Tag: Nonfiksi

  • Sel: Eksplorasi Kedokteran dan Manusia Baru

    Sel: Eksplorasi Kedokteran dan Manusia Baru

    Sesudah mikroskop dibuat untuk pertama kali pada akhir 1600-an, para ahli menggunakannya untuk meneliti makhluk hidup, dan mereka melihat bahwa seluruh kehidupan terbentuk dari satuan-satuan kecil yang utuh dan mampu mengatur diri sendiri—sel. Penemuan sel mengubah bidang biologi dan kedokteran untuk seterusnya. Tubuh kita, organ kita, diri kita—jantung, darah, otak—dibangun dari sel-sel. Pengetahuan bahwa tubuh manusia adalah ekosistem sel melahirkan kedokteran baru yang didasari manipulasi sel untuk menyembuhkan. Berbagai gejala dari penyakit dipahami sebagai gangguan fungsi sel atau sistem sel. Oleh karena itu, dikembangkan pula berbagai penanganan dan terapi berbasis sel—transfusi darah, kemoterapi kanker, “bayi tabung”, sampai penggunaan sel punca. Penemuan-penemuan baru di bidang biologi sel pun membuka kemungkinan untuk membangun “manusia baru” yang dapat mengatasi berbagai masalah tubuh kita, seperti diabetes, depresi, penuaan, atau bahkan penyuntingan genetis manusia. Tentu itu semua menghadirkan berbagai persoalan etis yang baru sekarang kita hadapi. Dalam buku ini, Dr. Siddhartha Mukherjee, dokter dan peneliti kanker, mengajak kita menengok dunia sel yang hidup, misterius, menjanjikan, dan begitu penting bagi diri dan masa depan kita.

    Penulis: Siddhartha Mukherjee
    Penerjemah: Damaring Tyas Wulandari Palar
    Editor: Andya Primanda
    Perancang
    Sampul: Ellen Halim
    Penataletak Isi: Teguh Tri Erdyan
    Kategori: Nonfiksi, Sains
    Terbit: 31 Januari 2024
    Harga: Rp155.000
    Tebal: 550 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341464
    ISBN: Digital: 9786231341471
    ID KPG: 592402232
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Manusia dan Air dalam Senjang Pembangunan di Indonesia

    Manusia dan Air dalam Senjang Pembangunan di Indonesia

    Di kota-kota Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kawasan sekitar sungai dan dataran banjir adalah permukiman bagi kalangan menengah ke bawah. Selain menghadapi perubahan iklim, mereka juga harus bertahan di tengah pembangunan yang senjang (uneven development). Kelangkaan air bersih adalah konsekuensi bagi mereka, yang kemudian memunculkan kawasan kumuh di sekitar sungai. Ditulis oleh peneliti Asia Research Centre Universitas Indonesia berdasarkan riset lapangan di sejumlah sungai di Bima, Pontianak, dan Manado pada rentang 2021–2023, buku ini menawarkan pemahaman teoretis serta menjawab pertanyaan penting dan menarik: Bagaimana masyarakat miskin kota dapat bangkit dalam menghadapi bencana iklim terutama banjir dan kenaikan permukaan air laut? Bagaimana resiliensi masyarakat itu berkait dengan tata kelola air yang inklusif?

    Penulis: Muhammad R. Damm, Inaya Rakhmani, Cindy Rianti Priadi, Muhammad Irvan, Achmad Maulana
    Editor: Inaya Rakhmani, Panji Anugrah Permana, Endah Triastuti, Diatyka Widya Permata Yasih
    Penyelaras Akhir: Geger Riyanto dan Alpha Hambally
    Penataletak: Mulyono
    Perancang
    Sampul: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 27 Desember 2023
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Harga: Rp130.000
    Tebal: 166 Halaman
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341266
    ISBN: Digital: 9786231341273
    ID KPG: 592302219
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia

    Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia

    PENANGANAN PANDEMI Covid-19 memaksa negara memainkan peranan sentral sebagaimana direfleksikan dalam berbagai kebijakan: penguncian wilayah, penyediaan fasilitas kesehatan, penyediaan vaksin dan obat-obatan, dan lain sebagainya. Kebijakan pembatasan seperti anjuran untuk tetap di rumah, karantina wajib, dan jaga jarak mendorong masyarakat dalam mengandalkan media digital, khususnya media sosial, dalam kegiatan sehari-hari yang kemudian melahirkan mediatisasi. Di masa pandemi Covid-19, mediatisasi politik berperan penting dalam pembentukan opini publik dan wacana politik. Saat pemerintah dan pejabat kesehatan masyarakat bekerja untuk mengatasi krisis, media menjadi tempat utama kontestasi politik, di mana para aktor berusaha membentuk persepsi publik dan mempengaruhi kebijakan publik. Di luar kontestasi ini, bagaimana mediatisasi politik mempengaruhi masyarakat umum? Apa peran media arus utama dan alternatif? Bagaimana pengaruhnya terhadap populasi yang paling rentan—yang, meskipun menjadi korban secara tidak proporsional, juga paling tangguh? Apakah ada celah dan kesempatan untuk munculnya perlawanan, solidaritas, keterlibatan partisipatif, dan aktivisme kolektif? Ditulis oleh akademisi di rumpun ilmu sosial di tengah krisis kesehatan global terbesar abad ke-21—pandemi Covid-19, buku ini menawarkan serangkaian argumen yang meyakinkan betapa pentingnya mempelajari mediatisasi politik selama pandemi Covid-19. Para

    Penulis: tidak hanya mengajak kita untuk memahami geopolitik kawasan yang menjadi fokus empirisnya, tetapi juga memperdalam dan memperkaya pemahaman kita tentang hubungan antara media, politik, dan masyarakat.
    Penulis: Anastasia Yuni Widyaningrum, Ariane Utomo, Catherine Phillips, Diahhadi Setyonaluri, Diatyka Widya Permata Yasih, Endah Triastuti, Inaya Rakhmani, Kurnia Arofah, Panji Anugrah Permana, dan Whisnu Triwibowo
    Editor: Inaya Rakhmani, Panji Anugrah Permana, Endah Triastuti, dan Diatyka Widya Permata Yasih
    Penyelaras Akhir: Geger Riyanto & Alpha Hambally
    Penataletak: Fauzi Sukri
    Perancang & Ilustrasi
    Sampul: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 20 Desember 2023
    Harga: Rp160.000
    Tebal: 248 halaman
    Ukuran: 150 mm × 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341280
    ISBN: Digital: 9786231341297
    ID KPG: 592302218
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG bersama Asia Research Center Universitas Indonesia (ARC UI)

  • Indonesia Memilih Presiden

    Indonesia Memilih Presiden

    Reformasi Mei 1998 tidak hanya mengakhiri otoritarianisme rezim Orde Baru. Lebih daripada itu, peristiwa tersebut menandai lahirnya realitas politik yang lebih demokratis di Indonesia. Proses demokratisasi ini kemudian memicu dilakukannya berbagai macam studi yang berfokus pada, misalnya, pemilihan umum dalam kaitannya dengan kelas sosial. Tidak hanya berhasil mengklasifikasikan empat kelas sosial utama di Indonesia, buku ini memaparkan faktor kepemilikan kapital yang turut memengaruhi serta membentuk habitus masing-masing kelas. Perbedaan signifikan tiap-tiap kelas sosial memberikan wawasan mendalam dalam proses demokratisasi Indonesia yang terus berkembang. Dengan memadukan pendekatan komunikasi politik dan teori kelas sosial Pierre Bourdieu, Indonesia Memilih Presiden menganalisis perilaku pemilih di tiap-tiap kelas sosial dalam hal pemrosesan informasi untuk memproduksi opini politik dan menentukan pilihan politik.

    Penulis: M. Fadjroel Rachman
    Perancang
    Sampul: Wendie Artswenda
    Penataletak: Ellen Halim
    Editor: Alpha Hambally
    Kategori: Nonfiksi, Esai, Politik
    Terbit: 17 Januari 2024
    Harga: Rp125.000
    Tebal: 300 halaman
    Ukuran: 150 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341129
    ISBN: Digital: 9786231341112
    ID KPG: 592402210
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Iravati M. Sudiarso: Empu Pianis Indonesia

    Iravati M. Sudiarso: Empu Pianis Indonesia

    LEBIH dari enam dekade Iravati M Sudiarso mengasah perkembangan musik klasik di Indonesia, terutama piano. Ia hadir tidak saja sebagai pianis, tapi juga pendidik. Sekolah Musik YPM (Yayasan Pendidikan Musik) menjadi tempat Iravati merealisasikan gagasan dan idealismenya. Di dalam kawah candradimuka tersebut, sang empu tidak hanya menempa dan menggembleng para muridnya menjadi pianis andal, namun, yang utama, mendidik mereka menjadi manusia seutuhnya. Berprofesi sebagai seorang pianis tidak lantas membuat lingkup perhatian dan aktivitasnya terbatas. Betul bahwa ia adalah seorang pemusik, tapi pikiran, kerja-kerja kreatif, dan visinya selalu ditempatkan dalam konteks kemanusiaan, kebangsaan, dan keindonesiaan. Iravati terlibat aktif mengembangkan kebudayaan melalui kiprahnya di Dewan Kesenian Jakarta, Institut Kesenian Jakarta, dan Akademi Jakarta. Sepak terjangnya sebagai musisi sekaligus praktisi seni dan kebudayaan mengejawantahkan sosok Iravati sebagai tokoh perempuan pejuang yang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang kesenian di Indonesia. —– “Iravati M Sudiarso merupakan pianis kebanggaan Indonesia yang kiprahnya tidak sebatas di bidang musik klasik, namun turut menjangkau berbagai lini ranah seni yang lain seiring dengan kontribusi beliau di Taman Ismail Marzuki, Dewan Kesenian Jakarta, dan Akademi Jakarta. Beliau merupakan sosok budayawan tersohor dan segenerasi dengan almarhumah ibu saya—Toeti Heraty—bersama-sama turut mengupayakan seni sebagai dasar pengembangan kreativitas dan bagian tak terpisahkan dari kemajuan masyarakat yang beradab. Kami, atas nama Cemara 6 Galeri dan Toeti Heraty Museum, mengucapkan selamat atas

    Terbit: nya biografi Iravati M Sudiarso: Empu Pianis Indonesia. Semoga kontribusi Almarhumah Iravati M Sudiarso bagi dunia seni Indonesia, khususnya dunia musik klasik, menjadi tonggak sejarah yang perlu kita teladani bersama. Diharapkan pula kecintaan pada dunia musik klasik ini terus dikembangkan secara berkelanjutan bagi generasi mendatang.” —Dr Inda Citraninda Noerhadi, Direktur Cemara 6 Galeri & Toeti Heraty Museum. “Tiap mendengar nama Tante Iravati, pikiran saya selalu menerawang sewaktu saya masih kecil. Almarhum ayah saya selalu menceritakan kehebatan Tante Iravati karena dari kecil saya ingin belajar musik. Ayah saya sangat bersahabat dengan Tante Iravati. Idealisme Tante Iravati bermusik dan berkesenian sudah saya dengar sejak saya kecil. Terima kasih, Tante Ira, sudah memberikan contoh kegigihan menjadi seorang musisi kepada saya dan Indonesia.” —Gilang Ramadhan, Musisi; penabuh drum grup musik Krakatau.
    Penulis: Agus M Irkham
    Editor: Aditya Setiadi & Alpha Hambally
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: 8 November 2023
    Harga: Rp145.000
    Tebal: 297 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341075
    ISBN: Digital: 9786231341082
    ID KPG: 592302195
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • K.H. Masykuri Shodiq: Guru Kehidupan dan Warisan Kearifan

    K.H. Masykuri Shodiq: Guru Kehidupan dan Warisan Kearifan

    “Keluarga Kiai Haji Masykuri benar-benar menerapkan hidup sufi yang sederhana. Rumahnya hanya bangunan sederhana dari papan, menempel di gedung madrasah, lantainya dari tanah, dan perabotannya selazim yang dimiliki kebanyakan orang desa. Gambaran kehidupan keluarga yang berbalik 180 derajat dengan cita-cita besar pendiri kampus yang megah. Pembangunan Unisda hadir melalui perjuangan lahir batin, fisik, dan finansial yang total dari Kiai Haji Masykuri. Saya yakin suasana keseharian yang diciptakan dalam rumah tangga itu juga dimaksudkan kepada putra-putrinya guna mengamalkan kehidupan sufi yang teguh sebagai basis perjuangan hidup untuk lingkup yang lebih luas. Itulah cara Kiai Haji Masykuri menyiapkan generasi berikutnya.”—Ir Muhammad Faqih, Ms, PhD, Wakil Rektor II, Bidang Administrasi Umum, Sumber Daya, dan Keuangan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) “Teduh. Santun. Berkarakter. Sorot mata tajam dan memikat. Melalui senyum yang tergores tipis itu terbaca kuat apa yang dipikirkan dan hendak dikatakannya. Suaranya kalem tetapi dapat menyentak dalam diskusi-diskusi yang mendasar. Ada hentakan nada dengan tetap “berkelambu perdesaan” yang khas. Ingatkah gelak tawanya? Wajah bersongkok hitam dengan senyum spesial itu silakan saja terus dipandang dalam sapaan batin yang “beraroma” ketulusan. Di sana kita akan menemukan “lapangan lebar” kesahajaannya. Sejak awal mula berkenalan, kala itu 1992, ia berbicara mengenai cita-cita dasar Unisda yang dipersiapkan untuk generasi Indonesia masa depan. Dalam

    Bahasa: kekinian tentu saja sang penyejuk ini hendak menghadirkan generasi emas untuk Indonesia.” —H Suparto Wijoyo, Wakil Direktur Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Digitalisasi dan Internasionalisasi Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga
    Penulis: Muhammad Faqih, H. Suparto Wijoyo, Sauqi Futaqi, Cak Sariban, Mahbub Junaidi, Iib Marzuqi, Ali Shodikin, Mustofa
    Editor: Alpha Hambali
    Perancang
    Sampul: Wendie Artswenda
    Penataletak: Fauzi Sukri
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: 25 Oktober 2023
    Harga: Rp55.000
    Tebal: 141 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341013
    ISBN: Digital: 9786231341020
    ID KPG: 592302192
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG & UNISDA Lamongan

  • Batik Durian Lubuklinggau: Memperkaya Khasanah Batik Nusantara

    Batik Durian Lubuklinggau: Memperkaya Khasanah Batik Nusantara

    Di kota paling barat di Sumatra Selatan, Lubuklinggau, lahir kain batik durian yang memperkaya khasanah batik nusantara. Digagas oleh Ketua Dekranasda Lubuklinggau, Yetti Oktarina Prana pada Mei 2013, batik durian awalnya muncul dengan motif belah durian. Beragam motif lainnya pun berkembang, seperti hiasan dedaunan maupun yang tidak lagi berbentuk belah durian. Mula-mula pengrajin batik asal Lubuklinggau dikirim untuk mengikuti pelatihan proses pembuatan batik. Mereka kemudian juga belajar menggunakan pewarna alam seperti buah pinang dan kulit jengkol. Dalam perkembangan selanjutnya, batik durian Lubuklinggau diperkenalkan oleh sejumlah desainer ke publik luas, tampil di pekan mode lokal, nasional, hingga ke tingkat internasional seperti Milan Fashion Week di Italia. Apa, bagaimana, dan seperti apa perjalanan batik durian Lubuklinggau dalam satu dekade ini? Buku ini tidak hanya membuat pembaca mengenal lebih dalam tentang batik durian Lubuklinggau tapi juga turut bangga akan kekayaan batik nusantara dan cerita-cerita di baliknya.

    Penulis: Yetti Oktarina Prana & Rai Rahman Indra
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Budaya
    Terbit: 18 Oktober 2023
    Harga: Rp257.000
    Tebal: 197 halaman
    Ukuran: 230 mm x 280 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231340986
    ISBN: Digital: 9786231340993
    ID KPG: 592302188
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • H. M. Wardan: Mengembangkan Sayap untuk Tanah Air

    H. M. Wardan: Mengembangkan Sayap untuk Tanah Air

    TERSAJI di dalam buku ini jejak langkah seorang pemimpin daerah dengan sederet prestasi, seorang pemimpin perpaduan sosok guru, ulama, dan politisi. Seorang pemimpin yang menaruh empati sebagai panglima dalam memotivasi dan mengayomi. Dialah Haji Muhammad Wardan, Bupati Indragiri Hilir, Riau, dua periode, 2013—2023. Dia ikut menangis ketika sekitar 50 petani kelapa menemuinya. “Mereka datang sambil menangis. Mereka katakan, tak bisa lagi menyekolahkan anak, tak bisa lagi berusaha karena kebun kelapanya rusak akibat hama kumbang.” Wardan sadar, lebih dari 70 persen penduduk Indragiri Hilir hidup sebagai petani kelapa. Di bawah kepemimpinan Wardan selama 10 tahun, Indragiri Hilir—Negeri Seribu Parit dan Negeri Hamparan Kelapa—berhasil membangun bidang ekonomi, infrastruktur, kualitas hidup, pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, perbaikan lingkungan hidup, dan pemerintahan yang bersih. Semua dilakukan lewat semangat “Desa Maju Indragiri Hilir Jaya.” Kini cucu Tuan Guru Reteh yang kuat tirakat ini hendak terbang ke level nasional. Semangatnya tetap: Membangun Indonesia dari desa. Desa Maju Indonesia Jaya, demikian buah pikirnya. Buku ini memberi kita pelajaran, bagi seorang pemimpin, cita-cita sebesar apa pun perlu berbekal ilmu serta tim yang kuat. Lebih dari itu, niat baik dan empati menjadi fondasinya.

    Penulis: Yusuf Susilo Hartono, Agus Dermawan T, Willy Hangguman
    Editor: Candra Gautama, Yusuf Susilo Hartono, Alpha Hambally
    Perancang
    Sampul: & Penata Letak: Sudarwanto B. Raharjo & Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: 25 Oktober 2023
    Harga: Rp120.000
    Tebal: 141 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341037
    ISBN: Digital: 9786231341044
    ID KPG: 592302194
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • National Geographic: Rahasia Otak

    National Geographic: Rahasia Otak

    INGIN TAHU CARA OTAK BEKERJA? BAGAIMANA KITA MELIHAT DUNIA? DARI MANA ASALNYA PIKIRAN DAN EMOSI KITA? BERSIAPLAH UNTUK MENGETAHUINYA DALAM BUKU INI. Rahasia Otak mengajak kita mencoba berbagai percobaan yang menantang otak. Otak akan diajak bermain, dikecoh, dan pada akhirnya dibuat kagum, selagi kita menemukan dasar sains menarik di balik cara kerja percobaan dan bagaimana pikiran Anda memahaminya. Kita akan menjelajahi berbagai fungsi otak, seperti ingatan dan persepsi, melalui gambaran rinci dan

    Bahasa: n yang mudah dipahami. Rahasia Otak menunjukkan luar biasanya keluwesan dan kreativitas otak manusia….mengajak kita lebih menghargai keajaiban mental yang seringkali kita anggap biasa saja.
    Penulis: Michael S. Sweeney
    Penerjemah: Fatkhur Rahman
    Editor: Andya Primanda & Olivia Marveen
    Pengolah
    Sampul:
    Sampul: & Penataletak: Setyo Bekti Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Seri National Geographic, Sains
    Terbit: 17 Januari 2024
    Harga: Rp185.000
    Tebal: 224 halaman
    Ukuran: 170 mm x 284 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341006
    ID KPG: 592302193
    Usia: SU
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Ali Sadikin, Gubernur Jakarta yang Melampaui Zaman

    Seri Tempo: Ali Sadikin, Gubernur Jakarta yang Melampaui Zaman

    SEJARAH Jakarta tak bisa dilepaskan dari sosok Ali Sadikin. Ditunjuk langsung sebagai Gubernur DKI Jakarta (menjabat 1966–1977) oleh Presiden Sukarno, Bang Ali—begitu dia biasa disapa—dinilai mampu mengatasi berbagai problem yang melanda ibu kota. Selama 11 tahun menjabat gubernur, Bang Ali tidak hanya meletakkan fondasi perkembangan Jakarta, tetapi juga menunjukkan bagaimana seharusnya kota yang bermartabat sekaligus hijau dibangun. Bagi Bang Ali, Jakarta harus menjadi ibu kota yang mencerminkan kebanggaan nasional, sesuai cita-cita Bung Karno. Untuk itu, dia berupaya mewujudkan Jakarta yang manusiawi, berbudaya, nyaman, dan tertib. Dia membangun berbagai fasilitas publik dan memperbaiki kampung kumuh, berupaya mengatasi banjir dengan menyiapkan kawasan hijau yang mengelilingi ibu kota, membangun tempat berkumpul bagi para seniman, dan ikut mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Namun, kepemimpinan Bang Ali bukan tanpa kontroversi. Dia, misalnya, melegalkan perjudian dan memungut pajaknya untuk mengubah wajah kota yang suram menjadi metropolis. Bang Ali tidak peduli meski dicaci-maki dan dijuluki “gubernur maksiat”. Setelah tidak menjabat gubernur, dia bergabung dengan kelompok Petisi 50 dan tak ragu menunjukkan sikap politik yang berseberangan dengan Presiden Soeharto.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Tim Penyunting: Bagja Hidayat, Fery Firmansyah, Mustafa Silalahi, Nurdin Kalim, Stefanus Pramono, Redaksi KPG
    Tim Produksi: Djunaedi, Munzir Fadly, Aji Yuliarto
    Perancang
    Sampul: Bambang Nurdiansyah
    Penataletak
    Sampul: & Isi: Setyo Bekti Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: 22 November 2023
    Harga: Rp75.000
    Tebal: 297 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341167
    ISBN: Digital: 9786231341174
    ID KPG: 592302209
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG