Tag: PenerbitKPG

  • Tabi

    Tabi

    Katanya orang jatuh cinta tiga kali seumur hidupnya?

    Penulis: Marchella FP
    Editor: Siti Gretiani
    Ilustrator: Lalita Prima
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: Dipi.co
    Kategori: Fiksi, Novel
    Terbit: 6 Desember 2023
    Harga: Rp189.000
    Tebal: 300 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Hardcover
    ISBN:
    ID KPG:
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: POP

  • Journal of Joy

    Journal of Joy

    Step into a whimsical world where joy embrace life’s trials. This book will uncover your inner power to radiate joy, even in the face of challenges. From sipping warm peppermint tea to unleashing a mountain-top scream, let these magical moments ignite the spark of joy within. This book reminds us that joy is a choice, a guiding light in our darkest hours. Share its wisdom with loved ones and together, let’s paint the world with contagious joy. Choose joy and watch your heart take flight!

    Penulis: Sarah Amijo
    Editor: Katrine Gabby Kusuma
    Perancang Grafis & Ilustrator: Big Bear and Bird
    Kategori: Fiksi, Self-Improvement
    Terbit: 29 November 2023
    Harga: Rp125.000
    Tebal: 152 halaman
    Ukuran: 120 mm x 165 mm
    Sampul: Hardcover
    ISBN: 9786231341143
    ISBN: Digital: 9786231341150
    ID KPG: 592302208
    Usia: 15+
    Bahasa: Inggris
    Penerbit: POP

  • Iravati M. Sudiarso: Empu Pianis Indonesia

    Iravati M. Sudiarso: Empu Pianis Indonesia

    LEBIH dari enam dekade Iravati M Sudiarso mengasah perkembangan musik klasik di Indonesia, terutama piano. Ia hadir tidak saja sebagai pianis, tapi juga pendidik. Sekolah Musik YPM (Yayasan Pendidikan Musik) menjadi tempat Iravati merealisasikan gagasan dan idealismenya. Di dalam kawah candradimuka tersebut, sang empu tidak hanya menempa dan menggembleng para muridnya menjadi pianis andal, namun, yang utama, mendidik mereka menjadi manusia seutuhnya. Berprofesi sebagai seorang pianis tidak lantas membuat lingkup perhatian dan aktivitasnya terbatas. Betul bahwa ia adalah seorang pemusik, tapi pikiran, kerja-kerja kreatif, dan visinya selalu ditempatkan dalam konteks kemanusiaan, kebangsaan, dan keindonesiaan. Iravati terlibat aktif mengembangkan kebudayaan melalui kiprahnya di Dewan Kesenian Jakarta, Institut Kesenian Jakarta, dan Akademi Jakarta. Sepak terjangnya sebagai musisi sekaligus praktisi seni dan kebudayaan mengejawantahkan sosok Iravati sebagai tokoh perempuan pejuang yang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang kesenian di Indonesia. —– “Iravati M Sudiarso merupakan pianis kebanggaan Indonesia yang kiprahnya tidak sebatas di bidang musik klasik, namun turut menjangkau berbagai lini ranah seni yang lain seiring dengan kontribusi beliau di Taman Ismail Marzuki, Dewan Kesenian Jakarta, dan Akademi Jakarta. Beliau merupakan sosok budayawan tersohor dan segenerasi dengan almarhumah ibu saya—Toeti Heraty—bersama-sama turut mengupayakan seni sebagai dasar pengembangan kreativitas dan bagian tak terpisahkan dari kemajuan masyarakat yang beradab. Kami, atas nama Cemara 6 Galeri dan Toeti Heraty Museum, mengucapkan selamat atas

    Terbit: nya biografi Iravati M Sudiarso: Empu Pianis Indonesia. Semoga kontribusi Almarhumah Iravati M Sudiarso bagi dunia seni Indonesia, khususnya dunia musik klasik, menjadi tonggak sejarah yang perlu kita teladani bersama. Diharapkan pula kecintaan pada dunia musik klasik ini terus dikembangkan secara berkelanjutan bagi generasi mendatang.” —Dr Inda Citraninda Noerhadi, Direktur Cemara 6 Galeri & Toeti Heraty Museum. “Tiap mendengar nama Tante Iravati, pikiran saya selalu menerawang sewaktu saya masih kecil. Almarhum ayah saya selalu menceritakan kehebatan Tante Iravati karena dari kecil saya ingin belajar musik. Ayah saya sangat bersahabat dengan Tante Iravati. Idealisme Tante Iravati bermusik dan berkesenian sudah saya dengar sejak saya kecil. Terima kasih, Tante Ira, sudah memberikan contoh kegigihan menjadi seorang musisi kepada saya dan Indonesia.” —Gilang Ramadhan, Musisi; penabuh drum grup musik Krakatau.
    Penulis: Agus M Irkham
    Editor: Aditya Setiadi & Alpha Hambally
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: 8 November 2023
    Harga: Rp145.000
    Tebal: 297 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341075
    ISBN: Digital: 9786231341082
    ID KPG: 592302195
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • K.H. Masykuri Shodiq: Guru Kehidupan dan Warisan Kearifan

    K.H. Masykuri Shodiq: Guru Kehidupan dan Warisan Kearifan

    “Keluarga Kiai Haji Masykuri benar-benar menerapkan hidup sufi yang sederhana. Rumahnya hanya bangunan sederhana dari papan, menempel di gedung madrasah, lantainya dari tanah, dan perabotannya selazim yang dimiliki kebanyakan orang desa. Gambaran kehidupan keluarga yang berbalik 180 derajat dengan cita-cita besar pendiri kampus yang megah. Pembangunan Unisda hadir melalui perjuangan lahir batin, fisik, dan finansial yang total dari Kiai Haji Masykuri. Saya yakin suasana keseharian yang diciptakan dalam rumah tangga itu juga dimaksudkan kepada putra-putrinya guna mengamalkan kehidupan sufi yang teguh sebagai basis perjuangan hidup untuk lingkup yang lebih luas. Itulah cara Kiai Haji Masykuri menyiapkan generasi berikutnya.”—Ir Muhammad Faqih, Ms, PhD, Wakil Rektor II, Bidang Administrasi Umum, Sumber Daya, dan Keuangan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) “Teduh. Santun. Berkarakter. Sorot mata tajam dan memikat. Melalui senyum yang tergores tipis itu terbaca kuat apa yang dipikirkan dan hendak dikatakannya. Suaranya kalem tetapi dapat menyentak dalam diskusi-diskusi yang mendasar. Ada hentakan nada dengan tetap “berkelambu perdesaan” yang khas. Ingatkah gelak tawanya? Wajah bersongkok hitam dengan senyum spesial itu silakan saja terus dipandang dalam sapaan batin yang “beraroma” ketulusan. Di sana kita akan menemukan “lapangan lebar” kesahajaannya. Sejak awal mula berkenalan, kala itu 1992, ia berbicara mengenai cita-cita dasar Unisda yang dipersiapkan untuk generasi Indonesia masa depan. Dalam

    Bahasa: kekinian tentu saja sang penyejuk ini hendak menghadirkan generasi emas untuk Indonesia.” —H Suparto Wijoyo, Wakil Direktur Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Digitalisasi dan Internasionalisasi Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga
    Penulis: Muhammad Faqih, H. Suparto Wijoyo, Sauqi Futaqi, Cak Sariban, Mahbub Junaidi, Iib Marzuqi, Ali Shodikin, Mustofa
    Editor: Alpha Hambali
    Perancang
    Sampul: Wendie Artswenda
    Penataletak: Fauzi Sukri
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: 25 Oktober 2023
    Harga: Rp55.000
    Tebal: 141 halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341013
    ISBN: Digital: 9786231341020
    ID KPG: 592302192
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG & UNISDA Lamongan

  • Batik Durian Lubuklinggau: Memperkaya Khasanah Batik Nusantara

    Batik Durian Lubuklinggau: Memperkaya Khasanah Batik Nusantara

    Di kota paling barat di Sumatra Selatan, Lubuklinggau, lahir kain batik durian yang memperkaya khasanah batik nusantara. Digagas oleh Ketua Dekranasda Lubuklinggau, Yetti Oktarina Prana pada Mei 2013, batik durian awalnya muncul dengan motif belah durian. Beragam motif lainnya pun berkembang, seperti hiasan dedaunan maupun yang tidak lagi berbentuk belah durian. Mula-mula pengrajin batik asal Lubuklinggau dikirim untuk mengikuti pelatihan proses pembuatan batik. Mereka kemudian juga belajar menggunakan pewarna alam seperti buah pinang dan kulit jengkol. Dalam perkembangan selanjutnya, batik durian Lubuklinggau diperkenalkan oleh sejumlah desainer ke publik luas, tampil di pekan mode lokal, nasional, hingga ke tingkat internasional seperti Milan Fashion Week di Italia. Apa, bagaimana, dan seperti apa perjalanan batik durian Lubuklinggau dalam satu dekade ini? Buku ini tidak hanya membuat pembaca mengenal lebih dalam tentang batik durian Lubuklinggau tapi juga turut bangga akan kekayaan batik nusantara dan cerita-cerita di baliknya.

    Penulis: Yetti Oktarina Prana & Rai Rahman Indra
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Budaya
    Terbit: 18 Oktober 2023
    Harga: Rp257.000
    Tebal: 197 halaman
    Ukuran: 230 mm x 280 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231340986
    ISBN: Digital: 9786231340993
    ID KPG: 592302188
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • H. M. Wardan: Mengembangkan Sayap untuk Tanah Air

    H. M. Wardan: Mengembangkan Sayap untuk Tanah Air

    TERSAJI di dalam buku ini jejak langkah seorang pemimpin daerah dengan sederet prestasi, seorang pemimpin perpaduan sosok guru, ulama, dan politisi. Seorang pemimpin yang menaruh empati sebagai panglima dalam memotivasi dan mengayomi. Dialah Haji Muhammad Wardan, Bupati Indragiri Hilir, Riau, dua periode, 2013—2023. Dia ikut menangis ketika sekitar 50 petani kelapa menemuinya. “Mereka datang sambil menangis. Mereka katakan, tak bisa lagi menyekolahkan anak, tak bisa lagi berusaha karena kebun kelapanya rusak akibat hama kumbang.” Wardan sadar, lebih dari 70 persen penduduk Indragiri Hilir hidup sebagai petani kelapa. Di bawah kepemimpinan Wardan selama 10 tahun, Indragiri Hilir—Negeri Seribu Parit dan Negeri Hamparan Kelapa—berhasil membangun bidang ekonomi, infrastruktur, kualitas hidup, pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, perbaikan lingkungan hidup, dan pemerintahan yang bersih. Semua dilakukan lewat semangat “Desa Maju Indragiri Hilir Jaya.” Kini cucu Tuan Guru Reteh yang kuat tirakat ini hendak terbang ke level nasional. Semangatnya tetap: Membangun Indonesia dari desa. Desa Maju Indonesia Jaya, demikian buah pikirnya. Buku ini memberi kita pelajaran, bagi seorang pemimpin, cita-cita sebesar apa pun perlu berbekal ilmu serta tim yang kuat. Lebih dari itu, niat baik dan empati menjadi fondasinya.

    Penulis: Yusuf Susilo Hartono, Agus Dermawan T, Willy Hangguman
    Editor: Candra Gautama, Yusuf Susilo Hartono, Alpha Hambally
    Perancang
    Sampul: & Penata Letak: Sudarwanto B. Raharjo & Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Biografi
    Terbit: 25 Oktober 2023
    Harga: Rp120.000
    Tebal: 141 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341037
    ISBN: Digital: 9786231341044
    ID KPG: 592302194
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • National Geographic: Rahasia Otak

    National Geographic: Rahasia Otak

    INGIN TAHU CARA OTAK BEKERJA? BAGAIMANA KITA MELIHAT DUNIA? DARI MANA ASALNYA PIKIRAN DAN EMOSI KITA? BERSIAPLAH UNTUK MENGETAHUINYA DALAM BUKU INI. Rahasia Otak mengajak kita mencoba berbagai percobaan yang menantang otak. Otak akan diajak bermain, dikecoh, dan pada akhirnya dibuat kagum, selagi kita menemukan dasar sains menarik di balik cara kerja percobaan dan bagaimana pikiran Anda memahaminya. Kita akan menjelajahi berbagai fungsi otak, seperti ingatan dan persepsi, melalui gambaran rinci dan

    Bahasa: n yang mudah dipahami. Rahasia Otak menunjukkan luar biasanya keluwesan dan kreativitas otak manusia….mengajak kita lebih menghargai keajaiban mental yang seringkali kita anggap biasa saja.
    Penulis: Michael S. Sweeney
    Penerjemah: Fatkhur Rahman
    Editor: Andya Primanda & Olivia Marveen
    Pengolah
    Sampul:
    Sampul: & Penataletak: Setyo Bekti Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Seri National Geographic, Sains
    Terbit: 17 Januari 2024
    Harga: Rp185.000
    Tebal: 224 halaman
    Ukuran: 170 mm x 284 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341006
    ID KPG: 592302193
    Usia: SU
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Seri Tempo: Ali Sadikin, Gubernur Jakarta yang Melampaui Zaman

    Seri Tempo: Ali Sadikin, Gubernur Jakarta yang Melampaui Zaman

    SEJARAH Jakarta tak bisa dilepaskan dari sosok Ali Sadikin. Ditunjuk langsung sebagai Gubernur DKI Jakarta (menjabat 1966–1977) oleh Presiden Sukarno, Bang Ali—begitu dia biasa disapa—dinilai mampu mengatasi berbagai problem yang melanda ibu kota. Selama 11 tahun menjabat gubernur, Bang Ali tidak hanya meletakkan fondasi perkembangan Jakarta, tetapi juga menunjukkan bagaimana seharusnya kota yang bermartabat sekaligus hijau dibangun. Bagi Bang Ali, Jakarta harus menjadi ibu kota yang mencerminkan kebanggaan nasional, sesuai cita-cita Bung Karno. Untuk itu, dia berupaya mewujudkan Jakarta yang manusiawi, berbudaya, nyaman, dan tertib. Dia membangun berbagai fasilitas publik dan memperbaiki kampung kumuh, berupaya mengatasi banjir dengan menyiapkan kawasan hijau yang mengelilingi ibu kota, membangun tempat berkumpul bagi para seniman, dan ikut mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Namun, kepemimpinan Bang Ali bukan tanpa kontroversi. Dia, misalnya, melegalkan perjudian dan memungut pajaknya untuk mengubah wajah kota yang suram menjadi metropolis. Bang Ali tidak peduli meski dicaci-maki dan dijuluki “gubernur maksiat”. Setelah tidak menjabat gubernur, dia bergabung dengan kelompok Petisi 50 dan tak ragu menunjukkan sikap politik yang berseberangan dengan Presiden Soeharto.

    Penulis: Redaksi Tempo
    Tim Penyunting: Bagja Hidayat, Fery Firmansyah, Mustafa Silalahi, Nurdin Kalim, Stefanus Pramono, Redaksi KPG
    Tim Produksi: Djunaedi, Munzir Fadly, Aji Yuliarto
    Perancang
    Sampul: Bambang Nurdiansyah
    Penataletak
    Sampul: & Isi: Setyo Bekti Nugroho
    Kategori: Nonfiksi, Biografi, Seri Tempo
    Terbit: 22 November 2023
    Harga: Rp75.000
    Tebal: 297 halaman
    Ukuran: 160 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341167
    ISBN: Digital: 9786231341174
    ID KPG: 592302209
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Cerita dari Solo: Yang Tersua di Satu Masa

    Cerita dari Solo: Yang Tersua di Satu Masa

    Cerita dari Solo: Yang Tersua di Satu Masa adalah refleksi sejumlah anak muda atas Solo, kota penting bagi peradaban Jawa, saksi sejarah berabad-abad terbentuknya percampuran kebudayaan di Nusantara sebagai Negeri Silang Budaya—mengacu pada pemikiran Denys Lombard—India, China, Arab, dan Barat. Selama dua bulan mereka berusaha memotret “perubahan sosial” yang terjadi di kota lahirnya Serat Centhini, ensiklopedia kebudayaan Jawa dan karya terbesar dalam kesusastraan Jawa baru, ini. Para anak muda itu—yang berjumlah 15 orang—adalah mahasiswa FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Mereka tergabung dalam “Tim Studi dan Proyek Independen Multikultural” untuk merespons isu-isu multikultural dan keindonesiaan, sekaligus sebagai bagian dari kegiatan “Kampus Merdeka” yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tentu saja, potret “perubahan sosial” yang ditangkap oleh anak-anak muda itu adalah cuilan semata, bukan riset mendalam bertahun-tahun. Mereka melihat Solo bak nginceng dari lubang kunci. Namun sebagai cuilan, ia bisa dimaknai sebagai kepingan puzzle untuk kemudian dilengkapi oleh kepingan-kepingan lain agar terbentuk wajah utuh Kota Solo dalam mengarungi perubahan zaman. Foto-foto dalam buku ini—yang disusun bak “cerita bergambar”—tidak dirancang sebagai foto cantik sebagaimana tersaji dalam buku-buku panduan wisata. Ia hanyalah sekeping puzzle dari suatu cerita yang belum rampung, cerita yang tersua di satu masa.

    Penulis: Tim Studi dan Proyek Independen Multikultural FISIP UAJY
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: Wendie Artswenda
    Penyusun: Alan Kristyadi Grinspana, Albertus Handy Widodo, Ariel Rizky Putra Hartono, Christian Ricko Harianto, Cokorda Agung Istri Wedawati, Emanuel Evan Sebastian, Gabriel Haris Putra Pratama, Heinrich Terra, Jesslyn Josefina, Kezia Hendrawan, Michael Paulus Montolalu, Natania Valentine, Retnoningtyas Wulandari, Siti Amelia, Visakha Metta Madeline
    Kategori: Nonfiksi, Fotografi
    Terbit: Oktober 2023
    Harga: NON STO
    Tebal: 175 halaman
    Ukuran: 190 mm x 240 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231340672
    ISBN: Digital: 9786231340689
    ID KPG: 592302186
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG Buku Terkait

  • We Free The Stars (Melepas Bintang)

    We Free The Stars (Melepas Bintang)

    Kegelapan mengembuskan kepulan dari jemarinya dan mengaburkan pandangannya. Kesaktian terkuras dari jiwanya dan mengalir ke jurang yang tak kasatmata. — Pertempuran memang sudah usai. Hutan terkutuk memang telah musnah. Bagaimanapun, Zafira dan Nasir masih bersikukuh untuk menyelesaikan rencana: mengembalikan jantung Para Saudari Kuno ke menara di tiap-tiap khilafah dan pada akhirnya mengembalikan sihir ke tanah Arawiya. Sayangnya, mereka kekurangan sekutu dan seluruh kesultanan dihantui ketakutan akan kembalinya Singa Malam. Sementara komplotan mereka bersiasat untuk menjauhkan kesultanan dari ancaman terbesar, Nasir berupaya untuk mengontrol sihir yang mengalir dalam aliran darahnya. Dia harus belajar untuk mengasah kemampuannya agar bisa menjadi senjata, menjadi tameng tak hanya dari serangan Singa Malam tapi juga dari ayahnya sendiri. Zafira juga sibuk memerangi jenis kegelapan lain—kegelapan yang bergumam, yang membuatnya nyaris gila. Dalam bayang-bayang yang kian pekat dan kian dekat, Nasir dan Zafira harus mengorbankan sesuatu yang sangat berharga jika ingin keadaan kembali seperti sediakala. We Free the Stars: Melepas Bintang, sekuel dari We Hunt the Flame: Memburu Api.

    Penulis: Hafsah Faizal
    Penerjemah: Mustika
    Editor: Anida Nurrahmi
    Perancang
    Sampul: Ellen Halim
    Kategori: Fiksi, Novel
    Terbit: 14 Agustus 2024
    Harga: Rp190.000
    Tebal: 746 Halaman
    Ukuran: 135 mm x 200 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231340900
    ID KPG: 592402289
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: POP