Perspektifnya segar! Selalu ada nakal-nakalnya, kritis, dan tajam.
—Evi Mariani, Pendiri dan Pemimpin Umum Project Multatuli
Penting ketika terbit saat ini…karena menguatnya militerisme dan otoritarianisme.
—Ita Fatia Nadia, Ketua Ruang Arsip dan Sejarah Perempuan (RUAS)
Tidak sah rasanya kita kalau ingin membangun literasi di Indonesia tapi tidak membaca buku Ariel Heryanto.
—Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International
Kita semua dapat berkontemplasi bersama, menemukan wawasan serta renungan yang segar di dalam buku ini.
—Dewi Lestari, Pengarang, Penyanyi, dan Penulis Lagu
Jangan tertipu dengan ketebalan buku ini! Isinya pendek-pendek untuk dinikmati namun menghentak realitas keindonesiaan yang seolah-olah baik-baik saja.
—FX Domini BB Hera, Dosen Departemen Humaniora & Interdisipliner Universitas Ciputra Surabaya dan Guru Sejarah SMA HelloMotion Malang
