasus” tertentu, hadir dalam buku ini. Chabib sebagai “orang seni rupa” pun muncul ketika ia membicarakan sejarah atau bahkan sekadar menceritakan sebuah perjalanan. Pengalaman-pengalaman itu selalu berjangkar pada seni rupa: entah sebuah karya, entah sebuah pemikiran. Akhirnya, kumpulan tulisan ini adalah fragmen-fragmen tentang seni rupa dan juga catatan-catatan yang berakar dari seni rupa.” —Berto Tukan,

    Penulis: dan peneliti seni “Buku ini mengajak kita melihat bagaimana seorang kurator seni rupa melihat seni dalam hidupnya, baik secara personal maupun profesional. Bila kita tidak berada dalam skena seni yang sama dengan Chabib, objek-objek tulisan dalam buku ini bisa jadi terasa jauh dan asing. Namun, menariknya, cara
    Penulis: an Chabib membuatnya, menjadi terasa hangat dan dekat.” —Ika Vantiani, seniman
    Penulis: Chabib Duta Hapsoro
    Editor: Redaksi KPG
    Kategori: Nonfiksi, Esai, Seni Rupa
    Terbit: 30 Maret 2020
    Harga: Rp85.000
    Tebal: 192 halaman
    Ukuran: 115 mm x 175 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024813550
    ID KPG: 592001771
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: Comma Books

  • Kartini Blue Bird: The Spirit of Emak-Emak

    Kartini Blue Bird: The Spirit of Emak-Emak

    Proses perubahan selalu membutuhkan waktu.Kerja pemberdayaan bukanlah kerja instan, dan hasilnya bukan simsalabim.Buku ini membagikan cerita mengenai langkah-langkah kecil Kartini Blue Bird untuk pemberdayaan perempuan.Bukan semata-mata menempatkan perempuan di ranah publik, tetapi dengan membangun kewirausahaan “dari dalam rumah”.

    Penulis: Maria Hartiningsih
    Editor: Christina M. Udiani
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 14 Mei 2018
    Harga: Rp 65.000
    Tebal: 148 halaman
    Ukuran: 140 mm x 224 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024289577
    ID KPG: –
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Lentera Batukaru

    Lentera Batukaru

    “Saya betul-betul tak paham apa yang terjadi. Dua hari saya mengungsi di kebun, tidur di pondok bersama dua anak yang terus menangis menanyakan ayahnya. Untung masih ada seorang mantri suntik yang bertugas di desa ini membawakan beras untuk dimasak. Saya pulang ke desa setelah diberi tahu kelihan dinas kalau saya tak kena garis, apalagi anak-anak masih kecil. Yang kena garis cuma Bli Mastra saja. Itu pun pasti ada orang jahat yang melaporkan macam-maca…” Saya melipat kembali surat itu. Yang saya bayangkan kemudian bukan soal ngaben. Bukan soal bagaimana memanggil roh ayahnya Kerti. Yang saya bayangkan dan ini sangat mengganggu pikiran saya: “Jadi Kerti itu tahu kalau ayahnya meninggal dunia tanpa tahu di mana dikuburkan?” Kejam betul…. Lentera Batukaru: Cerita Tragedi Kemanusiaan Pasca-1965 merupakan kisah kekerasan yang menimpa keluarga kecil di lereng Gunung Batukaru, Bali. Mereka tiba-tiba saja dicap ikut organisasi terlarang. Kerabat keluarga malang ini, yang juga larut dalam berbagai pergolakan, menuliskan memoar kegetiran itu dengan pendekatan jurnalistik. Ia tak cuma merekam politik keruh pasca-1965, tetapi juga kekerasan politik jelang pemilu 1971. Putu Setia,

    Penulis: cerita ini, yang sekarang menjadi pendeta Hindu, akhirnya mengubur kisah kepedihan yang tenang dengan menyalakan lentera kedamaian lereng Batukaru yang sejuk.
    Penulis: Putu Setia
    Editor: Ining
    Kategori: Fiksi, Sastra, Novel
    Terbit: 22 April 2019
    Harga: Rp 70.000
    Tebal: 264 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200m
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024811433
    ID KPG: 591901648
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Intelektual Jalan Ketiga

    Intelektual Jalan Ketiga

    Intelektual Jalan Ketiga merupakan bunga rampai pemikiran Prof. Dr Cornelis Lay (CL) yang ditulis oleh para kolega dan sahabat dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke enam puluh. Disamping membuat kesaksian atas CL sebagai human-sebagai murid, guru, teman, dan rekan kerja-buku ini memotret CL sebagai pemikir yang bergulat dengan isu-isu penting terkait demokrasi, desentralisasi, nasionalisme, dan reformasi keamanan dalam konteks Indonesia pasca-Orde Baru. Di situlah sumbangan penting buku ini, membabarkan diskursus yang menjelaskan dan menggali proses reformasi politik Indonesia setelah Soeharto lengser.

    Penulis: Praktikno, dkk
    Editor: Galang
    Kategori: Nonfiksi, Sosial, Kebudayaan
    Terbit: 9 September 2019
    Harga: Rp 95.000
    Tebal: 448 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024812249
    ID KPG: 591901688
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Jalan Pulang

    Jalan Pulang

    Awal dan akhir suatu perjalanan mustahil diungkapkan, tetapi begitu melangkah, tak ada kekuatan dari luar yang dapat menghentikan. Setiap langkah adalah doa. Di dalamnya ada yang berlalu dan yang baru, namun yang lalu adalah baru dan yang baru segera lalu, dengan Waktu sebagai Sang Penentu. Di dalam waktu, semua datang untuk pergi dan yang pergi akan hadir lagi dalam bungkus lain. Semuanya menyertai perjalanan sampai di penghujung, entah di mana, karena bukan itu tujuanku. Proses berjalan; adalah yang lebih penting. Meski demikian, kujumpai stasi demi stasi untuk mengambil napas; pemberhentian untuk melihat kembali tapak demi tapak yang menyilam dan menatapnya dalam-dalam. Kemudian, kulanjutkan perjalanan. Camino Santiago—Lourdes—Plum Village—Oran dan Mostaganem adalah serangkaian perjalanan antara 2013-2014 menuju titik kulminasi tentang hakikat pencarian dan kerinduan menemukan Jalan Pulang. Aku menjalani Jalan; lalu Jalan itu berjalan di dalam diriku, sepanjang waktuku.

    Penulis: Maria Hartiningsih
    Editor: Christina M. Udiani
    Penataletak: Leopold Adi Surya & Teguh Tri Erdyan
    Perancang
    Sampul: Ellen Halim (CU 2023)
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: Januari 2017, 18 Januari 2023 (cet. ke-2)
    Harga: Rp125.000
    Tebal: 520 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024242220
    ID KPG: 592302105
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Bonus: Pembatas buku
    Penerbit: KPG

  • Inovasi Birokrasi: Membuat Kerja Lebih Bermakna

    Inovasi Birokrasi: Membuat Kerja Lebih Bermakna

    SIAPA BILANG birokrat tidak kerja keras? Siapa Bilang birokrat tidak rajin? Banyak birokrat harus berangkat dari rumahnya pukul 5 pagi, kemudian pulang setelah pukul 10 malam. Siapa Bbilang birokrat kita tidak produktif? Birokrat kita itu banyak yang produktif. Banyak sekali regulasi yang dihasilkan, hingga menumpuk jadi ratusan halaman laporan Justru itu masalahnya. Birokrat terus-menerus terjebak dalam kedisiplinan semua sistem birokrasi. Kedisiplinan itu tampak dalam jam kehadiran, serta dalam mengikuti prosedur dan membuat prosedur baru yang makin ketat. Kedisiplinan dalam membuat laporan bahkan hanya dilakukan untuk “memuaskan” prosedur. Birokrat sering “dianiaya” oleh birokrasi yang dibuatnya sendiri. Birokrasi justru membuat kerja keras dan pengorbanan birokrat sering menjadi sia-sia. Karena itu, perlu upaya serius untuk mereformasi birokrasi. Tidak ada jalan lain bagi kita kecuali melakukan inovasi. Buku ini berupaya menyajikan rujukan teoritis, tips-tips berinovasi, dan contoh nyata upaya berinovasi di lingkungan birokrasi. Melalui inovasi, birokrat dapat bekerja dengan lebih mudah. Inovasi juga memudahkan masyarakat dalam menikmati hasil hebatnya.

    Penulis: Kemensetneg
    Editor: Yoseph
    Editor: Gogor Eko Nurharyoko, Ayodha Pramudita, RH. Bambang B. Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Sosial, Politik
    Terbit: 30 Maret 2020
    Harga: Rp 65.000
    Tebal: 246 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024813635
    ID KPG: 592001783
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Dongeng dari Dullah

    Dongeng dari Dullah

    Dullah (1919-1996) dikenang sebagai seniman legendaris dan Pelukis Istana Presiden Sukarno. Namun, lebih dari itu, dia adalah pejuang kemerdekaan yang penuh deru dari debu, dengan jelas perang yang nekat. Sejak remaja, dia menulis artikel dan puisi heroik, serta membuat poster dan angkat senjata melawan penjajah, sehingga penjara Belanda (Hoofdbureau van Politie) selalu menantinya. Sebagai provokator anti-Jepang, dia masuk bui Kempeitai dan disiksa sampai setengah mati. Dialah yang menginstruksi pada bocah untuk secara on the spot melukis Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta, 1948, sampai akhirnya tercipta puluhan lukisan “revolusi di mata bocah” yang tak ada duanya dua dunia. Pada 1950 Dullah diminta Presiden Sukarno menjadi Pelukis Istana. Jabatan yang sangat prestisius! “di Istana, saya jadi dekorator, penasihat, pendamping, dan pengkritik presiden. Tapi, banyak yang tak tahu di Istana saya juga jadi pesuruh, tukang ngecat tembok, penghibur anak-anak Soekarno, tukang talang bocor…” Agus Dermawan T, pengamat seni yang bergaul erat dengan Dullah, menyusun dongeng kehidupan yang heboh itu dengan menarik, dari masa kecil sampai meninggalkan kita semua. Buku ini ditulis dalam rangka “100 Tahun Dullah” yang luput dari perayaan.

    Penulis: Agus Dermawan T
    Editor: Candra
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: 23 Maret 2020
    Harga: Rp 130.000
    Tebal: 304 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024813574
    ID KPG: 592001773
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Pohon-pohon Sesawi

    Pohon-pohon Sesawi

    “Sebelum meninggal, Romo Mangun pernah bercerita bahwa ia sedang mengerjakan sebuah novel. Mungkin novel inilah yang dimaksud.Semula, naskah novel ini berupa berkas-berkas yang ditulis dengan mesin ketik, tercerai-berai, penuh coretan, sehingga tidak mudah dibaca. Setelah diketik ulang dan disunting seperlunya oleh orang-orang yang dekat dengan Romo Mangun, KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) menerbitkannya sebagai buku.Membaca novel ini kita menangkap kesan kuat bahwa lewat karyanya ini Romo Mangun ingin merefleksikan perjalanannya sebagai imam dengan romantika dan konflik-konflik batinnya. Ditulis dengan

    Bahasa: yang segar, jenaka, dan penuh sindiran khas Romo Mangun.”
    Penulis: Y.B. Mangunwijaya
    Editor: Christina M. Udiani
    Kategori: Sastra, Fiksi
    Terbit: 30 Maret 2020
    Harga: Rp 60.000
    Tebal: 133 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024813444
    ID KPG: 592001756
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Rumah Bambu

    Rumah Bambu

    “Rumah Bambu adalah kumpulan cerpen Romo Mangun yang pertama dan terakhir kali diterbitkan. Sebagian besar cerpen-cerpen itu ditemukan di rumah

    Penulis: , di Kuwera, Yogyakarta, dalam keadaan penuh koreksi dan sulit dibaca. Dari dua puluh cerpen yang ada dalam buku ini, hanya tiga yang pernah dipublikasikan. Hampir semua tema cerita dalam buku ini adalah peristiwa-peristiwa yang kelihatan sederhana, sepele, dan mungkin remeh. Memang, Romo Mangun adalah sosok yang dikenal sederhana, lembut, mudah terharu dengan penderitaan orang lain, tetapi kalau perlu, bisa juga keras. Bila hari hujan, ia sering membayangkan nasib anak anak gelandangan yang tidur di emper-emper toko. Kalau sudah gelisah, ia lantas berjalan mengelilingi meja makan, bisa sampai lebih dari 15 kali. Buku ini menantang kita untuk merasakan kehidupan manusia yang mungkin tidak pernah kita bayangkan.”
    Penulis: Y. B. Mangunwijaya
    Editor: Christina M. Udiani
    Kategori: Fiksi, Sastra, Kumpulan Cerpen
    Terbit: 30 Maret 2020
    Harga: Rp 70.000
    Tebal: 203 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024813452
    ID KPG: 592001755
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Surga Kemelut Pelukis Hendra

    Surga Kemelut Pelukis Hendra

    Hendra Gunawan (1918 -1983) adalah maestro seni lukis Indonesia. Ketika ia wafat, doa seluruh agama mengantarnya. Tahun 2018 Hendra “berusia” 100 tahun, dan lukisannya yang dihargai amat tinggi jadi sasaran pemalsuan. Namun sebelum namanya dijunjung tinggi, ningrat Sunda kaya ini ternyata memanggul nasib begitu ganjil. Ia minggat dari rumah untuk membela ibundanya, bersahabat dengan seorang kere, dan ikut jadi “gelandangan”. Ia turut berlaga dalam perang revolusi, bergabung dengan Chaerul Shaleh, Adam Malik, dan sebagainya. Ia terus melukis meski perut keroncongan, sampai semaput di pinggir jalan. Pada pameran tahun 1946, para tunawisma dijajar sebagai “pagar ayu” untuk menyambut Bung Karno. Sebagai pendiri Sanggar Pelukis Rakyat, Hendra terseret politik. Pasca Gerakan 30 September 1965 ia ditangkap dan meringkuk dalam penjara selama 13 tahun tanpa pernah sedetik pun diadili. Agus Dermawan T, pengamat seni peraih berbagai penghargaan literasi, menulisakannya dengan sangat menarik dalam buku ini, dihiasi foto dan lukisan yang memikat. Terutama karya Hendra

    Penulis: Agus Dermawan T.
    Editor: Candr Gautama
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Kebudayaan, Biografi, Seni Rupa
    Terbit: 9 Juli 2018
    Harga: Rp 95.000
    Tebal: 308 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024248833
    ID KPG: 591801527
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG