Tag: Sejarah

  • Seri EFEO – Sejarah Prancis

    Seri EFEO – Sejarah Prancis

    SEJARAH PRANCIS DALAM

    Bahasa: INDONESIA. Dalam 32 bab singkat, buku yang ditulis oleh tim sejarawan profesional ini menampilkan sebuah ringkasan yang mendalam, lugas, dan sederhana tentang sejarah Prancis sejak zaman Prasejarah hingga akhir abad ke-20. Dengan jernih dan akurat, para
    Penulis: menguraikan berbagai momen sejarah yang berbeda, dan diletakkan dalam konteks yang lebih luas daripada sejarah Eropa. Disusun secara kronologis, buku ini juga mencakup berbagai bidang lain, mulai dari sejarah ekonomi hingga sejarah mentalitas. Uraian tersebut dilengkapi dengan ilustrasi berupa dokumen atau cuplikan dokumen yang disajikan pada akhir setiap bab. Terdapat pula tabel, silsilah, dan daftar istilah yang melengkapi dokumentasi buku sejarah Prancis ini, yang pertama kali diterjemahkan ke dalam
    Bahasa: Indonesia. Buku ini sangat penting sebagai bahan rujukan bagi siapa pun yang berminat mendalami sejarah Prancis. Tim
    Penulis: Alain Tranoy, Elisabeth Carpentier, Francois Lebrun, Jean Carpentier, dan Jean-Marie Mayeur
    Penerjemah: Tonny Pasuhuk, Mardiani Bahasoan, Ari Anggari Harapan, Daniel Perret (Forum Jakarta-Paris)
    Editor: Ari Anggari Harapan, Tonny Pasuhuk
    Penataletak: Ade Pristie Wahyo
    Perancang
    Sampul: Teguh Tri Erdyan
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: Mei 2011 (Cetakan pertama), 15 Maret 2023 (Cetakan keempat)
    Harga: Rp160.000
    Tebal: 511 halaman
    Ukuran: 160 mm x 240 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024242343
    ID KPG: 592302111
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Orang Indonesia dan Orang Prancis

    Orang Indonesia dan Orang Prancis

    BUKU INI merupakan kumpulan teks lama yang sudah sulit ditemukan, tulisan abad ke-16 hingga abad ke-21, tentang Indonesia pada masa-masa itu. Berbeda dengan buku-buku sejarah umumnya, seluruh uraian dalam buku ini ditulis dengan sudut pandang Prancis, sehingga terbebas dari pandangan resmi ataupun pandangan kolonial Belanda yang banyak mewarnai

    Penulis: an sejarah Indonesia selama ini. Sebagian teks tersebut merupakan hasil telaah ilmiah sumber-sumber primer yang terdapat dalam arsip pemerintah, dan pernah
    Terbit: di majalah Archipel. Namun, ada pula catatan perjalanan wartawan, laporan ekspedisi ilmiah, ataupun tuturan pandangan mata pelancong yang pernah mengunjungi Nusantara. Tidak mengherankan bila kisah-kisah tersebut terasa sangat segar, bahkan tidak jarang amat kocak. Beberapa di antaranya: cerita desersi sastrawan dunia terkemuka Arthur Rimbaud dari tangsi Belanda di Salatiga; kisah perburuan buaya berbobot satu ton lebih oleh zoolog François Péron dan Lesueur, kelak Direktur Museum Le Havre, di pulau Timor; kisah sukses dua pangeran Makassar menjadi perwira angkatan laut Raja Louis XIV; dan kisah sedih Pangeran Timor yang diperdaya seorang padri Dominikan hingga terlunta-lunta dan mati mengenaskan di Prancis. Semua kisah tersebut diperkaya dengan hampir 300 ilustrasi, sehingga suasana dan peristiwanya makin terasa hidup. Bernard Dorléans ialah doktor sejarah dan geografi lulusan Universitas Sorbonne, Paris. Ia menulis ratusan artikel dan tujuh buku kajian geografis, ekonomi, dan sosial politik yang telah diterbitkan di Prancis, Belanda, dan Indonesia.
    Penulis: Bernard Dorleans
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: 16 November 2018
    Harga: Rp 180.000
    Tebal: 688 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786026208071
    ID KPG: 591601146
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Kepulauan Rempah-rempah

    Kepulauan Rempah-rempah

    BUKU INI menyajikan catatan sejarah Maluku Utara selama 7 abad (1250-1950) yang lengkap dan menyeluruh. Di dalamnya diceritakan sepak terjang kerajaan-kerajaan Maluku Utara menghadapi Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda; persaingan Ternate dan Tidore memperebutkan pengaruh di Indonesia Timur dari Sulawesi sampai Papua; sampai peran Maluku Utara dalam Perang Dunia II dan masa-masa awal Republik Indonesia. Juga tampil tokoh-tokoh penting dalam sejarah Maluku Utara, seperti Sultan Babullah dari Ternate, Sultan Nuku dari Tidore, Franciscus Xaverius, Alfred Russel Wallace, dan lain-lain. Semua disarikan dari berbagai sumber primer dan disampaikan dalam

    Bahasa: yang sederhana dan asyik dibaca.
    Penulis: M Adnan Amal
    Kategori: Nonfiksi, Kebudayaan, Sejarah
    Terbit: 19 September 2016
    Harga: Rp 90.000
    Tebal: 528 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024241667
    ID KPG: 591601259
    Usia: SU
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Makassar Abad XIX

    Makassar Abad XIX

    Pemerintah Hindia Belanda dituntut melaksanakan perdagangan bebas sebagai syarat pengembalian Nusantara dari tangan Inggris kepada Belanda. Perjanjian tersebut tertulis pada Konvensi London 1814 dan Traktat London 1824 sebagai dampak dari berakhirnya perang Napoleon. Namun pemerintah justru menanggapinya dengan melanjutkan kebijakan monopoli dibawah VOC. Benarkah perdagangan Makassar suram di bawah pengawasan VOC maupun Hindia Belanda? Mengapa Hindia Belanda enggan melaksanakan perdagangan bebas, terutama di Makassar? Buku ini secara mendetail akan menjawab kedua pertanyaan tersebut dengan data dan fakta yang nyata. Didalamnya juga digambarkan sepak terjang pemerintah Indonesia yang selalu terlambat membaca zaman. Padatnya buku ini tidak hanya sebagai pengungkap rahasia, namun juga sumber pengetahuan tentang perdagangan maritim di Indonesia.

    Penulis: Edward Poelinggomang
    Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Sejarah
    Terbit: 19 September 2016
    Harga: Rp 65.000
    Tebal: 320 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024241643
    ID KPG: 591601260
    Usia: SU
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Nusantara

    Nusantara

    BUKU INI dirancang sebagai sejarah Indonesia dan bukan perluasan perusahaan dan koloni Belanda di luar negeri,” tulis Vlekke, sang

    Penulis: . Nusantara merupakan salah satu karya tentang sejarah Indonesia pada kurun pra-kolonial sampai 1941 yang ditulis dengan perspektif komprehensif. Uraiannya kaya ilustrasi. Tentang Majapahit, misalnya. Menurut Vlekke, kejayaan Majapahit runtuh bukan disebabkan oleh kerajaan Islam. Vlekke juga punya penjelasan menarik tentang mengapa masyarakat Jawa berbondong-bondong masuk Islam, tapi pada saat yang sama begitu bersahabat dengan tradisi lokal (sinkretis).
    Penulis: B.H.M Vlekke
    Penerjemah: Samsudin Berlian
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: 9 Juli 2019
    Harga: Rp 110.000
    Tebal: 462 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786026208064
    ID KPG: 591601145
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Sejarah Ringkas Pangeran Diponegoro dan Perang Jawa (1825-1830)

    Sejarah Ringkas Pangeran Diponegoro dan Perang Jawa (1825-1830)

    SEJARAH Ringkas Pengeran Diponegoro dan Perang Jawa, 1825-1830 mengisahkan secara singkat riwayat hidup Pangeran Diponegoro (1785-1855) dan Perang Jawa (1825-1830). Secara khusus dimaksudkan untuk membantu pengajar pendidikan tingkat dasar untuk lebih mengenal sejarah Diponegoro dan Perang Jawa, buku ini didasarkan pada berbagai arsip, kepustakaan, autobiografi Pangeran Diponegoro (Babad Diponegoro), dan buku Peter Carey, Kuasa Ramalan; Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855

    Penulis: Wardiman Djojonegoro
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah, Biografi
    Terbit: 29 April 2019
    Harga: Rp70.000
    Tebal: 218 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024811624
    ID KPG: 591901650
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Pergulatan Demokrasi Liberal 1950-1959

    Pergulatan Demokrasi Liberal 1950-1959

    Pada 1950-an Indonesia bereksperimen menerapkan Demokrasi Parlementer—lazim disebut demokrasi liberal—guna membawa negara baru itu keluar dari berbagai masalah. Namun, selama 1950–1959, perdebatan demi perdebatan tak kunjung padam dan tujuh kabinet silih berganti mengendalikan negeri. Kendati harus diakui bahwa selama periode tersebut Mahkamah Agung punya gigi, jaksa dan hakim bertaji, dan hak asasi manusia dihormati, rongrongan pun muncul. Pada 17 Oktober 1952, dua tank mengarahkan moncongnya ke Istana. Soekarno diminta segera membubarkan parlemen, tetapi dia menolak karena tak mau dianggap sebagai diktator. Namun, pada akhirnya, 1959, Demokrasi Parlementer menghembuskan napas terakhirnya. Diangkat dari liputan khusus majalah berita mingguan Tempo, Agustus 2007, Pergulatan Demokrasi Liberal 1950–1959 mengupas hal-ihwal eksperimen Indonesia dalam berdemokrasi pada 1950-an. Buku ini merupakan edisi perdana seri “Sejarah Republik”, sebuah seri yang mengupas dan membaca ulang awal-awal berdirinya Republik Indonesia.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah, Politik, Seri Tempo
    Terbit: 16 Desember 2019
    Harga: Rp 75.000
    Tebal: 210 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024812980
    ID KPG: 591901738
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika

    Seri Tempo: 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika

    Minggu, awal April 2015. Sekitar 3.500 orang dari berbagai–lapisan–warga sipil, polisi, dan tentara–tumpah-ruah memenuhi Jalan Asia Afrika, Bandung. Mereka bersih-bersih untuk menyambut tamu Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA). “Ribuan warga Bandung mau menjadi apa saja untuk acara ini,” kata Wali Kota Bandung RidwanKamil. Ada yang sukarela menjadi pemandu tamu, fotografer, sampai penjaga keamanan; tak sedikit yang menyokong dana renovasi untuk Hotel Swarha, menyumbang pot bunga, hingga akik untuk souvenir. Demikianlah semangat Bandung 1955 hidup kembali tak hanya di kalangan pemimpin negara tetapi juga warga biasa. Menengok kembali 60 tahun silam, Tempo mengungkap hal-hal yang belum begitu banyak ditulis seputar KAA. Misal, kisah seru kedatangan Perdana Menteri Cina Zhou Enlai yang diwarnai berita pesawat yang ia tumpangi meledak. Lalu, benarkah ada ‘Komite Ramah Tamah’ yang disiapkan untuk para delegasi? Juga cerita bagaimana Sukarno berusaha meyakinkan Roeslan Abdulgani dan Ali Sastroamidjojo agar merenovasi Gedung Merdeka tetapi gagal. Dipaparkan pula potensi kerja sama Selatan Selatan yang mungkin kita kembangkan ke depan. Apakah minyak kelapa sawit, produk kayu, bahan bangunan, olahan kulit, atau justru batik? Bagaimanapun, Semangat Bandung 1955 adalah kerja sama dan sinergi dari para underdog. Dan kita ingin api itu tetap bernyala!

    Penulis: Redaksi TEMPO
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah, Politik, Seri Tempo
    Terbit: 1 Juni 2015
    Harga: Rp 60.000
    Tebal: 155 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9789799108692
    ID KPG: 591500983
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Karmacinta

    Karmacinta

    Kisah pengusaha roti di tengah kemelut perjuangan dan politik Indonesia dari masa ke masa. Juga perasaan cinta yang tumbuh sejak mahasiswa, yang berujung pada mukjizat, menjadi tua bersama, Berdua: mereka berdua. “dalam persahabatan, karakter dasar Sanjoto dapat digambarkan sebagai a friend in need is a friend indeed. Bilamana dia menghadapi seorang teman yang membutuhkan bantuan, tanpa ragu sedikit pun Sanjoto langsung membantu semampunya.” -Kwik Kian Gie “Biografi yang romantic, dramatic, ditulis dengan rasa novel.” -Happy Salma

    Penulis: Bre Redana
    Kategori: Nonfiksi, Sosial Budaya
    Terbit: 26 Maret 2018
    Harga: Rp 85.000
    Tebal: 188 halaman
    Ukuran: 140 mm x 225 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024248338
    ID KPG: 591810497
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Pandemi di Hindia Belanda

    Pandemi di Hindia Belanda

    Sejarah mencatat pada awal abad ke-20, wabah pes menjangkiti beberapa daerah di Jawa. Hanya berjarak beberapa tahun, pandemi influenza atau flu Spanyol menyebar hampir ke seluruh wilayah Hindia Belanda. Bagaimana kehadiran penyakit “baru” tersebut direspons pada masa silam? Membaca teks-teks tentang wabah masa silam merupakan upaya melawan lupa, bahwa pada suatu masa, bangsa kita pernah mengalami pandemi, dan berhasil melaluinya.

    Penulis: Balai Pustaka (1920)
    Kategori: Nonfiksi, Sejarah
    Terbit: (E-book 27 Juli 2020)
    Harga: Rp 50.000
    Tebal: 104 halaman
    Ukuran: 115 mm x 175 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024814397
    ID KPG: 592001830
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG x Balai Pustaka