Tag: Sosial

  • Pergulatan Transisi Energi Berkeadilan: Satu Isu Beragam Dilema

    Pergulatan Transisi Energi Berkeadilan: Satu Isu Beragam Dilema

    Kata transisi menyiratkan perubahan yang kalem, perlahan, dan disepakati bersama. Sementara itu, dengan masifnya perubahan yang disyaratkan, transisi dalam konteks energi kerap berujung dengan pergolakan, kerugian, dan kekalahan menyesakkan bagi beberapa pihak. Menjamin keadilan dalam transisi energi lantas menjadi hal yang penting, sekalipun menantang. Transisi energi, bila berjalan tanpa pengawalan, sangat mungkin hanya akan menjadi siasat baru untuk memproduksi ketimpangan yang sudah banyak terjadi di sektor energi. Wajar belaka, bila kini terjadi juga, narasi transisi energi menjadi sarana para elite menciptakan peluang-peluang eksploitasi baru. Elite dapat mempersiapkan bisnis sekaligus menyetir kebijakan dan skema nasional untuk merespons tekanan transisi energi global. Dengan demikian menyulapnya—tak jarang secara vulgar—dari ancaman menjadi kesempatan. Keadilan, karenanya, harus selalu dipertimbangkan, diangkat, dan disuarakan di hadapan praktik transisi energi. Toh konsep keadilan dalam transisi energi sudah dielaborasi ke dalam beragam pengertian. Percakapan tentang transisi energi berkeadilan, karenanya, harus dimulai. Buku Pergulatan Transisi Energi Berkeadilan mencoba menyuguhkan beragam masalah yang dihadapi dalam satu isu: transisi energi. Buku ini diharapkan dapat berkontribusi memantik percakapan yang bergulir, baik tentang tantangan, solusi, dan kerangka kerja utuh dalam mewujudkan transisi energi berkeadilan.

    Penulis: Geger Riyanto, dkk
    Ilustrator: Hasbi Ilman, Astro Ruby, Sekarjoget
    Editor: Alpha Hambally
    Perancang Sampul: Ellen Halim
    Penataletak: Leopold Adi Surya
    Kategori: Nonfiksi, Sosial, Politik
    Terbit: 3 Juli 2024
    Harga: Rp120.000
    Tebal: 290 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231342256
    ISBN: Digital: 9786231342263
    ID KPG: 592402281
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Bhinneka

    Bhinneka

    Kenapa Bhinneka? Karena buku ini merupakan persembahan kepada kebhinnekaan kebudayaan Indonesia di bidang agama (dalam hal ini agama Islam dan Konghucu), sastra (di sini empat karangan tentang sastra Indonesia lama, dunia hikayat, dan teks sejarah), serta

    Bahasa: (tata
    Bahasa: Indonesia yang baik dan benar, di samping beberapa jenis kode kacau dan gokil milik anak-anak muda). Kebhinnekaan bukan saja pembahasan berbagai bidang berbeda, melainkan juga berada di tengah setiap bidang itu bila norma dan ortodoksi bersanding dengan perilaku yang menyimpang atau marginal. Ziarah makam menimbulkan berbagai pertentangan, seperti juga
    Bahasa: sandi bentrok dengan usaha pembakuan
    Bahasa: . Pertentangan jenis itu menimbulkan macam-macam perdebatan dan perselisihan, kaum baku dan ortodoks merasa terancam oleh setiap langkah menyimpang dari norma standar, tetapi bangsa Indonesia tunggal ika selalu.
    Penulis: Henri Chambert-Loir
    Editor: Ade Pristie Wisandhani
    Perancang
    Sampul: Ellen Halim
    Penataletak Isi: Diah Novitasari
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 31 Januari 2024
    Harga: Rp90.000
    Tebal: 417 halaman
    Ukuran: 160 mm x 240 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341532
    ISBN: Digital: 9786231341549
    ID KPG: 592402242
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG bersama EFEO (École française d’Extrême-Orient)

  • Bernalar sebelum Klik

    Bernalar sebelum Klik

    DIGITALISASI telah membawa banyak manfaat. Inovasi teknologi komputasional menghasilkan lompatan kemajuan pada aras demokratisasi, deliberasi, pengembangan iptek, ekonomi kreatif, dan lainlain. Hidup kita juga menjadi jauh lebih efisien, aktif, dan produktif berkat layanan-layanan digital yang terus terbarui dan semakin beragam. Namun, digitalisasi juga membawa dampak tak terduga. Kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi, kecanduan gadget, gelombang disrupsi digital, epidemi hoaks, polarisasi dalam masyarakat, penipuan online, dan kejahatan digital lainnya kini menjelma jadi masalah sosial baru yang pelik serta sulit diberantas. Di saat yang sama, tingkat literasi digital umumnya masih sangat rendah. Banyak orang hanya tahu bagaimana menggunakan aplikasi digital, tetapi tidak memahami benar pengaruh negatif yang ditimbulkan. Buku Bernalar Sebelum Klik: Panduan Literasi Digital mencoba memberikan sumbangan terhadap gerakan literasi digital di Indonesia dalam konteks ini. Buku Saudara Agus Sudibyo ini membantu masyarakat awam untuk memahami segi-segi pemanfaatan teknologi informasi, mengenali bentuk dan ciri kejahatan digital, serta mengetahui kiat-kiat menghindari dampak negatif penerapan teknologi digital. Dengan buku ini, kita juga diarahkan untuk menjadi warganet yang bijak dan bertanggung jawab, serta menjadi pemilih yang rasional dalam pemilu. Buku pintar literasi digital yang kreatif, ilustratif, dan perlu dibaca! —Meutya Hafid, Ketua Komisi I DPR-RI

    Penulis: Agus Sudibyo
    Editor: Candra Gautama & Galang Aji Putro
    Ilustrator: Melati Adaninggar
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 13 Desember 2023
    Harga: Rp140.000
    Tebal: 195 halaman
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341242
    ISBN: Digital: 9786231341259
    ID KPG: 592302221
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG bersama Kominfo

  • Manusia dan Air dalam Senjang Pembangunan di Indonesia

    Manusia dan Air dalam Senjang Pembangunan di Indonesia

    Di kota-kota Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kawasan sekitar sungai dan dataran banjir adalah permukiman bagi kalangan menengah ke bawah. Selain menghadapi perubahan iklim, mereka juga harus bertahan di tengah pembangunan yang senjang (uneven development). Kelangkaan air bersih adalah konsekuensi bagi mereka, yang kemudian memunculkan kawasan kumuh di sekitar sungai. Ditulis oleh peneliti Asia Research Centre Universitas Indonesia berdasarkan riset lapangan di sejumlah sungai di Bima, Pontianak, dan Manado pada rentang 2021–2023, buku ini menawarkan pemahaman teoretis serta menjawab pertanyaan penting dan menarik: Bagaimana masyarakat miskin kota dapat bangkit dalam menghadapi bencana iklim terutama banjir dan kenaikan permukaan air laut? Bagaimana resiliensi masyarakat itu berkait dengan tata kelola air yang inklusif?

    Penulis: Muhammad R. Damm, Inaya Rakhmani, Cindy Rianti Priadi, Muhammad Irvan, Achmad Maulana
    Editor: Inaya Rakhmani, Panji Anugrah Permana, Endah Triastuti, Diatyka Widya Permata Yasih
    Penyelaras Akhir: Geger Riyanto dan Alpha Hambally
    Penataletak: Mulyono
    Perancang
    Sampul: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 27 Desember 2023
    Ukuran: 150 mm x 230 mm
    Harga: Rp130.000
    Tebal: 166 Halaman
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341266
    ISBN: Digital: 9786231341273
    ID KPG: 592302219
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia

    Mediatisasi Politik pada Masa Pandemi di Indonesia

    PENANGANAN PANDEMI Covid-19 memaksa negara memainkan peranan sentral sebagaimana direfleksikan dalam berbagai kebijakan: penguncian wilayah, penyediaan fasilitas kesehatan, penyediaan vaksin dan obat-obatan, dan lain sebagainya. Kebijakan pembatasan seperti anjuran untuk tetap di rumah, karantina wajib, dan jaga jarak mendorong masyarakat dalam mengandalkan media digital, khususnya media sosial, dalam kegiatan sehari-hari yang kemudian melahirkan mediatisasi. Di masa pandemi Covid-19, mediatisasi politik berperan penting dalam pembentukan opini publik dan wacana politik. Saat pemerintah dan pejabat kesehatan masyarakat bekerja untuk mengatasi krisis, media menjadi tempat utama kontestasi politik, di mana para aktor berusaha membentuk persepsi publik dan mempengaruhi kebijakan publik. Di luar kontestasi ini, bagaimana mediatisasi politik mempengaruhi masyarakat umum? Apa peran media arus utama dan alternatif? Bagaimana pengaruhnya terhadap populasi yang paling rentan—yang, meskipun menjadi korban secara tidak proporsional, juga paling tangguh? Apakah ada celah dan kesempatan untuk munculnya perlawanan, solidaritas, keterlibatan partisipatif, dan aktivisme kolektif? Ditulis oleh akademisi di rumpun ilmu sosial di tengah krisis kesehatan global terbesar abad ke-21—pandemi Covid-19, buku ini menawarkan serangkaian argumen yang meyakinkan betapa pentingnya mempelajari mediatisasi politik selama pandemi Covid-19. Para

    Penulis: tidak hanya mengajak kita untuk memahami geopolitik kawasan yang menjadi fokus empirisnya, tetapi juga memperdalam dan memperkaya pemahaman kita tentang hubungan antara media, politik, dan masyarakat.
    Penulis: Anastasia Yuni Widyaningrum, Ariane Utomo, Catherine Phillips, Diahhadi Setyonaluri, Diatyka Widya Permata Yasih, Endah Triastuti, Inaya Rakhmani, Kurnia Arofah, Panji Anugrah Permana, dan Whisnu Triwibowo
    Editor: Inaya Rakhmani, Panji Anugrah Permana, Endah Triastuti, dan Diatyka Widya Permata Yasih
    Penyelaras Akhir: Geger Riyanto & Alpha Hambally
    Penataletak: Fauzi Sukri
    Perancang & Ilustrasi
    Sampul: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 20 Desember 2023
    Harga: Rp160.000
    Tebal: 248 halaman
    Ukuran: 150 mm × 230 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231341280
    ISBN: Digital: 9786231341297
    ID KPG: 592302218
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG bersama Asia Research Center Universitas Indonesia (ARC UI)

  • Memahami Khalayak Media dalam Beragam Perspektif

    Memahami Khalayak Media dalam Beragam Perspektif

    Dewasa ini Ilmu Komunikasi berkembang pesat seiring dengan perubahan sosial global yang dipacu oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu narasi besar yang melanda seluruh dunia adalah transformasi menuju masyarakat digital yang ditopang oleh perkembangan berbagai sarana komunikasi multiplatform. Buku Memahami Khalayak Media dalam Beragam Perspektif, yang berisi sejumlah teori komunikasi terkait khalayak, sangat penting untuk menjadi referensi membaca kompleksitas realitas komunikasi sosial yang tengah berlangsung di era digital. Masing-masing teori komunikasi yang disajikan dalam buku ini memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Ilmu Komunikasi, khususnya kajian khalayak. Setiap

    Penulis: , yang sebagian besar merupakan staf pengajar Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, berupaya memaparkan teori komunikasi dari berbagai aspek, seperti sejarah, tokoh utama yang melahirkan dan mengembangkan teori, latar belakang perspektif atau paradigma ilmu teori, serta konsep-konsep penting yang terkandung dalam teori. Harapannya, buku ini menjadi pengantar bagi siapa pun yang tertarik memahami dinamika fenomena komunikasi di masyarakat yang semakin kompleks, sekaligus menantang untuk terus mengembangkan kajian khalayak agar relevan dengan perkembangan zaman, serta bermanfaat membangun kehidupan bersama yang lebih baik.
    Penulis: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Firly Annisa, Muria Endah Sokowati, Wulan Widyasari, Qholiva Yuni Fadilla, Tri Hastuti Nur R, Fajar Junaedi, Paramitha Yunianto, Frizki Yulianti Nurnisya, Yeni Rosilawati, Adhianty Nurjanah, Sovia Sitta Sari)
    Editor: Muria Endah Sokowati, Tri Hastuti Nur Rochimah, Alpha Hambally
    Penyelaras Akhir: Yohannes Krisnawan
    Ilustrator
    Sampul: Alim Bakhtiar
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: Ellen Halim
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 30 Agustus 2023
    Harga: Rp140.000
    Tebal: 223 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231340696
    ISBN: Digital: 9786231340702
    ID KPG: 592302175
    Bahasa: Indonesia
    Usia: 15+
    Penerbit: KPG

  • Indonesia Harus Kembali Kepada Rohnya

    Indonesia Harus Kembali Kepada Rohnya

    KRIS BIANTORO (17 Maret 1938-13 Agustus 2013) adalah bapak presenter Indonesia, penyanyi, dan salah satu seniman multitalenta terbaik yang pernah dilahirkan oleh Indonesia. Pada zaman Sukarno, ia pernah terlibat dalam operasi merebut Irian Barat dari Belanda: bukan untuk bertempur, melainkan untuk bernyanyi di hadapan para prajurit. Setelah peristiwa itu, kariernya di dunia seni kian melejit. Diselesaikan tiga minggu sebelum meninggal pada

    Usia: 75 tahun, buku ini adalah refleksi pengalaman dan pemikiran Kris Biantoro tentang keindonesiaan selama ia hidup. Kris Biantoro melalui empat zaman. Zaman Jepang ketika ia masih kanak di Magelang, zaman Orde Lama ketika ia memutuskan merantau ke Jakarta, sampai zaman Orde Baru tumbang pada 1998, dan kita memasuki masa reformasi. Disajikan dengan gaya yang sederhana, gamblang, blak-blakan, juga kadang dibumbui humor dan kelakar, tulisan Kris Biantoro secara tulus menyadarkan kita akan arti penting nasionalisme dan keindonesiaan pada hari ini.
    Penulis: Kris Biantoro
    Editor: Alpha Hambally
    Perancang
    Sampul: Ellen Halim; Iyus Beelovo Gultom; Thomas DS, Anastasia Felicita, Fitra Kodri Ramadhan
    Penataletak: Mulyono
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 16 Agustus 2023
    Harga: Rp135.000
    Tebal: 184 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231340436
    ISBN: Digital: 9786231340443
    ID KPG: 592302169
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Meniti Jalan Berduri: Mengenang George Junus Aditjondro

    Meniti Jalan Berduri: Mengenang George Junus Aditjondro

    George Junus Aditjondro (Pekalongan, Jawa Tengah, 27 Mei 1946—Palu, Sulawesi Tengah, 10 Desember 2016) adalah seorang aktivis, wartawan, pencinta lingkungan, peneliti, sekaligus akademisi. Ia banyak menghasilkan makalah, menulis artikel di koran, dan menjadi narasumber dalam berbagai diskusi dengan bermacam-macam topik. Setelah menamatkan studi doktoral dari Universitas Cornell di Amerika Serikat pada 1993, George Aditjondro pulang ke Indonesia dan memilih menjadi pengajar di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Sumbangan penting George adalah gerakan sosial aktivisme. Selain aktif dalam gerakan pemberantasan korupsi, George merupakan salah satu aktivis lingkungan di Indonesia. Bahkan ia menerima hadiah Kalpataru dari Presiden Soeharto. Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan oleh Presiden kepada figur dan tokoh yang berkontribusi besar dalam pelestarian lingkungan hidup. Tetapi kemudian hadiah itu dikembalikan sebagai bentuk protesnya terhadap Soeharto. Namanya kemudian dikenal luas setelah ia terang -terangan menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Soeharto mengenai kasus korupsi dan Timor Timur. Atas tindakannya tersebut, George harus meninggalkan Indonesia ke Australia dari tahun 1995 hingga 2002. Pada Maret 1998 ia dicekal oleh rezim Soeharto. Untuk mengenang sosok George dan sumbangannya bagi demokratisasi dan hak asasi manusia di Indonesia—yang jika masih hidup, genap berusia 77 tahun pada 27 Mei—sejumlah kawan menuliskan kesannya. Melalui beragam tulisan mereka, kita bisa melihat lebih dekat bagaimana pergulatan hidup, aktivisme, hingga perlawanan George Junus Aditjondro dalam menegakkan hak asasi manusia, terutama di Timor Timur dan Papua. “George Junus Aditjondro adalah salah satu tokoh yang begitu berani menantang pemikiran mainstream untuk mempertahankan cita -cita keadilan sosial, mulai dari kesadaran lingkungan hidup hingga hak asasi manusia, khususnya hak orang Timor.“ —Kay Rala Xanana Gusmão, Presiden Pertama Republic Democratic Timor Leste “Sumbangan penting lain George adalah gerakan sosial aktivisme. Selain aktif dalam gerakan pemberantasan korupsi, George juga salah satu aktivis lingkungan di Indonesia. Bahkan ia menerima hadiah Kalpataru dari Presiden Soeharto. Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan oleh Presiden kepada figur dan tokoh yang berkontribusi besar dalam pelestarian lingkungan hidup. Tetapi kemudian hadiah itu dikembalikan sebagai bentuk protesnya terhadap Soeharto.” —J. Danang Widoyoko, Sekjen Transparansi Internasional Indonesia

    Penulis: Aboeprijadi Santoso, Adérito de Jesus Soares, Adnan Topan Husodo, Amiruddin al Rahab, Andreas Harsono, Arianto Sangadji, Ariel Heryanto, Augustinus Rumansara, Basil Triharyanto, Benny Giay, Budiawan, Clinton Fernandes, Danang Widoyoko, José Manuel Ramos-Horta, Kay Rala Xanana Gusmão, Kubo Yasuyuki, Martin Patay, Stanley Adi Prasetyo, Tri Agus Susanto Siswowiharjo, Wilson Obrigados
    Editor: Stanley Adi Prasetyo, Adérito de Jesus Soares, dan Basilius Triharyanto
    Penyelaras Akhir: Alpha Hambally
    Penataletak & Perancang
    Sampul: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 31 Mei 2023
    Harga: Rp95.000
    Tebal: 277 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786231340214
    ISBN: Digital: 9786231340221
    ID KPG: 592302147
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • A Nation Fighting Covid-19

    A Nation Fighting Covid-19

    “Buku ini menggambarkan peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia, bahkan dunia, secara visual. Sejak 2019, umat manusia dilanda pandemi Covid-19. Banyak kegiatan berhenti, korban berjatuhan setiap hari. Melihat dampaknya yang luar biasa, DPD Partai Golkar DKI Jakarta kemudian berinisiatif mendokumentasikan peristiwa tersebut—suatu sejarah yang mencekam dan menyedihkan di abad ke-21—dengan menyelenggarakan lomba foto sepanjang 2020-2022. Hasilnya luar biasa. Dengan semangat tinggi, fotografer Indonesia menghasilkan gambar-gambar yang menakjubkan. Salut saya pada pemrakarsa lomba foto dan

    Penerbit: an buku ini.” —Darwis Triadi, fotografer senior dan anggota dewan juri lomba foto Covid-19 “Buku yang langka, tentang sebuah peristiwa panjang dan melelahkan, namun dibuat dengan penuh semangat kemanusiaan dan optimisme.Berbagai foto di dalamnya menggambarkan manusia Indonesia di tengah pandemi, tanpa putus harapan dan gairah kehidupan. Sebuah karya di tengah wabah, dan dibuat dengan kesungguhan hati: selamat buat Bang Zaki, Ketua Partai Golkar DKI Jakarta, beserta tim kreatifnya.” —Rizal Mallarangeng, Pendiri Freedom Institute ———– “This book describes historical events that occurred in Indonesia, and even the world, visually. Since 2019, humanity has been hit by the Covid-19 pandemic. Many activities stop, victims fall every day. Seeing the extraordinary impact, the Jakarta Chapter of Golkar Party then took the initiative to document the event—a gripping and sad history in the 21st century—by holding a photo contest throughout 2020-2022. The results are amazing. With great enthusiasm, Indonesian photographers produce stunning images. My salute to the initiator of the photo contest and the publication of this book.” —Darwis Triadi, senior photographer and jury member of the Covid-19 photo contest “A rare book, about a long and tiring event, but made with the spirit of humanity and optimism. The various photos in this book depict Indonesian people in the midst of a pandemic, without giving up hope and passion for life. A work in the midst of an epidemic, and made with sincerity: congratulations to Mr. Zaki, the Chairman of the Jakarta Chapter of Golkar Party and his creative team.” —Rizal Mallarangeng, founder of the Freedom Institute Perancang
    Penerbit: an: Adhinusa, Elang Hidayat, dan Miea Kusuma
    Penerjemah: Dwi Atmanto
    Editor: Candra Gautama
    Perancang
    Sampul: & Isi: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sosial, Biografi
    Terbit: 15 Maret 2023
    Harga: Rp395.000
    Tebal: 243 halaman
    Ukuran: 300 mm x 240 mm
    Sampul: Hardcover
    ISBN: 9786024817947
    ISBN: Digital: 9786024817930
    ID KPG: 592302007
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG

  • Belajar dari Bone Bolango

    Belajar dari Bone Bolango

    BUKU INI, yang diangkat dari disertasi, menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan di perdesaan dan pesisir di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Tampak, tingginya angka kemiskinan di Gorontalo secara umum disebabkan oleh masalah disparitas di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Bone Bolango sendiri telah mengeluarkan berbagai kebijakan, terutama menyangkut pengelolaan sumber daya alam melalui kebijakan rencana tata ruang wilayah, rencana pembangunan jangka panjang daerah, dan rencana pembangunan jangka menengah daerah. Apakah kebijakan yang ditempuh itu sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat, buku ini menyuguhkan evaluasinya, termasuk tawaran strategi baru kebijakan pengentasan kemiskinan yang lebih tepat. Belajar dari Bone Bolango memberi kita pemahaman bahwa kebijakan pengentasan kemiskinan di perdesaan akan gagal jika subjek sasaran tidak diindentifikasi secara spesifik alias gebyah uyah, termasuk menyinkronkan kebijakan pemerintah pusat dengan kebijakan daerah. Tak berlebihan bila buku ini patut dibaca oleh mereka yang menaruh perhatian pada isu-isu kemiskinan, terutama para pengambil kebijakan dan akademisi. “Bappenas mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi di mana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Kondisi ini akan menyebabkan orang tidak mampu berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Buku ini memberi uraian penting tentang kebijakan pengentasan kemiskinan yang komprehensif berbasis kekhasan subjek dan karakteristik daerah.” Suharso Monoarfa (Menteri PPN/Kepala Bappenas) “Seperti lingkaran setan, kemiskinan telah menjadi musuh bersama umat manusia sepanjang sejarah. Berbagai upaya untuk mengentaskan kaum miskin telah dilakukan dari masa ke masa oleh pemerintah di seluruh dunia. Memang, melenyapkan kemiskinan dari muka bumi adalah hal yang mustahil. Maka, apa yang bisa kita lakukan adalah mengurangi jumlah kaum miskin lewat kebijakan yang tepat. Mengambil kasus di Bone Bolango, buku ini memberi kita pemahaman tentang arti penting sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.” Surya Paloh (Tokoh Bangsa, Ketua Umum Partai NasDem) “Buku ini melihat sejauh mana kebijakan pemerintah pusat selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dalam menyelesaikan kemiskinan di perdesaan. Diperlihatkan, garis komando penanganan kemiskinan amat penting dalam tata kelola pemerintahan. Hanya dengan garis komando yang tegas peningkatan ekonomi daerah melalui investasi daerah, pembangunan infrastruktur, serta program pemberdayaan masyarakat miskin berdampak besar dan tepat sasaran.” Rachmat Gobel (Wakil Ketua DPR RI)

    Penulis: Hamim Pou
    Editor: Irwan Bempah, Candra Gautama, dan Galang Aji Putro
    Perancang
    Sampul: & Penataletak: Wendie Artswenda
    Kategori: Nonfiksi, Sosial
    Terbit: 8 Maret 2023
    Harga: Rp150.000
    Tebal: 176 halaman
    Ukuran: 140 mm x 210 mm
    Sampul: Softcover
    ISBN: 9786024819996
    ISBN: Digital: 9786231340009
    ID KPG: 592302128
    Usia: 15+
    Bahasa: Indonesia
    Penerbit: KPG