Tag: PenerbitKPG

  • Familiar Messes

    Familiar Messes

    “I found solace in nothing. Because everything was temporary. And days flew by like heavy cigarette smoke floating above the dancing heads in the city’s most notorious club, like speech bubbles written in a language you cannot understand, like a dragon’s breath you keep chasing, like pills that move from your hand to your red lips.” Gratiagusti Chananya Rompas’s personal essays are troves of memories she can always turn back to. They started off as day-to-day accounts of events from her younger years and the present. But Anya, as she is often called, is obsessed with how things people do—often in haste—quickly fossilize into memories, and how these memories, in turn, shape their lives.

    Penulis: Gratiagusti Chananya Rompas
    Editor: Redaksi KPG
    Kategori: Fiksi, Sastra, Kumpulan Cerpen
    Terbit: 18 Desember 2017
    Harga: Rp60.000
    Tebal: 80 halaman
    Ukuran: 115 mm x 175 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024247546
    ID KPG: 591701455
    Bahasa: Inggris
    Usia: 17+
    Penerbit: Comma Books

  • I am My Own Home

    I am My Own Home

    What is it about male aloneness that makes it so desirable while female aloneness is seen as less so? What is it about male aloneness that is often seen as a heroic and poetic choice, while female aloneness is generally seen to have come from a lack of options? I am My Own Home is a documentation of what it means to be a 30-something Indonesian woman who lives alone, along with the contentment and loneliness that goes with it. Through wandering, literature, and pop culture, the essays collected here are a way to recreate the idea of 'building a home', a manifesto (of sort) of living life as one person. These stories, on flaws and trying too hard, on intensity and overthinking, and on unrequited love and unfiltered emotions, are also one woman’s way to make sense of her existence.

    Penulis: Isyana Artharini
    Editor: Redaksi KPG
    Kategori: Fiksi, Sastra, Kumpulan Cerpen
    Terbit: 29 April 2019
    Harga: Rp 75.000
    Tebal: 240 halaman
    Ukuran: 115 mm x 175 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024247560
    ID KPG: 591701456
    Bahasa: Inggris
    Usia: 17+
    Penerbit: Comma Books

  • Imaginary City

    Imaginary City

    It was an eternally unfinished city, and yet it was indestructable. There is no certainty here, not for seasons and not for deep sentiments. That is why she has returned. A restless young woman revisits the city where she was born, and encounters a man that she has known for years. The pair becomes involved in a brutally beautiful affair that inevitably binds them within the concrete of the city. This is a story about a space that remains between him and her, a city that exists between the real and the imaginary, a love that lives between now and forever. “Captivating.” —Aan Mansyur, writer.

    Penulis: Rain Chudori
    Kategori: Fiksi, Sastra, Novel
    Terbit: 16 Oktober 2017
    Harga: Rp 70.000
    Tebal: 124 halaman
    Ukuran: 125 mm x 185 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024246907
    ID KPG: 591701417
    Bahasa: Inggris
    Usia: 17+
    Bonus: Peta/Poster
    Penerbit: KPG

  • Biru dan Kisah-kisah Lainnya

    Biru dan Kisah-kisah Lainnya

    “Bagaikan awan, aku bergerak perlahan tanpa tahu arah. Kami mendengar pelbagai pesawat yang terbang di atas sana, bermanuver menuju langit, lantas menembus awan. Ketika malam tiba, aku hanya bisa melihat lampu yang berkedip dan yang bisa kubayangkan hanyalah mimpi mereka yang perlahan-lahan berkembang.” Biru dan Kisah-kisah Lainnya adalah sebuah antologi tentang cinta, romansa, keintiman, dan kesunyian. Dalam “Biru”, seorang anak perempuan bersikeras pada orangtuanya agar mereka membelikan sepasang sepatu berwarna biru. “Monsoon” berkisah tentang seekor macan yang melangkah masuk ke dalam kehidupan seorang perempuan. “Istana Pasir” adalah kisah seorang gadis mencoba memahami dan membantu ibunya mencari ayah yang mendadak pergi tanpa kabar. Semua tokoh-tokoh Rain Chudori dalam sembilan cerita ini adalah perempuan-perempuan yang, meski berbeda

    Usia: dan generasi, kuat dan penuh daya observasi. Tokoh-tokohnya membawa cerita ini ke dalam pemahaman bagaimana luka jiwa akhirnya bisa teduh. Ditulis dan
    Terbit: tiga tahun silam dalam
    Bahasa: Inggris, kini kumpulan cerpen Rain ini diterjemahkan ke dalam
    Bahasa: Indonesia. “Telah lahir seorang
    Penulis: .” – Seno Gumira Adjidarma
    Penulis: Rain Chudori
    Editor: Redaksi KPG
    Kategori: Fiksi, Sastra, Kumpulan Cerpen
    Terbit: 29 Oktober 2018
    Harga: Rp 65.000
    Tebal: 192 halaman
    Ukuran: 115 mm x 175 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024810498
    ID KPG: 591801569
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 17+
    Penerbit: Comma Books

  • Monsoon Tiger

    Monsoon Tiger

    Set in nowhere, Monsoon Tiger and Other Stories tells the tale of loneliness and love. “There is no doubt as to the depth and breadth of Rain Chudori’s literary gift. Not only does she have an ear for the music of language, but she also writes with then imbleness, maturity and emotional acuity of someone way beyond her years. Packed with wit, irony and wisdom, her stories simply glitter.” – Laksmi Pamuntjak

    Penulis: Rain Chudori
    Kategori: Fiksi, Sastra, Kumpulan Cerpen
    Terbit: 21 Desember 2015
    Harga: Rp 65.000
    Tebal: 208 halaman
    Ukuran: 120 mm x 190 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799109576
    ID KPG: 591501064
    Bahasa: Inggris
    Usia: 17+
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Bung Tomo, Soerabaja di Tahun 45

    Seri Tempo: Bung Tomo, Soerabaja di Tahun 45

    Sutomo atau Bung Tomo ialah tokoh “pemberontak” termasyhur. Pidato-pidatonya—yang dibuka dan ditutup dengan lagu “Tiger Shark” karya Peter Hodgkinson asal Inggris—selalu meneriakkan “Allahu Akbar”. Sosoknya terekam kuat dalam potret diri yang mengacungkan telunjuk dengan tatapan mata tajam. Lewat Radio Pemberontakan, suara Bung Tomo berapi-api membakar semangat pejuang Republik Indonesia terhadap tentara Sekutu. Kehadirannya jadi simbol perlawanan dalam pertempuran 10 November 1945. Hingga kini, namanya selalu dikaitkan dengan Hari Pahlawan. Bibit kepemimpinan Bung Tomo disemai dari keaktifannya dalam organisasi Indonesia Muda dan Kepanduan Bangsa Indonesia. Pada masa penjajahan Jepang, dia menjadi wartawan kantor berita Domei. Sutomo kerap mengkritik Orde Baru, terutama soal korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Selepas masa perjuangan, peran politiknya meredup. Namun, dia masih membela kepentingan buruh dan pedagang kecil yang terancam hak-haknya di pengadilan. Naik haji dengan menggadaikan lukisan, perjalanan hidup Bung Tomo berakhir di Arafah.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Editor: Galang
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Sejarah, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: 18 Januari 2016
    Harga: Rp60.000
    Tebal: 164 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799109934
    ID KPG: 591601104
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Gie dan Surat-surat yang Tersembunyi

    Seri Tempo: Gie dan Surat-surat yang Tersembunyi

    Soe Hok-gie adalah seorang pemikir yang kritis, idealis, dan pemberontak. Catatan hariannya—yang dibukukan dalam Catatan Seorang Demonstran (1983)—merangkum semangat perlawanan yang tumbuh sejak dia duduk di bangku SMP. Gie pernah mendebat guru

    Bahasa: Indonesia lantaran berbeda soal pengarang prosa “Pulanglah Dia Si Anak Hilang”. Lalu semasa SMA, dia memprotes kebijakan sekolahnya yang hanya menampung siswa dengan orangtua dari kalangan pejabat. Tabiat itu membentuknya menjadi manusia berjiwa politik. Empati kepada rakyat kecil dan keterampilan beretorika menjadi semangat utama Gie. Dia konsisten untuk berada di luar sistem serta memihak kemanusiaan dan kebebasan. Dalam tulisannya bertanggal 10 Desember 1959, misalnya, Gie geram menyaksikan orang makan kulit mangga saking kelaparan. Sementara, dia menduga, tak sampai 2 kilometer dari situ, Presiden Sukarno sedang tertawa dan makan-makan dengan para istrinya. Gie sangat dikenang berkat tulisan-tulisannya. Aktivis Mapala Universitas Indonesia yang meninggal pada 16 Desember 1969 saat mendaki puncak Semeru ini berprinsip, “Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.” Kisah tentang Gie adalah jilid perdana seri “Pemuda dan Gerakan Sosial” yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo Oktober 2016. Serial ini mengupas, menyelisik, dan mengisahkan sisi lain kehidupan tokoh-tokoh pemuda yang singkat namun telah mendorong perubahan sosial nyata dan bersejarah.
    Penulis: Redaksi Tempo
    Editor: Galang Putro Aji
    Ilustrator
    Sampul: Bambang Nurdiansyah (CU 2024)
    Penataletak: Setyo Bekti Nugroho (CU 2024)
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: Desember 2016 (Cetakan pertama), Juli 2017 (Cetakan kedua), April 2018 (Cetakan ketiga), September 2019 (Cetakan keempat), 22 Mei 2024 (Cetakan kelima)
    Harga: Rp75.000
    Tebal: 115 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341938
    ID KPG: 592402266
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Wiji Thukul, Teka-teki Orang Hilang

    Seri Tempo: Wiji Thukul, Teka-teki Orang Hilang

    Lelaki cadel itu tak pernah bisa melafalkan huruf “r” dengan sempurna. Ia “cacat” wicara tapi dianggap berbahaya. Rambutnya lusuh. Pakaiannya kumal. Celananya seperti tak mengenal sabun dan setrika. Ia bukan burung merak yang mempesona. Namun, bila penyair ini membaca puisi di tengah buruh dan mahasiswa, aparat memberinya cap sebagai agitator, penghasut. Selebaran, poster, stensilan, dan buletin propaganda yang ia bikin tersebar luas di kalangan buruh dan petani. Kegiatannya mendidik anak-anak kampung dianggap menggerakkan kebencian terhadap Orde Baru. Maka ia dibungkam. Dilenyapkan. Wiji Thukul mungkin bukan penyair paling cemerlang yang pernah kita miliki. Sejarah Republik menunjukkan ia juga bukan satu-satunya orang yang menjadi korban penghilangan paksa. Tapi Thukul adalah cerita penting dalam sejarah Orde Baru yang tak patut diabaikan: seorang penyair yang sajak-sajaknya menakutkan sebuah rezim dan kematiannya hingga kini jadi misteri. *** Kisah tentang Wiji Thukul adalah jilid perdana seri “Prahara-prahara Orde Baru”, yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo Mei 2013. Serial ini menyelisik, menyingkap, merekonstruksi, dan mengingat kembali berbagai peristiwa gelap kemanusiaan pada masa Orde Baru yang nyaris terlupakan.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Penyunting: Arif Zulkifli, Bagja Hidayat, Dwidjo U. Maksum, Redaksi KPG
    Perancang
    Sampul: Bambang Nurdiansyah (CU 2022)
    Penataletak Isi: Wendie Artswenda & Dadang Kusmana
    Penataletak
    Sampul: Setyo Bekti Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: September 2010 (Cetakan pertama), 2 Maret 2022 (Cetakan ke-9)
    Harga: Rp 75.000
    Tebal: 172 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024817619
    ID KPG: 592201997
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG & Tempo Publishing

  • Seri Tempo: Chairil Anwar, Bagimu Negeri Menyediakan Api

    Seri Tempo: Chairil Anwar, Bagimu Negeri Menyediakan Api

    Chairil Anwar bukanlah sastrawan yang hanya merenung di balik meja lalu menulis puisi. Sajak “Diponegoro” yang petilannya menerIakan kata-kata Maju Serbu Serang Terjang, misalnya, ia tuliskan untuk menggelorakan kembali semangat juang. Melalui sajak ini, ia mengungkap sosok Diponegoro yang kuat dan liat menghadapi Belanda. Chairil tegas melawan kolonialisme. Sebuah kutipan populer yang menandakan semangat itu terambil dari puisi itu: sekali berarti, sudah itu mati. Sesudah kemerdekaan, sikap juang Chairil semakin kuat terlukis dalam puisi-puisinya. Salah satunya adalah sajak “Krawang Bekasi” yang ditulis berdasarkan pengalamannya saat agresi militer Belanda I pada 21 Juli 1947. Tapak berkesenian Chairil mencuatkan namanya sebagai pelopor angkatan 45 yang mendobrak angkatan sebelumnya. Terkenal dengan potret diri yang ikonik dalam pose mengisap sebatang rokok, Chairil menghasilkan sajak-sajak yang memperkaya khazanah sastra Indonesia.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Editor: Galang
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Sejarah, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: 3 Oktober 2016
    Harga: Rp75.000
    Tebal: 164 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024241889
    ID KPG: 591601263
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Muhammad Yamin, Penggagas Indonesia Dihujat & Dipuji

    Seri Tempo: Muhammad Yamin, Penggagas Indonesia Dihujat & Dipuji

    Menggagas banyak mitos tentang Indonesia, ia pencinta Republik yang keras kepala. Bung Hatta menuding ia licik. Sederet kontroversi serta tuduhan menyelimuti Muhammad Yamin: menyembunyikan naskah otentik perumusan dasar negara, mengaku berpidato dan menyerahkan rancangan hukum dasar yang mirip UUD 1945, juga menciptakan figur Gajah Mada tanpa mengindahkan verifikasi arkeologis. Di ranah politik Yamin tak hanya berpindah-pindah partai. Ia juga sigap melompat keluar dari jalur nonkooperatif ketika sejumlah tokoh pergerakan sealiran ditangkap Belanda. Dia salah satu pelaku kudeta pertama dalam sejarah Indonesia merdeka pada 3 Juli 1946. Sejarah memang memiliki kegilaannya sendiri. Yang terpenting dipelajari dari Yamin barangkali bahwa revolusi Indonesia harus dipandang secara lebih rileks. Tak perlu ada glorifikasi karena mozaik itu disusun oleh manusia biasa. Muhammad Yamin salah satunya. Kisah Muhammad Yamin adalah satu dari delapan cerita tentang para bapak bangsa: Sukarno, Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Tjokroaminoto, Douwes Dekker, dan Agus Salim. Diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo, serial buku ini mereportase ulang kehidupan para pendiri republik. Mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, ketakutan, hingga kisah cinta dan cerita kamar tidur mereka.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Editor: Galang
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Sejarah, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: 16 Maret 2015
    Harga: Rp 60.000
    Tebal: 192 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024242169
    ID KPG: 591601276
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG